
Angel Marah
Di sebuah ruangan, seseorang terlihat meneguk beberapa botol anggur dan meminum nya hingga habis. Seseorang tersebut tak lain ialah Evan. Setelah mendapat kiriman beberapa foto dari handphone nya, Evan benar-benar terlihat sangat murka dan marah.
Evan mengambil handphone nya di samping nya dan melempar nya ke dinding hingga hancur. Setelah hancur, Evan pun berdiri dan menginjak benda pipih milik nya tersebut hingga benar-benar menjadi tidak berbentuk lagi.
"Kurang ajar!. Kau benar-benar menghianati ku!." Teriak Evan dengan menginjak Handphone nya berkali-kali.
"Sebodoh apa aku ini sehingga membiarkan seorang perempuan berani mempermain kan ku! Argggggh!," Teriak Evan.
"Lelaki brengsek! berani nya kau meniduri perempuan yang sudah menikah!." Murka Evan. Ia benar-benar kehilangan kendali. Evan berdiri dengan sempoyongan karena mabuk. Diri nya merasa sangat hancur kali ini. Evan merasa jika kesabaran nya sudah benar-benar melampaui batas. Ia tak tau harus bagaimana kali ini.
"Angel..Angel. Kau tidak mau ikut dengan ku, karena kau menyukai lelaki brengsek itu. Hahahaha," Gumam Evan dengan tawaan namun penuh kepedihan.
"Apa yang kurang dari ku?, aku memberikan apa yang kau mau. Tapi kau malah menghianati ku, bukan menghianati aku saja. Kau juga mengotori pernikahan kita Angel." Evan merebahkan tubuh nya di atas lantai. Di temani sebotol anggur di tangan nya.
Evan menatap dengan tatapan kosong. Masalah kali ini, ia benar-benar tak tau harus berbuat apa. Ia merasa dirinya sangat hancur. Ia juga sangat marah.
Di saat Evan masih terdiam dan berbaring di lantai, tiba-tiba seseorang membuka pintu apartemen. Seseorang tersebut berjalan masuk ke dalam kamar milik Arlend.
"Arlend, apa yang kau lakukan di siang-siqng begini?, kau mabuk?," Sesampai nya di dalam kamar, seseorang tersebut berjalan ke arah Arlend. Seseorang tersebut ialah Wiliam.
"Wiliam, apa kau tau jika aku di selingkuhi. Hahahaha," Evan berusaha beranjak duduk namun ia sudah sangat mabuk hingga membuat dia sangat lemah dan tidak mampu lagi untuk duduk.
"Apa yang kau katakan?," Tanya Wiliam bingung. Wiliam tidak mengerti maksud perkataan Evan.
__ADS_1
"Aku di selingkuhi. Istri ku tidur bersama pria lain di saat aku tidak bersama nya. Hahaha, kenapa sekacau ini," Evan memegang bahu Wiliam berusaha untuk duduk.
"Istri mu tidur bersama lelaki lain?, kau tau dari mana?," Tanya Wiliam tak percaya.
"Ada yang mengirim Kan beberapa foto di handphone ku. Istri ku sedang tidur di sebuah hotel bersama pria lain," Ucap Evan dengan melentangkan tubuhnya menghadap langit-langit kamar.
"Dimana gambar nya?," Tanya Wiliam.
"Aku sudah menghancur kan handphone ku. Kau tidak bisa melihat nya" Gumam Evan sembari meminum anggur dengan posisi menyelentang hingga membuat sebotol anggur tersebut tertumpah.
"Tenangkan diri mu. Kau jangan langsung percaya. Gambar tidak selalu menanda kan kebenaran Evan. Sadar lah," Tutur Wilima berusaha menenangkan sahabat nya tersebut.
"Wiliam, aku tidak salah lihat. Aku sudah melihat nya," Ucap Evan. Raut wajah Evan terlihat begitu dingin, lebih dingin dari biasa nya.
"Apa yang kurang dari ku Wiliam? aku memberikan segala nya untuk nya namun dia malah menghianati pernikahan ini." Evan menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong terlihat seolah benar-benar tak bernyawa. Evan seperti kehilangan separuh dirinya. Wiliam yang melihat pun ikut prihatin dengan keadaan teman nya tersebut. Wiliam membantu Evan berdiri dan menopang nya ke atas sofa.
* * * *
Sementara di tempat lain, Dua orang terlihat sedang duduk berhadapan dengan di batasi sebuah meja kaca di tengah nya. Suasana terlihat begitu lain dari biasanya. Orang tersebut ialah Angel dan juga Bara. Setelah terbangun dari tidur nya, Angel langsung menemui Bara yang juga sedang menginap di hotel yang bersebelahan dengan nya. Angel duduk menatap Bara dengan tatapan yang sangat marah. Terlihat jelas kedua mata Angel yang memerah karena menunggu penjelasan dari Bara tentang kejadian semalam mengapa dirinya bisa mabuk.
"Jelas kan dengan jujur, Bara.Mengapa aku bisa mabuk!," Tanya Angel mendesak Bara.
"Kau salah mengambil gelas, Angel. Gelas yang kau minum berisi wine," Jelas Bara.
"Bagaimana bisa?, bukan kah kau mengatakan itu hanya jus?, dan aku meminum nya juga merasakan rasa dari minuman itu rasa jus jeruk. Katakan yang sebenar nya Bara?," Tegas Angel menatap Bara dengan penuh kemarahan.
__ADS_1
"Memang benar. Namun ada salah satu pelayan mengaku tidak sengaja menuang kan wine ke dalam gelas mu saat mau menghidang kan makanan." Jelas Bara yang berusaha menyakin kan Angel.
"Aku yang salah, Angel. Karena tidak begitu memperhatikan nya. Maaf kan aku," Ucap Bara dengan pandangan menunduk, terlihat seolah sangat menyesali dengan apa yang menimpa Angel.
"Tapi ini sudah keterlaluan bagi ku, Bara. Aku bukan peminum minuman yang memabukkan," Angel menatap Bara dengan mata yang berkaca-kaca. Ia merasa dirinya sangat berdosa karena meminum sesuatu yang di larang oleh Agama.
"Maaf. Aku yang salah karena tidak begitu memperhatikan nya. Aku akan memecat karyawan yang mengisi gelas tersebut sebagai permintaan maaf ku pada mu," Bara berdiri bermaksud memanggil pelayan tersebut dan memecat nya di hadapan Angel. Namun Angel meminta Bara untuk kembali duduk.
"Berhenti. Kau tidak perlu memecat nya. Itu juga sepenuh nya salah dia," Ucap Angel. Bara yang mendengar pun sejenak terdiam dan kembali duduk.
"Maaf kan aku Angel, aku tidak bisa menjaga teman ku sendiri," Bara mengambil kedua tangan Angel yang berada di atas meja dan bermaksud untuk menggenggam nya. Namun Angel dengan cepat melepas kan genggaman tangan Bara dari tangan nya. Bara yang di perlakukan seperti itu pun hanya bisa terdiam.
"Lain waktu aku tidak bisa lagi membantu mu, Bara. Aku tidak ingin kejadian yang sama terjadi pada ku," Tutur Angel yang melunak.
Angel berdiri beranjak pergi keluar kamar hotel. Namun Bara sejenak menahan nya.
"Kau mau kemana?," Tanya Bara yang ikut berdiri mengejar Angel.
"Aku harus pulang. Aku ingin menyusul suami ku ke Amerika," Ucap Angel.
"Ke Amerika?," Tanya Bara.
"Iya. Aku sudah memutuskan untuk tinggal bersama di Amerika. Aku harus cepat-cepat mengemasi barang ku dan ke bandara hari ini," Tutur Angel dengan berjalan keluar.
"Umm, aku akan mengantar mu," Bara mengambil kunci mobil nya di atas meja dan berjalan mengikuti Angel.
__ADS_1
"Tidak perlu. Aku masih sangat marah pada mu. Aku bisa naik taksi saja tidak perlu kau antar." Tolak Angel yang terus berjalan. Ada pun Bara yang mendengar pun hanya bisa terdiam memandangi punggung Angel yang perlahan menghilang di balik pintu.
"Aku penasaran dengan reaksi suami mu yang melihat mu nanti nya Angel " Ucap Bara dengan tersenyum.