My Husband Cold Lecturer

My Husband Cold Lecturer
Mengajak Pindah


__ADS_3

Mengajak Pindah


Setelah selesai makan siang itu, Angel duduk bersama Evan di dalam kamar. Kali ini Evan terlihat serius berbicara ke Angel. Angel pun terlihat begitu serius mendengar dan mengartikan setiap perkataan dari suaminya.


"Aku sebenarnya ingin mengatakan sesuatu padamu. Mungkin selama ini sering aku katakan padamu," Ucap Evan sembari duduk diatas pinggiran sofa yang berdekatan dengan Angel.


"Tentang apa?," Tanya Angel dengan heran.


"Mengenai tentang pindah. Bukan kah sering aku mengatakan jika aku akan membawa mu ke America setelah kau selesai studi mu di sini." Tutur Evan dengan tenang.


"America lagi? Prof sangat sering membahas perihal itu."Ucap Angel.


"Aku ingin kau ikut dengan ku kesana. Istri macam apa yang membiarkan suaminya pergi sendirian dalam waktu yang lama." Jelas Evan dengan memangku kedua tangan nya.


"Aku tidak mau pindah ke America. Aku ingin tetap disini saja, prof. " Tolak Angel dengan senyuman. Sementara Evan yang melihatpun sejenak terdiam sembari memandangi Angel di samping nya dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Sulit sekali kau mendengarkan suami mu sendiri." Gumam Evan.


"Bukan begitu, prof. Aku hanya tidak ingin ikut ke America. Aku lebih suka tinggal disini. Jika, prof ingin kesana tidak masalah. Prof bisa pergi sendiri saja." Tutur Angel.


"Angel, aku berada di America dalam jangka waktu yang begitu lama. Tidak mungkin aku meninggalkan mu disini tanpa adanya aku." Jelas Evan sembari duduk menghadap Angel. Pun Angel yang mendengarpun sejenak terdiam.


"Prof, aku akan memikirkan nya dulu. Lagi pula aku belum selesai studi ku. Sebaiknya kita berbicara nanti-nanti saja," Ucap Angel dengan tersenyum.


"Baik lah. Kau pikirkan saja dari sekarang Angel. Apa pun keputusan mu itu menjadi urusanmu yang akan aku terima nantinya. Aku tidak bisa memaksakan mu." Evan merebahkan tubuhnya di atas sofa sembari memejamkan kedua mata nya.


"Baiklah prof. Akan aku pikir kan lebih dulu," Balas Angel dengan ragu-ragu. Di dalam hati nya yang paling dalam, Angel sebenarnya menolak untuk ikut namun ia tak yakin bisa mengatakan nya ke suaminya.


"Pikirkan semau mu dengan tenang. Lagi pula kau ku beri banyak waktu untuk berpikir," Ucap Evan. Angel yang mendengar pun mengiyakan.

__ADS_1


"Prof, apa kau tertidur?," Tanya Angel memperhatikan suami nya.


"Iya. Aku beberapa hari ini kurang tidur." Jawab Evan dengan mata yang masih terpejam.


"Kenapa?," Tanya Angel heran.


"Banyak sekali yang kau tanyakan. Kapan aku bisa tidur jika begitu." Evan membuka kan kedua matanya dan melihat kearah Angel.


"Baiklah. Kembali lah tidur. Lagi pula aku ingin keluar membuat tugas kuliah." Angel beranjak dari sofa menuju meja belajar nya yang berada dekat dengan kaca.


"Tumben sekali aku mendengar mu mengatakan ingin membuat tugas dengan nada santai. Biasanya kau selalu mengeluh disetiap tugas," Ucap Evan.


"Walaupun ngeluh, yang namanya tugas tetap aku kerjakan. Prof tetap tidak berniat membantu ku," Balas Angel.


"Kau ingin kubantu seharusnya memohon lah pada ku." Pinta Evan.


"Aku akan tidur sebentar. Bangun kan aku jam 4 atau jam 5 sore nanti," Pinta Evan. Angel yang mendengarpun mengiyakan nya.


"Baik, prof." Ucap Angel mengiyakan. Angel mulai mengerjakan tugas-tugas kuliahnya dengan tenang. Sementara Evan, telah tertidur dengan pulas di atas sofa.


* * * * *


Siang berganti sore, Angel telah selesai dalam beberapa tugasnya di rumah. Entah itu sebagai seorang istri atau pun sebagai seorang mahasiswi. Setelah menyelesaikan tugas kuliahnya, Angel pun melanjutkan dengan sholat dan setelah sholat ia pun memasak dan membersih kan rumah. Sementara Evan, Ia masih dengan pulas nya tertidur di atas sofa di dalam kamar dengan tenang.


Tak terasa arah jarum jam telah menunjuk pukul 04.00 sore. Mengingat Evan sempat mengatakan pada Angel agar mmbangunkan nya jam 04.00 sore, Angel pun dengan cepat berjalan memasuki kamar untuk membangunkan Evan yang saat itu terlihat masih tertidur. Sebelum membangun kan suami nya. Angel sejenak memandangi Evan beberapa saat. Saat melihat wajah Evan di saat tertidur begini, entah mengapa membuatnya sangat terpesona. Kedua mata Angel masih sangat nyaman memandang wajah suami nya di saat tertidur, tiba-tiba Angel dengan cepat menepis kan pikiran nya. Angel membangun kan Evan dengan menggoyang-goyang kan bahu kekar Evan dengan pelan.


"Prof. .prof." Panggil Angel. Namun tidak mendaoat jawaban dari Evan. Evan terlihat masih terdiam.


"Prof..prof. Ayo bangun," Panggil Angel. Pun Evan yg mendengar suara Angel akhir nya terbangun dari tidur pulas nya.

__ADS_1


"Hmmm. Iya aku sudah bangun." Evan berbicara dengan kedua mata yang masih tertutup.


"Cepat bangun. Sekarang sudah jam 04.00, prof" Ucap Angel.


"Iya aku bangun. Cerewet sekali." Saut Evan dengan suara yang serak khas bangun tidur.


"Ayo bangun prof. Aku sudah memasak. Nanti kelamaan, masakan yang dengan susah payah aku siapkan bisa dingin." Tutur Angel. Pun Evan yang mendengar kata masakan, dengan cepat membuka kedua matanya dan mengarahkan pandangan nya ke Angel.


"Kau masak apa?," Tanya Evan dengan tersenyum.


"Maka nya prof bangun dulu. Ayo," Angel menarik tangan Evan agar bangun.


"Coba tarik aku lebih kuat lagi," Evan sengaja membiarkan Angel menarik kedua tangan Evan untuk berdiri.


"Prof, ayo. Prof sangat berat." Angel menarik kedua tangan suami nya untuk berdiri sekuat tenaga. Evan yang melihat pun hanya tersenyum memperhatikan istri nya tersebut.


"Coba tarik aku lebih kencang." Pinta Evan sambil tersenyum. Angel kembali menarik kedua tangan suami nya untuk berdiri namun tiba-tiba saja kedua kaki nya terjadi ketidakseimbangan dan malah membuat nya terjatuh diatas suami nya.


"Arghh" Angel memejamkan kedua mata nya dengan posisi di atas suami nya. Pun Evan yang melihat pun hanya terdiam sembari tersenyum.


"Prof, apa kau tidak apa-apa?," Tanya Angel dengan posisi yang masih sama.


"Kau yang terjatuh kenapa malah menghawatirkan aku?," Tanya Evan sembari menahan tawa. Evan tau jika Angel saat ini sedang menahan malu hingga membuat nya salah tingkah.


"Aku juga tidak apa-apa." Ucap Angel.


"Baiklah jika kau tidak apa-apa. Tapi bisakah sekarang kamu turun dari tubuh ku? Atau begitu nyaman kamu berada di dada suami mu ini?," Tanya Evan dengan menahan tawa. Sementara Angel yang mendengar pun dengan cepat beranjak dari suami nya dan berdiri.


"Prof, kau jangan mennertawai ku. Ini semua salah mu. Cepat lah kemeja makan jika prof ingin makan." Ucap Angel sembari berdiri dan kemudian dengan cepat melangkah meninggalkan kamar dengan kedua pipi yang sudah merah merona karena malu dengan suami nya.

__ADS_1


__ADS_2