My Husband Cold Lecturer

My Husband Cold Lecturer
Hamil Tua


__ADS_3

Hamil Tua


Setelah semua kejadian itu selesai, William pun pamit untuk kembali keperusahaan. Sementara Evan kembali ke kamar untuk menemui Angel. Terlihat Angel yang duduk di atas sofa dengan ketakutan. Evan mengerti jika istri nya tersebut sangat ketakutan. Evan memeluk tubuh istri nya tersebut dan menenang kan nya.


"Tidak apa-apa sayang. Kita sudah aman. Polisi sudah membawa Vina. Jangan takut," Ucap Evan dengan memeluk istri nya tersebut.


"Hiks...hiksss...hiksss," Angel menangis di pelukan suami nya. Ia merasa sangat ketakutan dan juga sangat trauma. Karena baru kali ini Angel mengalami hal yang begini. Tubuh Angel juga terasa begitu dingin karena terlalu lama berada di dalam kulkas. Evan menarik selimut dan menyelimuti tubuh istri nya dengan selimut.


"Sudah tidak apa-apa sayang. Tidak ada yang menyakiti mu lagi," Ucap Evan yang masil memeluk tubuh istri nya tersebut. Angel membalas pelukan suami nya. Ia memeluk suami nya dengan erat seolah tidak mau melepaskan pelukan nya.


"Maaf kan aku karena terlambat menolong mu," Gumam Evan dengan mencium kepala Angel. Evan juga merasa sangat takut karena jika terlambat begitu lama, mungkin ia sudah kehilangan istri nya.


"Hiks....hiksss. Aku sangat takut," Ucap Angel dengan air mata yang terjatuh membasahi dada bidang suami nya.


"Iya aku tau. Sekarang kau tidak perlu takut lagi. Aku tidak akan membuat kan siapa-siapa menyakiti mu lagi," Evan mengelus-elus punggung Angel berusaha untuk menenangkan istri nya tersebut.


Angel menangis begitu lama di pelukan suami nya. Evan sudah membujuk Angel dan menenang kan nya namun Angel tetap menangis. Hingga beberapa lama menangis, Angel pun akhir nya tertidur di pelukan Evan. Setelah melihat Angel telah tertidur, Evan pun dengan perlahan membaringkan tubuh istri nya dan menyelimuti nya. Begitu pun dengan diri nya yang juga ikut berbaring di sisi Angel. Evan memeluk istri nya hingga ia juga ikut tertidur di samping istri nya.


* * * * *


"Pak Robert, Vina putri bapak harus kami bawa ke rumah sakit jiwa karena putri bapak mengalami gangguan kejiwaan," Ucap seseorang yang tidak lain ialah salah satu polisi yang sedang duduk bersama Robert. Saat ini Robert sedang ingin menemui putri nya.


"Gangguan jiwa?, maksud bapak, anak saya gila?," Tanya Robert tidak percaya.

__ADS_1


"Benar pak. Anak bapak mengalami gangguan kejiwaan, jika tidak di tangani, maka penyakit nya akan semakin serius," Jelas seorang polisi. Mendengar hal itu Robert meminta polisi tersebut untuk membawa nya melihat putri nya tersebut yang berada di dalam sel penjara. Polisi pun mengantar kan Robert untuk melihat nya langsung. Sesampai nya di depan sel, terlihat Vina yang sedang duduk di dalam jeruji sendirian. Terlihat putri nya tersebut sedang berbicara sendiri dan tertawa sendirian. Melihat hal itu membuat Robert mengizin kan polisi untuk membawa Vina ke rumah sakit kejiwaan.


"Vina, kamu harus sembuh. Sadar lah nak," Ucap Robert dengan mendekat memegang jeruji besi di depan nya. Robert menatap putri nya dengan iba Ia tidak terpikir kan jika putri nya sampai begini. Robert menyalahkan diri nya atas semua kejadian yang terjadi. Jika bukan karena diri nya yang menyetujui rencana jahat putri nya dulu, mungkin saja Vina tidak akan sejauh ini. Robert menitikan air mata melihat bagaimana keadaan putri tercinta nya.


"Papa...papa aku akan menikah dengan Evan hahahaha," Vina berlari mendekati Robert dengan berbatas jeruji di depan nya.


"Nak, sadar lah. Jangan larut dalam sesuatu yang salah nak," Robert menundukan wajah nya dan menangis. Ia tidak tau harus bagaimana. Sementara Vina, terlihat tertawa dan menari-nari di dalam sana.


"Saya izin kan pak. Asal anak saya bisa kembali pulih," Ucap Robert kepada polisi.


Setelah mendapat kan izin dari Robert, polisi pun membawa Vina ke rumah sakit kejiwaan untuk di obati. Vina di tinggal kan di sana untuk kesembuhan nya dan akan di menjalani hukuman setelah sembuh. Robert ikut mengantar putri nya ke sana.


* * * * *


Kedua nya menaiki pesawat menuju negara Indonesia. Setelah beberapa jam lama nya, mereka pun akhir nya sampai di Indonesia dan di jemput oleh sopir menuju rumah keluarga Angel. Angel meminta untuk tinggal di rumah ibu nya. Evan pun menuruti permintaan istri nya tersebut. Menurut Evan tidak masalah tinggal di rumah mertua nya atau pun di rumah ibu nya.


Beberapa menit berlalu, mereka pun sampai tepat di depan rumah. Kedua nya pun turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah, mertua dan ibu nya telah duduk menunggu kedatang anak dan menantu nya. Sesampai nya di rumah, mama Susan dan mama Sely berhambur memeluk Angel. Evan yang yang melihat nya hanya terdiam melihat kedua wanita tersebut hanya memeluk istri nya dan seolah tidak menyambut nya.


"Angel, sayang, kami merindukan kamu," mama Sely dan mama Susan memeluk Angel. Angel pun membalas pelukan kedua nya.


"Angel juga merindukan kalian berdua ma," Balas Angel.


"Bagaimana dengan ku?, apa tidak ada yang merindukan aku?," Evan menatap mertua dan juga ibu nya dengan wajah cemberut.

__ADS_1


"Aku juga merindukan mu tapi tidak terlalu," Ucap Mama Sely. Angel yang mendengar pun hanya tertawa mendengarnya. Melihat ekspresi suami nya begitu lucu dan menggemaskan.


"Duduk lah. Kalian pasti sangat lelah," Mama Susan membawa Evan untuk duduk. Pun Angel yang di bimbing mertua nya untuk duduk di kursi.


"Wah, calon cucu nenek apa kabar?," Sely mengelus perut dengan lembut. Angel yang melihat pun hanya tersenyum.


"Apa cucu kami ini perempuan atau lelaki?," Tanya Mama Susan dengan menatap Evan dan Angel secara bergantian.


"Lelaki ma," Jawab Angel.


"Wah, jika lelaki pasti seperti ayah nya yang tampan," Ucap mama Susan. Mendengar hal itu, mama Sely dan Angel secara bersamaan memprotes.


"Jangan sampai!," Ucap mama Sely dan juga Angel. Mama Sely sangat mengenal bagaimana kelakuan putra nya tersebut sebelum menikah, hal tersebut ia tidak ingin sifat Evan menurun ke cucu nya. Begitu pun Angel yang juga sangat mengenal suami nya saat di Amerika. Ia tidak mau anak nya mewarisi sifat suami nya yang dulu.


Ada pun Evan yang melihat kedua ekspresi ibu dan juga istri nya sendiri hanya bisa menghela nafas nya.


"Aku sudah berubah. Kalian seolah tidak percaya pada ku," Evan meningkatkan tangan nya memeluk Angel dan tersenyum ke arah ibu dan mertua nya.


"Memang kenapa dengan menantu ku?, apa yang salah?, dia tampan dan juga baik," Bela Susan. Mendengar hal itu, membuat mama Sely dan Angel tertawa.


"Sayang, kau masih tidak percaya pada suami mu," Ucap Evan yang menatap istri nya.


"Tidak hahahahahahaha," Balas Angel dengan tawaan. Begitu pun mama Sely yang juga masih tertawa. Melihat kedua orang tersebut menertawai nya, membuat Evan hanya bisa pasrah dan tersenyum. Walau di buly oleh ibu dan istri nya, ketika melihat orang-orang yang ia cintai bahagia, ia juga ikut bahagia.

__ADS_1


__ADS_2