
Kau Harus Mengingat nya
Seusai makan, Evan pun kembali ke kamar. Sementara Angel memilih untuk mencuci piring terlebih dahulu. Angel mencuci piring-piring kotor dan membersihan kan meja makan. Setelah merasa sudah bersih, baru lah Angel kembali ke kamar. Angel masuk ke kamar dan berjalan menghampiri Evan yang saat itu sedang duduk sembari menyentuh layar handphone.
"Apa yang sedang kau lakukan, prof?," Tanya Angel , sembari mengangkat keranjang baju kotor dan bermaksud untuk mencuci nya.
"Tidak ada. Eh, kau mau kemana lagi?," Tanya Evan yang melihat Angel ingin keluar dari kamar.
"Memasukan baju-baju kotor ke dalam mesin cuci. Kemana lagi," Jawab Angel dengan helaan.
"Nanti saja. Kemari lah dulu, ada sesuatu yang ingin aku bicara kan pada mu," Titah Evan. Pun Angel yang mendengar pun, kembali meletakan keranjang berisi pakaian tersebut ke lantai. Angel pun berjalan menghampiri Evan yang saat itu sedang duduk di sofa.
"Ada apa prof?, " Tanya Angel dengan berdiri di depan Evan.
"Duduk lah dulu. Ada yang perlu aku bicara kan," Pinta Evan sembari menepuk sofa di sebelah nya. Angel pun akhir nya duduk bersebelahan dengan suami nya.
"Katakan, ada apa prof?" Tanya Angel penasaran.
"Tunggu sebentar." Ucap Evan sembari berjalan menuju pintu dan mengunci pintu kamar.
"Prof, apa yang sedang kau pikir kan?," Tanya Angel yang mulai mengerti jalan pikiran suami nya tersebut.
__ADS_1
"Tidak ada yang aku pikirkan. Aku hanya meminta hak ku saja," Balas Evan dengan melepaskan baju kaos berwarna putih yang melekat di tubuh nya. Pun Angel yang mendengar pun di buat sangat terkejut mendengar perkataan suami nya tersebut. Demi apapun Angel tidak bersiap untuk melakukan nya sekarang, bahkan Angel tidak terpikir kan sama sekali.
"Prof, sadar lah. Apa yang kau lakukan?," Ucap Angel sembari berdiri dari sofa dan perlahan berjalan mundur menjauhi Evan.
"Aku sangat sadar. Kau kira aku kesurupan apa?," Balas Evan sembari berjalan mendekati Angel.
"Prof, aku belum siap," Ucap Angel sembari mendorong bahu lebar suami nya. Sementara Evan yang mendengar nya hanya menatap Angel dengan tatapan yang sangat sulit di arti kan.
"Menunggu kau siap, tidak akan pernah ada. Kau tidak pernah siap," Evan menarik Angel ke pelukan nya dan perlahan berjalan membawa Angel menuju size king. Saat sampai di size king, Evan merebah kan Angel dengan perlahan. Ada pun Angel yang di perlakukan begitu entah mengapa membuat diri nya tidak bisa bergerak sama sekali. Angel ingin sekali memberontak, namun sayang nya Angel malah ikut terbawa suasana hingga akhir nya ia hanya bisa terdiam membiarkan kan Evan yang mulai mencium kening nya dengan lembut.
"Kau harus mengingat dengan kejadian ini." Bisik Evan di telinganya Angel.
"Prof, aku tid. . .," Belum selesai Angel melanjut kan pembicaraan, Evan dengan cepat mencium bibir kenyal Angel. Angel yang di perlakukan seperti itu pun hanya terdiam kembali. Evan dengan perlahan mencium leher Angel dan kemudian di lanjut dengan membuka pakaian yang Angel pakai. Tidak lupa, tangan nakal Evan yang telah menajalar di bagian bawah dan bermain-main di sana. Hal tersebut tentu membuat Angel menahan nya dengan ******* dan bersuara. Namun bukan nya berhenti, Evan malah bermain dengan semakin menjadi-jadi. Kedua nya akhirnya menikmatinya. Angel membiarkan dengan pasrah. Angel hanya bisa memegangi kedua tangan kekar suami nya untuk sebagai pegangan. Butuh beberapa jam Angel harus menahan nya, dan Evan melakukan nya tak hanya sekali tapi berulang kali. Hal tersebut membuat Angel sangat kelelahan menghadapi suami nya tersebut. Setelah di rasa selesai, Evan pun mencium kening istri nya dengan lembut dengan tersenyum.
"Prof, aku sangat lelah. Aku juga sangat mengantuk," Ucap Angel sembari memalingkan wajah nya ke lain arah.
"Sayang sekali. Baik lah. Istirahat dan tidur lah," Evan memeluk perut ramping Angel dan mencium kepala istri nya. Angel yang mendengar pun hanya terdiam. Karena sangat kelelahan, Angel punakhir nya tertidur dengan di peluk oleh Evan. Pun Evan yang merasa Angel sudah tertidur, dengan perlahan menarik selimut dan menyelimuti tubuh mulus istri nya tersebut.
"Pantas saja ia sangat kelelahan. Aku melakukan nya dari sore sampai jam 02.00 malam." Ucap Evan sembari melihat ke arah jam dinding di depan pintu kamar nya. Karena Angel telah tertidur, Evan pun memilih untuk ikut tidur. Mengingat ia juga menguras banyak energi untuk melakukan nya, hal tersebut tentu membuat Evan juga sangat lelah dan akhir nya juga tertidur dengan pulas hingga datang nya mentari.
* * * *
__ADS_1
Pagi kembali menyapa. Mentari kembali menampakan sinar nya. Angel pun terbangun dari tidur nya. Angel perlahan membuka mata, berusaha berpindah dari alam mimpi menuju alam nyata. Angel melihat ke arah jam dinding, jam telah menunjukan pukul 10.00. Angel pun segera bangun tidur nya.
"Sholat subuh ku telat!." Ucap Angel sembari melihat ke samping nya.
"Kemana prof?," Pikir Angel sembari melihat ke sekeliling kamar namun ia tak melihat keberadaan suami nya.
"Apa dia kembali ke Amerika lagi?," Tanya Angel di dalam hati. Angel pun dengan cepat membuka selimut dan beranjak dari size king. Namun, di saat Angel berdiri, ia merasa begitu perih beserta nyeri di bagian bawah nya. Angel pun akhir nya memilih untuk duduk sebentar di size king.
"Aww. Perih sekali." Ucap Angel. Pun Evan yang saat itu sedang masuk ke kamar mendengar ucapan Angel.
"Aku akan membantu mu ke kamar mandi," Ucap Evan sembari berjalan menghampiri Angel.
"Prof, kau dari mana?," Tanya Angel sembari melihat ke suami nya.
"Aku tidak kemana-mana. Aku hanya keluar kamar sebentar," Jelas Evan.
"Aku akan membawa mu ke kamar mandi, jadi pegangan yang erat," Ucap Evan sembari mulai mengangkat tubuh Angel.
"Prof, Prof. Turunkan aku. Tidak perlu seperti itu juga. Aku bisa ke kamar mandi sendiri," Tolak Angel sembari melepaskan tangan Evan. Evan yang mendengar pun akhir nya kembali menurun kan Angel ke size king.
"Benar bisa sendiri?," Tanya Evan dengan memperhatikan Angel yang saat itu duduk di size king dan menutupi tubuh nya dengan selimut.
__ADS_1
"Benar. Aku hanya perlu duduk sebentar saja. Prof tidak perlu mengantarkan ku ke kamar mandi. Aku punya kaki sendiri," Ucap Angel. Pun Evan yang mendengar pun akhir nya mengiyakan dengan pasrah. Angel mulai berdiri dan mulai berjalan perlahan menuju kamar mandi dengan menutupi tubuh nya dengan selimut. Evan yang melihat pun hanya bisa memperhatikan bagaimana tingkah Angel yang keras kepala tersebut.