My Husband Cold Lecturer

My Husband Cold Lecturer
Pengakuan


__ADS_3

Pengakuan


Masih di cafe. Angel mulai berbicara serius dengan ketiga teman nya Vani, Bara dan juga Dhio. Hari ini Angel bermaksud untuk memberitahukan tentang dirinya yang sudah lama menikah pada Bara, Dhio dan juga Vani yang walaupun ada dari mereka yang mengetahui. Namun hari ini Angel benar-benar ingin memperjelas status jika dirinya sudah menikah.


"Aku hari ini sebenarnya ingin memberitahukan sesuatu pada kalian semua," Angel menatap ketiga teman nya satu persatu dengan serius.


"Memberitahukan apa?," Tanya Dhio.


"Aku sebenarnya ingin memberitahukan pada kalian bahwa aku sebenarnya sudah menikah," Ucap Angel dengan penuh keberanian. Sementara Bara yang mendengar pun kemudian tertawa karena ia merasa jika saat ini Angel sedang membuat lelucon.


"Hahahaha. Angel jika kau ingin membuat lelucon, tolong jangan memasang wajah seserius itu," Bara tertawa dengan keras hingga orang-orang yang berada di cafe sampai melihat ke arah mereka berempat.


"Bara! pelankan suaramu." Bisik Vani.


"Maaf..maaf. Aku tidak sengaja tertawa," Ucap Bara .


"Aku serius Bara, aku tidak sedang bercanda." Jelas Angel. Pun Bara yang tadi nya tertawa kemudian terdiam dengan menoleh kearah Angel.


"Apa maksudmu?," Tanya Bara. Ia tak percaya jika Angel sudah menikah.


"Benar Bara. Sebenarnya aku dan Vani sudah lama mengetahui nya," Jawab Dhio dan dianggukan oleh Vani dengan santai.


"Apa benar itu Angel?," Tanya Bara terdengar tak percaya.


"Benar Bar. Sebenarnya aku sudah menikah semenjak masih kuliah," Jelas Angel. Sementara Bara yang mendengar pun kemudian terdiam penuh kekecewaan. Bagaimana tidak kecewa? gadis yang begitu ia dambakan ternyata sudah menikah dengan laki-laki lain. Hal tersebut tentu menghancurkan perasaan Bara.


"Kenapa hanya aku yang tidak mengetahuinya selama ini?," Tanya Bara pada Angel.


"Aku tidak bermaksud menyembunyikan dari mu atau pun dari kalian semua. Aku hanya tidak yakin awalnya. Masalahnya, dulu aku di jodohkan oleh orang tua ku." Jelas Angel sembari menunduk. Angel benar-benar merasa bersalah dengan teman-teman nya.


"Di jodohkan?, jadi kau menikah karena sebuah perjodohan?," Tanya Bara.


"Awalnya iya. Tapi setelahnya aku mencintainya," Jawab Angel.

__ADS_1


"Cinta bisa tumbuh seiring berjalan nya waktu." Gumam Dhio.


"Angel, kenapa kau tidak bilang dari awal padaku? kenapa kau mempermainkan perasaanku?," Bara bertanya dengan nada terdengar begitu sedih.


"Mempermainkan perasaanmu? apa maksudmu Bar?," Tanya Angel dengan melihat ke arah Bara. Sementara Dhio dan Vani hanya bisa terdiam menjadi penonton.


"Apa selama ini kau tidak mengerti dengan perasaan ku terhadap mu?, aku selama ini mencintaimu. Apa kau tidak pernah merasakan nya?," Tanya Bara.


"Mencintai?. Bar, aku selama ini hanya menganggap kau sebagai teman dekat. Sama hal nya aku menganggap Dhio dan Vani. Tidak lebih dari itu," Jelas Angel. Selama ini Angel tak tau jika Bara menyimpan perasaan pada nya.


"Teman?, tapi aku tidak pernah menganggap kau sebagai seorang teman. Aku mendekatimu bukan ingin berteman dengan mu. Aku punya sangat banyak teman yang ingin berteman dengan ku. Aku mendekati mu selama ini karena aku mencintai mu Angel," Tutur Bara.


"Maafkan aku Bara. Maaf karena aku tidak tau jika selama ini telah mempermain kan perasaan mu," Angel meminta maaf dengan penyesalan nya.


"Siapa orang yang menjadi suami mu?," Tanya Bara dengan suara berat nya.


"Prof Evan," Jawab Angel.


"Bukan kah kau mengatakan jika pernikahan mu karena perjodohan?, kau bisa menceraikan nya. Aku akan membantu mu Angel," Ucap Bara dengan menggenggam kedua tangan Angel. Pun Angel yang melihatpun dengan cepat melepaskan genggaman tangan Bara. Begitupun dengan Vani dan Dhio, mereka berdua menatap Bara dengan bertanya-tanya.


"Bar, tidak. Aku mencintai suami ku. Aku tidak akan menceraikan nya," Tegas Angel. Bara yang mendengar pun kemudian terdiam. Perasaan nya saat ini begitu hancur, dada nya terasa begitu sakit mendengar perkataan Angel.


"Aku mencintai mu Angel. Tolong ceraikan suami mu itu. Aku bisa memberimu segala yang kau mau asalkan kau mau bersama ku," Ucap Bara yang terdengar begitu frustasi. Angel yang mendengar pun merasa sedikit takut dengan perkataan Bara pada nya. Ia tak percaya jika Bara berani mengatakan pada nya begitu.


"Bara! sadarlah. Apa kau sudah gila meminta Angel menceraikan Suami nya. Sadar Evan," Sembur Vani tak terima.


"Benar Bar. Secinta bagaimana pun, kau tetap harus ikhlas." Dhio menepuk-nepuk bahu kekar Bara berusaha menenangkan nya. Dhio mengerti jika saat ini Bara sedang begitu terkejut hingga ia tak punya apa-apa yang bisa di pikirkan oleh kepala nya dengan tenang.


"Tapi aku memang tulus mencintai Angel. Kalian berdua juga tau itu," Ucap Bara pada Vani dan juga Dhio. Vani dan Dhio hanya terdiam tak membalasnya.


"Sudah. Kalian nikmatilah makananya. Aku ingin sendiri menenangkan diri dulu," Bara berdiri dari duduk nya dan melangkah berjalan keluar dari cafe .


"Bar." Panggil Angel namun Bara tak mengacuhkan dan berlalu pergi begitu saja.

__ADS_1


"Sudah. Biarkan dia menenangkan pikiran nya." Ucap Vani dan di iyakan oleh Dhio . Angel bersama Vani dan Dhio menikmati makan. Sementara Bara, sudah pergi entah kemana.


* * * *


Setelah pergi meninggalkan cafe, Bara kembali ke rumah nya dengan di jemput oleh seorang sopir pribadinya. Sesampai nya di rumah, Bara langsung masuk menuju kamar nya. Namun di saat Bara sedang berbaring, tiba-tiba handphone nya di saku hodi nya bergetar. Bara pun mengambilnya dengan malas.


"Ada apa?," Tanya Bara saat panggilan telah tersambung.


"Bara, aku ingin memberitahukan mu sesuatu yang penting," Ucap seorang wanita di dalam telpon.


"Mengenai apa?," Tanya Bara.


"Apa kau kenal Angel?," Tanya seorang wanita tersebut. Pun Bara kemudian mendengar dengan serius


"Kenal. Tapi kenapa?," Tanya Bara heran.


"Aku dengar-dengar informasinya, kau menyukai gadis itu?," Tanya seseorang di telpon.


"Sangat." Balas Bara.


"Itu artinya kita bisa berkerja sama." Ucap seorang wanita tersebut dengan memiringkan senyum.


"Apa maksudmu Vina?," Tanya Bara tak sabar. Ternyata yang menelpon Bara ialah Vina dari Amerika.


"Mari kita berkerja sama. Kau mencintai perempuan itu dan aku mencintaimu suami perempuan itu," Ucap Vina.


"Kau menyukai suaminya?, maksudmu kau juga kenal dengan suami Angel," Tanya Bara begitu terkejutnya.


"Iya. Kita harus berkerja sama Bara jika kau ingin mendapatkan wanita itu." Jelas Vina. Pun Bara yang mendengarpu sejenak terdiam.


"Apa yang ingin kau rencana kan?," Tanya Bara.


"Sesuatu yang sangat bagus yang pastinya." Balas Vina dan hanya di dengarkan oleh Bara.

__ADS_1


__ADS_2