
Berakhir?
Kedua mata Angel menatap punggung Evan yang memunggungi nya keluar dari kamar. Angel kemudian tertunduk dan terduduk di lantai karena tubuh nya merasa lemas. Mendengar perkataan Evan memang benar-benar membuat Angel sangat terluka. Ia tak pernah menyangka jika lelaki yang ia anggap mencintai nya itu berbuat begitu pada nya. Lelaki yang sudah terlanjur ia cintai malah berselingkuh dengan orang lain. Dan yang lebih menyakit kan bagi Angel, kejujuran lelaki itu. Membuat nya tidak bisa berkata-kata karena sangat menyakit kan. Bagaimana tidak?, Evan berani mengatakan jika wanita yang bersama nya itu ialah wanita yang pernah ia tiduri. Hal tersebut tentu melukai perasaan Angel. Wanita mana yang tidak terluka dengan perkataan suami yang mengatakan sesuatu begitu. Begitu pun dengan Angel, saking terluka nya, Angel tidak sanggup untuk mengangkat mulut nya untuk berbicara pada suami nya itu. Angel hanya bisa terdiam tak bergeming di dalam kamar sendirian.
"Aku bagaimana?, apa aku menjadi salah satu wanita yang kau tiduri?," Angel menunduk menatap lantai. Ia meremas lutut nya berusaha untuk menahan sakit dan terluka nya perasaan. Perkataan Evan kali ini benar-benar berhasil membuat hati dan perasaan nya hancur. Bagi Angel, ini sudah tidak bisa di katakan sebagai pemakluman. Merasa tidak terima, Angel kemudian berusaha berdiri dan berjalan keluar dari kamar untuk menyusul Evan. Ia berjalan mencari lelaki itu dan menemukan nya di dapur sedang meminum sebotol wine. Melihat itu, Angel berjalan menghampiri Evan dan merebut botol dari tangan lelaki itu, kemudian melempar nya ke lantai hingga botol tersebut pecah.
"Apa yang kau lakukan!," Teriak Evan. Baru kali ini Evan berani meneriaki Angel sekeras itu. Angel pun juga tidak menyangka lelaki di depan nya berubah secepat ini pada nya.
"Aku butuh penjelasan mu," Ucap Angel dengan menelan ludah nya berusaha untuk tidak menjatuhkan air mata nya.
"Penjelasan apa lagi. Bukan kah sudah aku jelaskan," Ucap Evan menatap Angel dengan penuh kemarahan.
"Kau meniduri wanita itu, lalu bagaimana dengan ku?, apa aku menjadi salah satu wanita yang menjadi pemuas nafsu mu juga?," Tanya Angel. Evan yang mendengar pun kemudian terdiam beberapa saat, ia memperhatikan Angel di hadapan nya.
"Bukan kah kita berdua sama-sama tidur dengan orang lain?, lalu apa guna nya kau menghakimi ku," Evan berjalan membelakangi Angel menuju lemari. Ia membuka lemari tersebut dan mengambil sebotol wine yang tersimpan di sana.
__ADS_1
"Kita tidak sama!, apa yang terjadi pada ku hanya salah paham. Aku tidak pernah tidur dengan lelaki lain selain kau yang sudah halal. Tapi kau masih tidak mempercayai nya. Kau tidak mempercayai aku sebagai istri," Tegas Angel dengan mengalihkan Evan untuk melihat nya.
"Aku harus mempercayai di bagian mana?, percaya jika kau di hotel bersama Bara hanya sekedar bertemu di kamar hotel lalu tidak terjadi apa-apa?. Aku tidak sebodoh itu bisa kau tipu," Evan memegang dagu Angel dengan kasar dan melepaskan nya.
"Aku juga tidak yakin, bayi di perut mu itu bayi ku. Mungkin saja bayi itu milik Bara," Ucap Evan dengan pandangan meremehkan. Pun Angel yang mendengar pun menundukkan wajah nya dengan tersenyum. Senyum karena menahan amarah.
"Huuf. Sangat sia-sia aku harus menemui mu lagi. Seharusnya aku tetap berada di Indonesia saja. Aku salah mengejar lelaki." Angel memegang meja untuk menahan tubuh nya.
"Evan. Kau boleh saja menghina aku. Tapi jangan pernah menghina bayi di perut Ku. Jika kau tidak mengakui nya sebagai anak mu, tidak masalah. Ini cukup menjadi anak ku. Aku tidak akan berdebat dengan mu lagi." Ucap Angel dengan membalikan tubuh nya berjalan keluar dari dapur. Apa yang di katakan Evan membuat Angel sudah di batas sabar.
"Aku sudah tidak membutuhkan mu. Sopan atau tidak, aku tidak peduli. Kau dan aku sudah sebaik nya bercerai. Sejak awal dulu memang kita tidak cocok tapi kau memaksa kan orang tua ku agar kita menikah. Orang tua ku mengatakan jika kau lelaki baik-baik. Tapi mereka tidak tau bagaimana dirimu pada kenyataan nya. Kau hanya seorang yang jauh dari agama. Lelaki yang menjadi kan wanita sebagai objek pemuas nafsu nya saja, dan lelaki yang meminum sesuatu yang sudah jelas di haram kan di dalam agama!," Ucap Angel dengan menatap mata lelaki di hadapan nya. Angel melepaskan cengkraman Evan di lengan nya. Ada pun Evan yang mendengar perkataan Angel, seketika membuat Evan terdiam. Lelaki itu tak mampu berkata-kata. Perkataan Angel terdengar begitu menakut kan di telinga nya.
"Apa yang kau katakan?, aku tidak pernah membahas perceraian dengan mu," Gumam Evan yang mulai melunak. Evan kemudian meletakan botol wine di tangan nya ke atas meja. Mendengar kata perceraian, membuat hati nya melemah. Amarah pun ikut melemah.
"Aku tidak bisa memaklumi perkataan mu lagi. Ini sudah di ambang batas kesabaran, jadi sebaiknya kita bercerai saja. Aku tidak akan mengganggu mu," Ucap Angel dengan beranjak meninggalkan dapur dan berjalan menuju kamar. Ada pun Evan, ikut berjalan mengejar Angel. Lelaki itu terlihat ketakutan.
__ADS_1
Angel berjalan masuk ke dalam kamar. Wanita itu membuka koper nya dan memasukan semua baju nya di lemari kedalam koper. Melihat hal itu, Evan kemudian masuk ke dalam kamar menahan Angel.
"Apa yang kau lakukan?, kau mau kemana?," Tanya Evan.
"Pulang ke rumah ku. Keluar lah dari kamar. Aku tidak ingin melihat wajah mu itu!," Balas Angel tanpa melihat ke arah Evan. Angel sibuk mengemasi barang-barang nya di lemari.
"Angel, selesaikan masalah nya jangan malah pergi begitu saja," Evan mengambil koper dari Angel dan memegang nya.
"Tidak ada yang perlu di selesaikan. Aku ingin pulang. Sesampai nya di sana aku akan mengurus perceraian kita dan mengirimkan nya pada mu untuk di tanda tangani." Ucap Angel dengan merebut kembali koper nya dari lelaki di depan nya.
"Kau bicara apa?, anak kecil seperti mu berani meminta bercerai," Tegas Evan.
"Sudah. Kau tidak perlu banyak bicara. Kau urus saja wanita itu sebagai pemuas nafsu mu," Angel tersenyum miring dengan mata yang berkaca-kaca.
Setelah selesai mengemasi barang nya, Angel kemudian keluar dari kamar sembari menarik koper nya keluar. Evan pun dengan cepat mengejar nya dan menarik kembali koper tersebut masuk ke dalam kamar.
__ADS_1