My Husband Cold Lecturer

My Husband Cold Lecturer
Sabar Yang Hilang


__ADS_3

Pagi kembali menyapa. Pagi ini Angel telah bersiap untuk berangkat kuliah. Begitu juga Evan, ia lebih dulu bersiap dari Angel dan sekarang telah menunggu Angel di dalam mobil. Karena ia sedikit terlambat dari biasanya, membuat Evan buru-buru dan meminta Angel lebih cepat bersiap-siap. Angel berlari keluar rumah dan masuk ke dalan mobil suaminya.


" Ayo Prof. bisakah prof mengemudi dengan cepat? lima menit lagi aku akan benar-benar terlambat, " pinta Angel sembari mengaitkan sabuk pengaman.


" Aku yang telat. Bukankah kamu sudah biasa datang telat ?, " Tanya Evan, sembari mengemudi.


"Prof, jangan mengejekku di pagi-pagi begini. Aku tidak punya banyak waktu untuk berdebat dengan Prof. Kemudi saja lebih cepat, " Angel melihat kearah Evan dengan kesal. Bagaimana tidak kesal? Evan menyindirnya yang memang sering terlambat. Hal tersebut tentu saja membuat Angel kesal. Walaupun kenyataanya memang dirinya sering terlambat, namun tetap saja bagi Angel bahwa suaminya tidak menyindirnya begitu.


" Baiklah, " Evan fokus memperhatikan jalan dengan kecepatan yang terbilang sedikit cepat.


" Hmmm, Prof. Ada sesuatu yang perlu aku diskusi denganmu, " ucap Angel.


" Diskusi perkara apa lagi?, " tanya Evan dengan heran.


" Aku tidak punya uang, jadi bagaimana solusinya?, "tanya Angel. Evan yang mendengarpun hanya mengehel nafasnya.


" Perkara uang jajanpun kamu harus mengajak berdiskusi. Ini ambil, " Evan menarik beberapa lembar uang kertas dan memberikanya ke Angel. Pun Angel dengan dengan senang mengambilnya.


" Banyak sekali, Prof. Apa ini tidak membuat Prof bangkrut karena memberikan aku uang sebanyak ini?, " tanya Angel dengan memperhatikan beberapa lembar uang kertas seratus ribuan yang berada ditanganya.


" Tidak. Aku punya banyak uang, " jawab Evan sembari melihat kedepan.


" Sekaya apa Prof ini?, apa uang Prof sangat banyak?," tanya Angel lagi.


" Tidak terlalu banyak, namun cukup untuk hidup " jawab Evan.


" Kalau begitu, bagaimana jika kau memberikan aku uang lagi prof?, akukan istrimu sudah sepatutnya bukan kau memberikan aku uang lebih banyak, " Angel menyentuh lengan Evan dengan jari telunjuknya sembari tersenyum.


" Uang untuk apa lagi?, " tanya Evan.


" Uang untuk membeli tiket konser BTS, Prof " Angel menjawab dengan sangat antusias. Pun Evan yang mendengar jawaban dari Angel hanya terdiam sejenak. Evan sungguh tak habis pikir dengan pola pikir istrinya ini.


" Tidak. Aku tidak suka kamu menyukai laki-laki lain. Jangan berharap, " ucap Evan.


" Pelit sekali, " Angel mengalihkan pandanganya kedepan. Pun Evan yang melihat tingkah istrinya hanya bisa terdiam.


Tak butuh beberapa lama, sampailah Evan dan Angel di depan gerbang kampus. Angel turun dari mobil dan memilih berjalan kaki untuk masuk, sementara Evan mengendarai mobilnya masuk.

__ADS_1


* * * *


Jarum jam telah berada di angla 12.30. Mata kuliah hari inipun juga sudah selesai. Angel berjalan keluar dari kampus bersama beberapa teman-temanya menuju gerbang. Sesampainya di gerbang, Angel berdiri disana untuk menunggu suaminya. Selang beberpa menit, sebuah mobilpun terlihat berhenti menghampirinya. Mobil tersebut adalah mobil Evan. Angelpun membuka pintu mobil dan masuk dengan cepat, ia berharap tak ada teman-temanya melihatnya memasuki mobil Evan.


" Lama sekali, Prof " Angel memasang sabuk pengaman sembari melihat ke arah Evan disampingnya.


" Aku memiliki beberapa perkerjaan dan membuatku terlambat mengambil mu, " ucap Evan singkat.


" Aku sudah kepanasan menunggu prof, " Angel mengipas-kipas wajahnya dengan tangan. Pun Evan yang melihatnya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia tak habis pikir dengan tingkah Angel.


" Angel, ku perhatikan kamu beberapa hari ini kamu begitu cerewet. Apa ada sesuatu hal yang merasuki mu?, " tanya Evan.


" Prof, sejak dulu aku memanglah begini. Hanya saja didepanmu aku menjadi pendiam karena aku belum mengenalmu, "jelas Angel sembari menyandarkan kepalanya kebelakang.


" Baguslah, " Evan mulai mengemudi menuju jalan raya.


" Bagus? maksudmu?, " tanya Angel heran.


" Baguslah. Sekarang kamu memperlihatkan sifat aslimu padaku. Itu artinya kamu sudah mengenalku, " jawab Evan sambil tersenyum.


" Terserah kamu saja. Aku sedang tidak ingin berdebat, " Evan menghela nafas panjangnya. Di perjalanan pulang diisaat Evan fokus mengemudi, tiba-tiba sebuah benda pipih di saku kemejanya berdering. Evan pun menarik benda pipih tersebut sembari memperhatikan layar ponsel tersebut yang ternyata ada sebuah panggilan vidio yang tertulis disana dari Vina. Sembari menerima panggilan tersebut, sesekali Evan memperhatikan Angel yang disebelahnya yang saat itu ikut memperhatikan layar ponselnya.


" Hallo, " Evan menyandarkan ponselnya didepanya.


" Hai Evan, " sapa seorang wanita tersebut.


" Aku sedang mengemudi. Hubungi aku nanti saja, " pinta Evan.


" Kau sedang mengemudi?, baiklah aku akan menelponmu nanti. Maaf, aku tak tau jika sekarang kamu sedang mengemudi, " ucap Vina.


" Baiklah. Akan aku kabari lagi nanti, " Evanpun mengakhiri panggilan vidio tersebut.


" Siapa, prof?, " tanya Angel heran.


" Dia Vina, " jawab Evan singkat.


" Vina?, ada urusan apa dia menghubungimi?, " tanya Angel.

__ADS_1


" Tidak apa-apa, " jawab Evan.


" Hmm, apa dia istri pertamamu?, " tanya Angel sembari menundukan wajahnya kebawah. Ada perasan sedih saat ini didiri seorang Angel.


" Istri pertama? apa maksudmu istri pertama, " Evan kembali menggeleng-gelengkan kepalanya dengan heran.


" Siapa Vina Prof?, "tanya Angel lagi. Ia begitu penasaran dengan wanita tersebut.


" Kenapa malah sangat ingin tau?, "tanya Evan.


" Baiklah. Aku menarik ulang pertanyaanku. Tidak jadi ki tanyakan, " Angel berusaha terlihat biasa saja dipandangan Evan.


" Kita sudah sampai. Silakan lanjutkan lagi menelpon bersaman Vina, prof, " ucap Angel sesampainya dudepan rumah. Angel turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam rumah tanpa menunggu Evan. Pin Evan hanya terdiam memperhatikan punggung Angel yang sudah hampir tidak terlihat lagi.


" Ada apa denganya? sungguh membuatku semakin terkejut saja, " Evan membuka pintu mobil dan berjalan masuk kedalam rumah.


" Apa ada sesuatu dikulkas?, " tanya Evan ke Angel yang saat itu berada di meja dapur.


" Ada. Minuman keras saja didalam sana, " jawab Angel tak acuh. Pun Evan yang mendengar dibuat begitu terkejut. Bagaimana bisa ada minuman keras didalam kulkasnya. Evan membuka kulkas dan memperhatikan seisi kulkas namun ia tak melihat ada minuman keras didalam.


" Di mana kamu mentembunyikanya Angel?. Jangan membuat ku marah, " tanya Evan. Pun Angel berjalan mengahampiri Evan dan mengambil batu es yang berada didalam kulkas dan mengulurkanya ke Evan.


" Bukan kah ini minuman keras? Prof sungguh bodoh. " ucap Angel sembari berlalu pergi dari dapur. Pun Evan sejenak kembali terdiam dengan memperhatikan es batu tersebut.


" Angel, kau sungguh konyol, " Evan tertawa memperhatilan es batu tersebut. Sungguh þak habis pikir bagaimana bisa ia mendapatakan istri selucu Angel. Tadinya ia mengira benar-benar minuman keras, namun ternyata maksud dari Angel minuman keras adalah es batu.


'


'


'


'


'


jadi siapa yang tolol disini? Angel atau Evan suaminya🤣?

__ADS_1


__ADS_2