
Bagaimana?
"Bagaimana Angel?, apa kau sudah bersiap untuk ikut aku ke Amerika?," Tanya Evan. Saat ini Evan dan Angel sedang duduk santai di atas sofa di dalam kamar.
"Bersiap bagaimana?, aku tidak terpikirkan sama sekali," Balas Angel.
"Apa lagi yang ingin kau pikirkan?, aku sudah memberi mu waktu begitu lama Angel," Evan memegangi kedua bahu Angel sembari menatap kedua mata istri nya.
"Prof, aku benar-benar tidak bisa ikut ke Amerika. Aku tidak suka ke Amerika. Jadi tolong prof, jangan memaksa kan aku lagi untuk ikut," Ucap Angel. Sementara Evan yang mendengar pun sejenak terdiam menatap kedua mata istri nya.
"Apa alasan mu untuk tetap di sini?," Tanya Evan.
"Tidak ada alasan apa pun, aku hanya tidak mau tinggal di Amerika." Tegas Angel.
"Baiklah. Aku tidak akan memaksa kan mu lagi, Tinggal lah kau di sini. Memang sejak awal kau memang tak suka bersama ku." Ucap Evan dengan tersenyum namun senyum karena marah.
"Prof, bukan begitu. Aku tidak mengatakan Tidak suka bersama, hanya saja aku belum siap untuk pindah ke Amerika," Jelas Angel sembari menggenggam tangan Evan.
"Sudah lah Angel. Kau tidak perlu mengatakan apapun lagi. Silakan tinggal sesuka mu di sini, tapi aku tetap harus ke Amerika. Aku tidak bisa meninggalkan perusahaan ku di sana." Tegas Evan sembari melepaskan genggaman tangan Angel dari tangan nya.
"Prof, apa salah nya jika kau pergi ke Amerika?, Kau bisa pulang di saat libur," Bujuk Angel.
__ADS_1
"Aku tidak punya waktu pulang pergi naik pesawat Amerika dan Indonesia. Sekarang kau tinggalah di indonesia sesuka mu. Aku tidak akan melarang mu dan memaksa mu lagi," Ucap Evan sembari berdiri dan berjalan ke arah lemari untuk mengambil beberapa baju dan memasukan nya ke dalam koper.
"Prof, kau mau kemana?," Tanya Angel yang ikut berdiri menghampiri Evan.
"Aku harus berangkat sekarang. Aku tidak punya banyak waktu bersantai disini sementara perusahaan ku banyak perkerjaan,." Jawab Evan yang terus mengemasi barang-barang nya. Sementara Angel yang mendengar pun hanya terdiam sembari memperhatikan Evan yang mengemasi barang-barang dan menutup koper nya. Angel menatap suami nya dengan ratapan yang sangat sedih. Entah mengapa rasa nya Angel tidak ingin berpisah dengan Evan.
"Aku mungkin tidak akan pulang selama kurang lebih empat sampai lima tahun. Jadi kau di sini jaga diri baik-baik. Aku seperti nya selama ini sudah terlalu bodoh berharap pada mu," Ucap Evan sembari melepas pakaian nya dan mengganti nya dengan hodie berwarna hitam.
"Prof, kau marah pada ku?," Tanya Angel. Sementara Evan yang mendengar pun hanya terdiam tak membalas pertanyaan istri nya. Setelah selesai dari berkemas-kemas, Evan menarik koper keluar dari kamar. Sementara Angel, hanya ikut berjalan mengikuti Evan dari belakang menuju pintu utama. Saat sampai di luar rumah, Evan berjalan masuk ke dalam mobil nya dan mulai mengemudi tanpa berpamitan dengan istri nya.
"Aku minta maaf. Aku tidak bermaksud membuat mu marah." Ucap Angel sembari menatap mobil suami nya yang melaju menjauh dari rumah nya. Angel mengerti jika suami nya saat ini sedang sangat marah pada nya, namun Angel memang tidak terpikir kan sama sekali untuk pindah ke Amerika. Mengingat ia baru saja lulus, Angel bermaksud untuk tinggal di indonesia negeri tercinta nya.
* * * *
"Aku begitu mencintai mu. Aku memperlakukan mu dengan sangat baik, selama ini aku berusaha sangat sabar untuk menghadapi mu. Tapi kau menganggap segala perbuatan ku dengan spele." Ucap Evan sembari mengemudi dengan kecepatan tinggi menuju bandara.
"Sedikitpun dia tak pernah perduli bagaimana aku. Walaupun tidak mencintai aku, setidak nya hargai." Evan terus mengemudi hingga sampai di bandara. Setiba nya di bandara, Evan turun dari mobil menuju pesawat.
"Selamat tinggal." Ucap Evan dengan menatap ke arah kaca melihat pemandangan dari atas.
Pesawat melaju menuju Amerika. Butuh waktu kurang lebih sekitar dua puluh tiga jam lebih, Evan pun sampai di Amerika. Saat sampai, ia pun telah di tunggu diluar bandara oleh sopir pribadi nya.
__ADS_1
"Belum apa-apa sudah malam saja." Ucap Evan sembari berjalan menuju mobil.
Evan masuk ke mobil dan di antar langsung ke apartmen nya. Namun saat sampai tepat di pintu apartemen, Evan telah di tunggu oleh seorang wanita berambut pirang bertubuh seksi dan berkulit putih tepat di pintu apartemen nya. Seseorang tersenut bernama Arana yang tak lain ialah wanita kenalan nya saat di club dulu nya. Evan sengaja menghubungi wanita tersebut dan meminta wanita tersebut untuk datang ke apartemen nya malam ini.
"Hai, apa kabar?," Sapa wanita tersebut sembari memeluk Evan.
"Baik-baik saja. Bagaimana dengan mu?," Balas Evan sembari membuka pintu.
"Aku juga baik," Ucap wanita tersebut dengan tersenyum.
"Ayo masuklah," Titah Evan sembari berjalan masuk kedalam apartmen nya. Pun Arana tersebut ikut masuk.
"Ada apa kau memanggil ku kesini Sayang?," Tanya Arana dengan nada menggoda.
"Tidak perlu aku beri tahu, kau pasti sudah tau tujuan ku," Ucap Evan sembari menarik Arana masuk ke kamarnya. Arana pun tersenyum dan berjalan masuk ke kamar. Saat sampai di dalam kamar, Evan dengan kasar mendorong Arana ke size king dan mencium nya tanpa henti. Ia mulai melepaskan pakaian Arana saty persatu hingga tak tersisa sehelai benang di tubuh Arana. Begitu pun dengan Arana sambil bercumbuan, Arana juga melepaskan pakaian yang melekat di tubuh Evan satu persatu hingga tak tersisa sehelai benang pun. Gejolak panas mulai terjadi, kedua nya terlihat saling menikmati. Evan yang melepaskan segala amarah nya dengan bersama Arana, sementara Arana yang menikmati segala perlakuan Evan karena Arana mencintai lelaki tersebut.
"Aku lelah Evan, tapi aku bahagia jika kau begitu menikmati nya." Bisik Arana sembari membiarkan Evan memainkan segala yang berharga milik Arana. Setelah menyelesaikan nya, Evan pun turun dari size kung dan berjalan masuk ke kamar mandi yang tak jauh dari kamar nya. Setelah mandi dan membersihkan diri nya, Evan kembali ke kamar.
"Ini ambilah untuk mu," Ucap Evan sembari meletakan seikat uang tunai ke Arana. Pun Arana yang saat itu sedang mengenakan pakaian nya, dengan cepat mengambil uang tersebut dengan senang.
"Kau selalu memberi ku uang, padahal aku tak meminta nya," Ucap Arana sambil memperhatikan uang tersebut dengan mata berbinar-binar.
__ADS_1
"Kau tidak perlu berbasa-basi dengan ku. Aku kenal banyak wanita seperti diri mu." Balas Evan dengan tersenyum sinin.