My Husband Cold Lecturer

My Husband Cold Lecturer
Tidak Percaya


__ADS_3

Tidak Percaya


Di saat terbangun, Angel beranjak keluar kamar mencari keberadaan suami nya. Angel berjalan menuju kamar yang di tempati Evan di kamar yang bersebelahan.


"Prof," Panggil Angel dengan membuka pintu dan berjalan masuk ke dalam kamar.


"Ada apa?," Tanya Evan yang saat itu sedang duduk di atas sofa.


"Prof, aku lapar. Apa di dapur ada yang bisa di masak?," Tanya Angel dengan mengelus perut nya. Menginga seharian ini Angel memang belum makan sama sekali, hal tersebut membuat Angel merasa sangat lapar.


"Kau bisa mengetuk pintu terlebih dulu sebelum masuk!, apa kau tidak tau sopan santun!," Bentak Evan dengan menatap tajam ke arah Angel.


"Maaf prof," Angel menundukkan kepala nya kebawah. Angel tak menyangka jika Evan membentak nya.


"Jika lapar, kau ke dapur. Bukan malah masuk ke kamar ini," Ucap Evan. Angel yang mendengar pun sejenak terdiam. Ia benar-benar terluka dengan perkataan suami nya. Kedua mata nya sudah mulai berkaca-kaca. Angel berusaha untuk menahan air mata nya agar tidak terjatuh.


"Kenapa kau masih diam di sana?, keluar lah dari kamar ini!," Titah Evan.


"Prof, kau sudah kenapa?," Tanya Angel yang memberanikan diri.


"Sudah kenapa apa?," Evan malah berbalik bertanya ke wanita di depan nya.


"Semenjak aku di sini, sifat mu malah berubah. Apa yang salah dengan mu?," Tanya Angel dengan mengangkat kepala nya dan melihat ke arah suami nya.


"Aku yang berubah?, sekarang aku tanya kan pada mu. Coba katakan pada ku, lelaki mana yang tetap mau menerima istri yang sudah tidur bersama laki-laki lain?," Evan beranjak dari sofa dan berjalan mendekati Angel di depan nya.

__ADS_1


"Kau tidak mempercayai ku sama sekali?," Tanya Angel. Angel bertanya dengan air mata yang mulai berjatuhan di pipi nya.


"Percaya pada mu?, untuk apa. Aku lebih percaya dengan apa yang aku lihat dari pada percaya dengan penjelasan dari mu," Ucap Evan dengan wajah datar nya.


"Tapi apa yang kau katakan memang tidak benar," Jelas Angel dengan menggenggam tangan Evan berusaha menyakin kan.


"Aku tidak percaya padamu. Lepas kan!," Evan menghempaskan tangan Angel dengan kasar.


"Keluar dari kamar ku sekarang!," Teriak Evan. Evan mendorong Angel keluar dari kamar nya dan mengatup pintu kamar setelah Angel berhasil ia dorong.


"Jika kau lapar, beli lah makanan di luar. Di sini tidak ada makanan!," Ucap Evan. Angel yang mendengar pun hanya terdiam tak membalas perkataan suami nya.


"Sayang, maaf kan Dady. Dady tidak sengaja mendorong bunda," Ucap Angel dengan mengelus perutnya.


"Baby pasti sangat lapar?, bunda akan memberi baby makan. Tunggu sebentar ya nak," Gumam Angel sembari berjalan keluar dari apartemen. Mengingat perkataan Evan yang mengatakan tidak ada makanan di apartemen, membuat Angel mau tak mau harus mencari makanan di luar. Angel turun dari lift menuju sebuah toko kue di sebrang jalan. Sesampai nya di toko, Angel memeperhatikan kue-kue tersebut dan memilih nya untuk di beli. Angel membeli beberapa kue dan membawa nya kembali ke apartemen.


Sesampainya di apartemen, Angel berjalan masuk ke dalam kamar nya dan mulai menikmati kue yang ia beli. Karena begitu lapar, tak terasa jika ia menghabiskan empat potong kue yang ukuran besar hingga habis.


"Apa sekarang sudah kenyang baby?," Tanya Angel dengan melihat ke arah perutnya.


"Atau ingin makan lagi?, sepertinya memang sudah kenyang. Bunda juga tidak sanggup untuk memakan nya." Angel mengelus perutnya dengan tersenyum.


* * * *


Setelah makan roti, Angel merasa sangat haus. Karena begitu haus, Angel pun beranjak menuju dapur untuk minum. Namun saat sesampai nya di dapur, Alangakah terkejut nya Angel saat melihat semua minuman yang ada di dapur ada wine dan sejenis minuman barat yang memabukkan. Angel membuka kemudian membuka kulkas dan di kulkas juga penuh dengan wine. Melihat hal tersebut membuat Angel menutup kembali kulkas tersebut.

__ADS_1


"Apa kau lakukan?," Tanya seseorang yang entah sejak kapan berdiri di belakang Angel. Seseorang tersebut tak lain ialah Evan. Lelaki itu menatap Angel dengan tatapan dingin nya. Angel yang mendengar pun dengan cepat membalikan tubuh nya.


"Prof."


"Apa yang kau lakukan di sini?," Tanya Evan.


"Ak. . aku haus dan ingin minum air putih namun aku tidak menemukan nya," Jelas Angel dengan terbata-bata.


"Sudah aku katakan pada mu. Tidak ada apapun di dapur tapi kau tetap masuk ke dapur!," Ucap Evan. Evan membuka kulkas dan mengambil sebotol wine. Melihat Evan ingin meminum wine tersebut, Angel dengan cepat mengambil botol tersebut dari tangan suami nya.


"Apa yang kau lakukan. Kembalikan pada ku!," Bentak Evan.


"Apa yang kau lakukan prof. Kau tau kita tidak boleh meminum sesuatu yang di haram kan," Ucap Angel.


"Kau tidak perlu menceramahi ku. Kembalikan pada ku botol nya!," Evan menarik tangan Angel dengan kasar. Namun Angel dengan sekuat tenaga berusaha untuk tidak melepas botol tersebut dari tangan nya. Melihat Angel yang tetap tidak mau mengembalikan botol yang berisi wine tersebut, Evan pun kemudian kembali membuka kulkas nya dan mengambil sebotol wine lagi di kulkas. Melihat hal itu, Angel kembali merebut nya.


"Kembalikan padaku! berani sekali kau mengambilnya!," Cetus Evan dengan mengambil dengan paksa di tangan Angel hingga tak sengaja mendorong Angel membuat Angel terjatuh kelantai.


"Awhh." Angel memegang perutnya. Perut nya terasa sangat sakit. Sementara Evan yang melihat nya dengan cepat membangunkan Angel. Saat Angel berhasil berdiri, terlihat darah segar yang mengalir di kedua kaki Angel hingga sampai ke lantai.


"Prof, bantu aku. Perut ku terasa sangat sakit," Ucap Angel. Evan yang melihat pun dengan cepat meletakan botol wine ke sembarang tempat. Ia kemudian menggendong Angel keluar dari Apartemen menuju mobil nya.


Sesampainy di dalam mobil, Evan meletakan Angel di sebelahnya. Melihat Angel yang kesakitan, membuat Evan begitu panik. Ia berusaha menyadarkan Angel untuk tetap sadar.


"Angel, tetap buka matamu. Sebentar lagi kit akan Samapi di rumah sakit," Pinta Evan sembari mengemudi.

__ADS_1


"Prof.Anak kita prof," Ucap Angel dengan suara yang terdengar begitu lemah. Sementara Evan yang mendengar pun di buat semakin panik.


"Anak kita?," Evan mengemudi dengan kecepatan penuh menuju rumah sakit. Tak butuh waktu lama, Evan pun berhenti di depan rumah sakit dan membawa Angel keluar dari mobil. Evan menggendong tubuh istri nya berlari masuk ke dalam rumah sakit.


__ADS_2