My Husband Cold Lecturer

My Husband Cold Lecturer
Hujan Di Malam Hari


__ADS_3

Hujan Di Malam Hari


Siang berganti malam. Malam ini hujan mengguyur begitu deras. Udara malam ini terasa begitu lebih dingin dari biasanya. Walaupun semua celah udara masuk telah ditutupi, namun tetap saja terasa dinginya. Dimalam yang dingin ini, Evan hanya duduk didepan kaca memperhatikan tetesan air hujan yang jatuh. Sementara Angel, setelah sholat isya' ia berbaring diatas size king sembari memperhatikan punggung Evan yang duduk membelakanginya.


" Prof, " Panggil Angel, namun tak ada jawaban sama sekali dari Evan.


" Apa dia masih marah padaku?, "pikir Angel.


" Hmmm, prof. Apa yang sedang Prof lihat diluar?, " tanya Angel dengan berbasa-basi. Melihat Evan tak menyapanya ataupun tidak mengajaknya berbicara dari sore tadi, membuat Angel malah merasa bersalah.


" Tidak ada " jawab Evan singkat.


" Udara begitu dingin, apa prof tidak kedinginan duduk disana tanpa selimut?, " tanya Angel. Angel menarik selimutnya dan menutupi sampai dadanya.


" Lalu aku harus kemana jika kedinginan?, " tanya Evan dengan mata yang masih melihat keluar.


" Tidur dan pakai selimut, " Angel menepuk-nepuk tempat disebelahnya.


" Jika aku tidur, apa kamu mau menghangatkan aku?, " tanya Evan dengan santai. Ia membalikan badannya dan melihat ke arah Angel.


" Prof, berhenti mengada-ngada. Tidurlah dan hangatkan dengan selimut! " Angel meletakan sebuah bantal ditengah untuk menjaga jarak.


" Mengada-ngada?, bukankah kita pasangan yang sah?, apasalahnya, " Evan berjalan mendekati size king.


" Prof, aku benar-benar akan berteriak jika Prof berani menggangguku, " Angel menambahkan satu bantal lagi dan meletakanya ditengah. Evan yang melihatpun hanya terdiam memperhatikan bantal-bantal tersebut. Bagaimana ada pasangan yang tidak ada romantisnya sama sekali seperti ini.

__ADS_1


" Berteriak atas tuduhan apa?, apa karena suami menyentuh istri?, " tanya Evan, ia naik ke size king dan berbaring.


" Aku sangat mengantuk Prof, selamat malam " Angel dengan cepat mebyelimuti semua tubuhnya dan tidur membelakangi Evan.


" Kamu sedang menghindari hal yang wajib Angel, " gumam Evan. Evan tersenyum memperhatikan Angel yang membelakanginya.


" Apa kamu tau jika berdosa tidak menuruti suami?, " tanya Evan.


" Aku tau, " jawab Angel.


" Tapi aku belum siap Prof, beri waktu lagi. Prof pun tahu sendiri jika kita menikah karena perjodohan, jadi aku harus punya banyak waktu untuk berpikir, " jelas Angel, dengan membuka selimut yang menutupi kepalanya. Pun Evan yang mendengarnya, sejenak terdiam dan tersenyum.


" Perjodohan?, " tanya Evan.


" Tentu saja, bukankah kita berdua menikah karena dijodohkan oleh orang tua?, jadi kita harus mencintai dulu " ucap Angel. Evan yang mendengarpun hanya kembali terdiam.


" Perjodohan apanya " ucap Evan didalam hati.


" Prof, sebenarnya ada sesuatu yang ingin kumintai pertolongan padamu, " Angel merubah posisi tidurnya menjadi duduk.


" Ada hal apa?, " tanya Evan dengan posisi yang masih membelakangi Angel.


" Begini Prof. Sekarang perkuliahan sudah berganti semester dan aku belum membayar uang semester, " Angel berbicara sembari tersenyum. Ia tak tau harus mengatakanya kesiapa lagi selain suaminya. Mengingat ia sudah menikah jadi sangat mustahil meminta uang kuliahnya ke orang tuanya lagi.


" Jadi, maksudmu aku yang membayarnya?, " tanya Evan.

__ADS_1


" Tentu saja, bukankah prof menjadi suamiku?, jika bukan prof yang membayarnya, apa aku harus meminta ke Bara?, " tanya Angel. Entah apa yang merasuki Angel hingga ia menyebut nama Bara lagi ke suaminya.


" Bara lagi, kubilang jangan menyebutkan Bara jika berbicara denganku?, aku akan benar-benar marah jika kamu selalu menyebutnya, " Evan berbicara masih membelakangi Angel.Telinganya sungguh merasa pabas mendengar nama Bara dari mulut Angel.


" Maaf prof, aku tidak sengaja, " Angel menutup mulutnya dengan tangan.


" Jika ingin membayar uang semester, aku akan memberikanya. Tidak perlu menambah nama Bara, " tegas Evan.


" Aku tidak boleh bersama Bara dan berbicarapun tidak boleh menyebut Bara, sungguh aneh. Padaha Bara hanya temanku, " ucap Angel pelan namun tetap masih terdengar ditelinga Evan.


" Aku mendengar perkataanmu, " Evan melihati Angel dengan tatapan yang dingin.


" Maaf Prof, tidak akan kuulangi. Uang semester istrimu tolong dibayar ya suamiku, " Ucap Angel sembari tersenyum. Pun Ean yang mendengarpun hanya bisa menghela nafasnya.


" Dalam keadaan butuh baru menyebutku suami. " gumam Evan. Evan hanya bisa bersabar dengan tingkah Angel. Ketahuilah, sebelumnya Evan bukanlah tipe lelaki penyabar seperti sekarang ini. Evan yang dulu tidak punya sifat penyabar. namun setelah menikah dengan Angel, merubah Evan menjadi pribadi seorang laki-laki yang punya ketebalan kesabaran yang luar biasa.


" Jika tidak meminta padamu, aku harus meminta ke siapa?, " Angel mengatupkan kedua tanganya didepan Evan. Sorot matanya meminta permohonan ke suaminya.


" Baiklah. Aku akan membayarnya, " balas Evan. Angel yang mendengarpun, tersenyum dengan lega. Angelpun memejamkan kedua matanya dan tak lama kemudian ia pun akhirnya tertidur dengan pulas. Sementara Evan, ia masih terjaga. Evan sibuk berdiskusi dengan isi kepalanya mengenai laki-laki yang bernama Bara. Entah kenapa kedekatan Bara dengan Angel istrinya sangat mengganggu isi kepalanya. Banyak hal yang ia bayangkan mengenai Bara jika terus menerus berteman dengan Angel. Bagaiman jika Angel menyelingkuhinya? hal tersebut sungguh membuat Evan tidak bisa memejamkan kedua matanya. Evan benar-benar akan sangat marah jika Angel berani menyelingkuhinya. Ia tak tau lagi akan melakukan hal apa pada Angel nantinya, jika Angel benar-benar menyelingkuhinya. Hal-hal tersebut sangat mengganggu isi kepala Evan. Banyak sekali yang ia bayangkan dengan sesuatu yang sebenarnya belum terjadi.


" Ini bukan hal sepele, tidak bisa aku biarkan terus-menerys begini. " ucap Evan didalam hatinya. Malam yang larut tidak bisa membuat Evan berhenti berfikir. Bahkan saking seriusnya, Evan sampai-sampai tak merasa mengantuk sedikitpun.


" Dengan cara bagaimana aku melarangnya? sementara ia masih sangat keras kepala ingin berteman dengan Bara. Sungguh memusingkan. " Evan kembali menghela nafasnya sembari memperhatikan Angel disebelahnya yang sudah tertidur dengan sangat pulas. Evan duduk dengan perlahan sembari mendekati Angel dan menyibakan rambut Angel yang menutupi wajah cantiknya.


" Kau sungguh membuatku berantakan " gumam Evan pelan. Ia memperhatikan Angel dengan lekat. Gadis itu terlihat sangat tenang jika saat tertidur begini. memandangi Angel sunggguh membuat jantung Evan berdebar tak karuan. Entah kenapa rasanya ingin sekali Evan mencium kening istrinya tersebut namun diurungkan niatnya tersebut karena tidak ingin Angel terbangun dan membuat keributan nantinya. Evan hanya bisa memandangi wajah istrinya sembari tersenyum. Bahagia rasanya jika memandangi wajah Angel yang sedang tertidur.

__ADS_1


" Aku sebaiknya juga tidur. Jika aku terus memandangi wahahnya, takutnya aku akan benar-benar kehilangan kendali dengan diriku sendiri. " ucap Evan, dengan cepat mengalihkan pandanganya dan membaringkan kembali tubuhnya untuk tidur.


__ADS_2