My Husband Cold Lecturer

My Husband Cold Lecturer
Rencana Terakhir


__ADS_3

Rencana Terakhir


"Aku tidak akan membiarkan mereka bahagia begitu saja!, tunggu saja pembalasan dari ku," Ucap seorang wanita dengan rambut yang sudah acak-acakan dan seisi ruangan yang telah berserakan. Seseorang tersebut tidak lain ialah Vina. Vina berdiri di depan kaca di dalam kamar nya. Seharian ini Vina hanya mengurung diri di dalam kamar nya. Ia mengacau kan seisi ruangan, memecahkan semua yang ada di dalam kamar. Ayah nya Prislo sudah berusaha menenang kan Vina namun putri nya tersebut malah memarahi nya dan mengusir ayah nya dari apartemen. Karena tidak berhasil membujuk putri nya, membuat Prislo meminta Bara untuk menenang kan saudara tiri nya tersebut. Bara pun mengiyakan dan memaksa kan Vina untuk membuka pintu dan berhasil masuk ke dalam apartemen. Semenjak tadi, Bara hanya membuat kan Vina berteriak dan memecah kan semua yang ada di dalam. Bara membuat kan nya karena berpikir dengan itu lah Vina bisa meluap kan emosi nya. Setelah beberapa lama, Vina sudah terlihat sedikit tenang. Membuat Bara mulai angkat bicara dengan saudari tiri nya tersebut.


"Sudah lah. Jangan melakukan apapun lagi Vina. Kita sudah berakhir. Biarkan saja mereka," Bara yang tadi nya hanya duduk dan berdiam diri di sofa, sekarang mencoba untuk berbicara. Bara mengerti apa yang di rasa kan Vina, sama sakit nya dengan perasaan nya. Namun Bara sudah tidak ingin menganggu kehidupan Angel lagi.


"Biarkan?, hah. Tidak akan!, aku tidak akan menyerah seperti diri mu!. Aku akan melakukan apa pun untuk memilik Evan!," Ucap Vina yang mengangkat satu sudut bibir nya sembari menatap diri nya sendiri di kaca.


"Vina, tolong berhenti lah. Jangan mengganggu mereka lagi," Pinta Bara yang berusaha membujuk saudari tiri nya. Walau bagaimana pun, Bara tidak ingin membuat Angel tersakiti atau pun menderita lagi. Selain itu, Bara juga menyayangi saudari tiri nya. Ia tidak mau saudari tiri nya menyakiti orang lain.


"Kau jangan mengatur ku!. Jika kau tidak ingin membantu ku, setidak nya kau jangan berani mencoba menghenti kan rencana ku!," Teriak Vina yang berjalan mendekati Bara.

__ADS_1


"Jika aku tidak bisa mendapat kan Evan sekalipun, setidak nya aku bisa menyakiti wanita sialan itu! hahahaha hahaha," Lanjut Vina sembari tertawa. Mendengar perkataan Vina, membuat Bara berdiri dari duduk nya.


"Apa yang sedang kau rencana kan hah?," Tanya Bara dengan suara yang terdengar sedikit meninggi.


"Kenapa?, kau takut wanita itu tersakiti?. Biar kan saja. Aku tidak hanya membalas rasa sakit ku saja, tapi aku juga akan membalas rasa sakit mu pada mereka. Hahahaha hahahaha," Ucap Vina sambil tertawa. Vina kemudian berjalan menuju lemari mengambil sebuah topi berwarna hitam dan juga sebuah pistol. Bara yang melihat pun sangat terkejut melihat apa yang di ambil saudari tiri nya itu.


"Vina, apa yang ingin kau lakukan?, jangan bermain-main dengan sesuatu yang berbahaya begitu," Bara berjalan perlahan mendekati Vina namun Vina malah menyodor kan pistol ke hadapan Bara membuat Bara terdiam dengan mengangkat kedua tangan nya.


"Diam kau!, jangan ikut campur. Jika kau mendekati ku, kau sendiri yang akan aku tembak!," Ingat Vina yang berusaha menjauh dari Bara. Vina berjalan Mundur keluar dari apartemen hingga sampai di luar, Vina pun menutup pintu apartemen dan mengunci Bara yang ada di dalam.


Bara mondar-mandir di depan pintu dengan panik. Ia mencoba memikirkan cara untuk mencegah saudari tiri nya tersebut. Namun Bara tidak tau harus menghubungi siapa. Ia berpikir ingin menghubungi polisi, tapi itu bisa berdampak dengan perusahaan ayah nya. Karena begitu panik, Bara memutuskan untuk menghubungi Robert ayah tiri nya dan meminta nya untuk mencegah Vina.

__ADS_1


Setelah mendapat kabar dari Bara, Robert pun akhirnya dengan cepat menghubungi Evan yang saat itu sedang berada di perusahaan. Robert meminta Evan untuk cepat-cepat kembali ke apartemen untuk menyelamat kan istri nya. Karena Robert sangat tau bagaimana jahat nya putri nya ketika marah, membuat Robert sangat kawatir dengan Angel. Walau bagaimana pun, Robert tidak mau putri nya tersebut menyakiti orang lain. Sementara Robert, sebelum ke apartemen Evan, ia lebih dulu menjemput Bara yang terkunci di dalam apartemen Vina. Kebetulan Robert memiliki kunci kedua apartemen putri nya tersebut.


Begitu pun Evan, setelah menerima telpon dari Robert, ia bergegas pulang ke apartemen untuk melindungi istri nya. Di sepanjang perjalanan, Evan begitu panik. Sembari mengemudi dengan kecepatan penuh, Evan juga berdoa di dalam hati nya kepada tuhan. Ia meminta agar Tuhan melindungi istri dan calon anak nya.


* * * * *


Sementara di apartemen, Angel sedang duduk santai dengan meja makan sembari memakan apel di dalam piring yang sudah di potong-potong menjadi beberapa bagian. Namun di saat bersantai, tiba-tiba terdengar suara pintu utama apartemen yang terbuka. Angel mengira itu suami nya yang pulang. Angel bermaksud untuk melihat nya, namun ia urung kan di saat mendengar suara tembakan yang terdengar dari ruang tengah apartemen.


Mendengar hal itu membuat Angel berjalan perlahan di dinding dapur di dekat pintu. Karena di pintu tersebut memakai tirai, Membuat Angel tidak terlihat sedang berada di sana. Angel mengintip di sana dengan membuka sedikit tirai untuk melihat siapa yang sedang berada di luar.


"Angel!, dimana kau!," Teriak seorang wanita yang berpakaian serba hitam dan memakai topi yang juga berwarna hitam. Wanita tersebut tidak lain ialah Vina. Vina menyodor kan pistol nya sembari mencari keberadaan Angel. Melihat hal itu, membuat Angel begitu terkejut dan sangat takut. Angel terdiam dengan memperhatikan Vina yang masuk ke dalam kamar Evan dan kemudian masuk ke dalam kamar nya.

__ADS_1


"Angel!, di mana kau!, keluar kau Angel!." Teriak Vina yang terlihat baru keluar dari kamar. Vina berjalan menulusuri di setiap ruangan namun tidak menemukan keberadaan Angel.


Satu ruangan yang belum ia masuki, yaitu dapur. Vina perlahan berjalan menuju dapur. Pun Angel yang melihat hal itu, dengan cepat mencari tempat untuk bersembunyi. Angel begitu takut, ia tak tau harus bersembunyi dimana. Karena melihat Vina semakin mendekat, membuat Angel dengan terpaksa membuka pintu kulkas dan masuk ke dalam kulkas. Sebelum masuk, Angel sempat mencabut colokan terlebih dahulu. Syukur nya kulkas di bagian bawah kosong dan juga cukup muat untuk tubuh nya walaupun hanya meringkuk namun setidak nya tubuh nya berhasil masuk. Setelah masuk, Angel menutup pintu kulkas dengan perlahan dan hati-hati agar tidak terdengar oleh Vina.


__ADS_2