My Husband Cold Lecturer

My Husband Cold Lecturer
Bertemu


__ADS_3

Bertemu


Sepulang nya dari hotel, Angel sempat kembali ke rumah untuk mengemasi barang-barang nya dan membawa nya ke bandara. Sekarang ini, Angel sudah sampai di bandara dan sudah naik ke atas pesawat.


"Bismillah." Ucap Angel ketika Angel duduk.


Butuh waktu berjam-jam, Angel duduk di pesawat hingga akhir nya ia sampai di di Amerika. Angel yang melihat pun merasa sangat senang. Ia tak sabar ingin bertemu dengan suami nya.


Angel turun dari pesawat dengan membawa koper nya menuju petugas bandara di sana. Mengingat Angel tidak mengerti negara tersebut, tentu ia harus meminta pertolongan pada petugas agar membantu nya. Di tambah lagi Angel tidak mengerti bahasa Inggris, hal tersebut sungguh merumit kan hidup nya karena harus menggunakan google translate saat berbicara dengan salah satu petugas di sana. Ketahuilah bahwa ini sesuatu yang sangat memalukan bagi Angel. Ini lah akibat saat bersekolah suka tidur ketika belajar.


"Bisa kah kamu mengantar kan saya ke taksi dan memanggil taksi kemari?, tolong saya, karena saya tidak mengerti tempat di sini," Begitu lah permintaan Angel pada petugas bandara.


"Tentu saja. Saya akan membantu anda," Balas petugas tersebut dengan ramah. Ia memanggil taksi untuk Angel.


Tak butuh waktu lama, taksi pun berhasil di dapat kan. Hana masuk ke dalam mobil taksi tersebut.


"Tolong antar kan saya ke perusahaan ini," Pinta Angel dengan mengulur kan sebuah kartu nama suami nya. Tertulis di sana nama perusahaan Evan.


"Baik,"


Mobil pun mulai melaju menuju perusahaan. Butuh waktu satu jam lama nya Angel berada di dalam mobil dan akhirnya sampai tepat di depan perusahaan yang ia maksud. Angel pun turun dari mobil dengan koper nya. Sebelum pergi Angel memberikan beberapa lembar uang pada sopir tersebut. Setelah sopir pergi, Angel berdiri memandangi sebuah gedung mewah dan bertingkat tinggi di depan nya sekarang ini dengan penuh takjub. Angel menarik koper nya untuk masuk ke perusahaan.


"Maaf, apa pak Evan nya ada?," Tanya Angel sesampai nya di dalam. Angel bertanya tetap masih menggunakan google translate.


"Maaf, anda siapa?, ada urusan apa dengan pak Evan?," Tanya seorang wanita yang berumur sekitar 30 tahunan. Angel merekam pembicaraan untuk mentranslite nya ke bahasa Indonesia. Hal tersebut membuat wanita tersebut tertawa melihat Angel.


"Saya istri nya," Jawab Angel. Pun wanita tersebut yang mendengar pun kembali tertawa dan menatap Angel dengan tatapan aneh. Wanita tersebut tidak percaya jika istri CEO nya sekecil ini.

__ADS_1


"Maaf, tuan Evan sedang berkerja. Jika ada keperluan, harus di buat janji terlebih dahulu," Tutur wanita tersebut dengan menahan tawa.


"Dia terlihat meremehkan aku. Tidak sopan sekali." Batin Angel.


"Saya harus bertemu dengan suami saya. Tolong panggil dia kemari. Katakan pada nya sekarang jika istri nya sedang menunggu nya di luar." Titah Angel dengan kesal. Karena wanita tersebut tidak mau berdebat, akhir nya dengan terpaksa ia menghubungi Evan dan mengatakan jika ada seorang gadis datang ke perusahaan mengaku sebagai istri nya.


"Bagaimana pak Evan?, apa saya usir saja atau biarkan saja?," Tanya wanita tersebut dengan tawaan. Ia merasa ini benar-benar lucu. Wanita tersebut tidak percaya jika di depan nya sekarang ini merupakan istri CEO nya. Mengingat Evan sangat tampan dan dingin, berbanding terbalik dengan Angel yang terlihat kekanakan. Walau pun Angel cantik, namun ia terlihat seperti seorang gadis yang sangat muda. Hal tersebut tentu membuat siapa saja di perusahaan tidak akan ada yang percaya.


"Siapa nama nya?," Tanya Evan dengan mendesak.


"Siapa nama mu?," Tanya wanita tersebut.


"Angel. Katakan pada nya Angel," Balas Angel.


"Angel, apa benar ini istri pak Evan?," Tanya wanita tersebut namun tidak di jawab oleh Evan.


"Pak Evan meminta untuk menunggu di ruang tunggu. Mari saya antar," Wanita tersebut membawa Angel ke ruang tunggu. Sesampai nya di ruang tunggu, Angel duduk untuk mengistirahat kan tubuh nya. Mengingat perjalanan sangat jauh, membuat Angel merasa sangat kelelahan.


* * * *


Beberapa menit lama nya Angel menunggu, Evan pun datang menemui nya. Evan berjalan ke arah Angel. Angel yang melihat pun merasa sangat senang akhir nya ia bisa bertemu suami nya. Namun berbanding terbalik dengan Evan, yang hanya menatap Angel dengan tatapan dingin nya. Sangat berbeda dari biasa nya.


"Prof," Panggil Angel sembari berdiri dari duduk nya. Angel tersenyum ke arah suami nya.


"Kenapa kau kemari?," Tanya Evan sembari memangku kedua tangan nya.


"Untuk menemui mu. Untuk apa lagi. Aku juga punya kabar untuk mu," Ucap Angel dengan berjalan mendekati Evan.

__ADS_1


"Aku tidak butuh kabar apa pun. Ikut aku sekarang," Titah Evan dengan dingin nya. Evan berjalan meninggal kan Angel. Angel yang melihat pun sejenak terdiam. Ia tak mengerti mengapa dengan suami nya tersebut.


Angel berjalan membawa koper nya mengikuti Evan yang keluar dari perusahaan menuju parkiran. Sesampai nya di parkiran, Evan masuk ke dalam mobil. Begitu pun Angel yang juga ikut masuk ke ke dalam mobil.


"Kita mau kemana, prof?," Tanya Angel di saat Evan mulai mengemudi.


"Membawa mu ke apartemen. Kemana lagi," Balas Evan sembari fokus mengemudi.


"Ada apa dengan prof?, apa yang salah?, Pikir Angel di dalam hati nya. Angel sesekali melihat ke arah suami nya di sebelah nya.


"Umm, prof. Apa kau tidak senang jika aku kemari?," Tanya Angel dengan ragu.


"Untuk apa kau kemari?, bukan kah kau senang berada di Indonesia." Ucap Evan tanpa menoleh sedikit pun.


"Maaf. Aku awal nya hanya ragu. Tapi sekarang aku tetap kemari untuk menyusul prof," Tutur Angel.


"Setelah kau tidur bersama lelaki lain, kau baru mau menyusul ku?," Tanya Evan dengan senyuman miring di sudut bibir nya. Ada pun Angel yang mendengar pun sejenak terdiam. Angel masih tak mengerti dari maksud perkataan suami nya tersebut.


"Tidur bersama lelaki lain?, maksud mu?," Tanya Angel.


"Aku tau. Kau tidak perlu berpura begitu. Aku sudah melihat foto-foto mu bersama Bara di hotel." Ucap Evan.


"Kau tau dari mana?," Tanya Angel.


"Jadi kau benar-benar tidur dengan nya?, hah buka saja penutup kepala mu tidak ada guna nya. Perempuan macam apa yang tidur bersama banyak lelaki," Evan menarik penutup kepala Angel dengan kasar hingga penutup kepala Angel benar-benar terlepas.


"Aww. Prof apa yang sedang kau lakukan?, yang kau katakan juga tidak benar. Kau salah paham," Ucap Angel dengan memasang kembali penutup kepala nya.

__ADS_1


__ADS_2