My Husband Cold Lecturer

My Husband Cold Lecturer
Apa?


__ADS_3

Apa?


"Dok, bagaimana keadaan saya?," Tanya Angel ragu-ragu.


"Umm, pak Evan kemana?," Tanya dokter tersebut ke Angel.


"Dia sedang di Amerika dok. Memang saya kenapa dok?," Angel melihat ke arah dokter dengan tatapan yang bertanya-tanya.


"Sayang sekali kabar ini tidak bisa saya beri tahu kan secara langsung ke pak Evan," Ucap dokter tersebut.


"Memang nya saya kenapa dok?," Tanya Angel semakin heran. Angel tak mengerti sama sekali maksud dari perkataan dokter tersebut.


"Sebenar nya kamu sedang hamil Angel. Selamat ya," Ucap dokter tersebut dengan menjabat tangan Angel. Sementara Angel yang mendengar pun di buat terdiam beberapa saat karena sangat terkejut. Angel memutar ulang maksud perkataan dari dokter pada nya.


"M..m..maksud dokter, saya hamil?," Tanya Angel gelagapan.


"Iya benar. Kamu Hamil. Usia kehamilan saat ini baru dua minggu," Jelas dokter.


"Dokter, apa kau tidak salah?," Tanya Angel tak percaya.


"BenarAngel. Kamu saat ini sedang hamil muda," Ucap dokter tersebut.


"Benarkah?," Angel mengusap-usap perut datar nya. Perasaan Angel saat ini benar-benar tak menentu sama sekali. Ada rasa kebahagiaan yang bercampur kebingungan di dalam diri nya.


"Jangan terlalu stres dan jangan terlaku kelelahan ya. Karena dalam usia kandungan yang masih dua minggu, keadaan nya masih sangat lemah dan rentan keguguran jika terlalu kelelahan atau pun stres," Tutur dokter.

__ADS_1


"Baik dok," Balas Angel dengan tersenyum.


"Kalau begitu, kami permisi dulu ya," Pamit dokter dan diiyakan oleh Angel. Dokter dan asisten nya berjalan keluar diikuti Angel yang ikut mengantar kan nya sampai di depan rumah.


"Terima kasih dok," Ucap Angel saat dokter dan asisten nya masuk ke dalam mobil.


"Sama-sama." Balas dokter sembari mengemudi keluar dari halaman rumah. Setelah mobil sudah tidak terlihat lagi, Angel pun kembali masuk ke dalan rumah.


"Hai bayi, sehat-sehat ya nak." Sapa Angel dengan memegang perut nya. Angel kemudian berjalan kembali masuk ke dalam kamar untuk membaringkan tubuh nya di atas size king. Sembari berbaring menghadap langit-langit kamar, Angel mulai memikirkan tentang banyak hal. Banyak sekali pertanyaan yang muncul di dalam pikiran nya. Butuh waktu panjang Angel memikirkan suami nya yang jauh dari nya. Saat ini Angel ingin sekali memberitahukan kabar kehamilan nya pada suami nya, namun ia tak tau harus mengabari di mana. Sebab, Angel tidak memiliki no handpone suami nya di Amerika. Angel sudah berulang kali menghubungi suami nya di medua sosial salah satu contoh nya instagram namun ia tak mendapatkan balasan apa pun daru suami nya. Mengingat perkataan suami nya sebelum pergi bahwa akan menetap di Amerika dalam waktu lama, membuat Angel begitu takut jika suami nya benar-benar melupakan nya. Angel berpikir berulang-ulang bagaimana cara menghubungi suami nya tersebut.


"Hay bayi, kamu sehat-sehat di perut bunda ya nak." Angel kembali mengelus perut datar nya tersebut dengan tersenyum.


"Maafkan bunda juga ya, karena keras kepala tidak mau ikut dengan dady mu. Bunda sebenar nya masih kekanakan dan selalu tidak mau kalah dengan dady mu." Celoteh Angel.


* * * *


Sementara di tempat lain. Dua orang terlihat sedang makan malam di salah satu restoran bintang lima. Seseorang tersebut ialah Evan dan juga Vina. Malam ini Vina sengaja menunggu Evan di luar apartemen dan memohon jika Evan mau makan malam bersama nya malam ini. Evan pun mengiyakan dan makan malam di salah satu restoran yang tak jauh dari Apartmen nya.


"Sayang, ada sesuatu yang perlu aku tanyakan pada mu," Ucap Vina.


"Sesuatu apa?," Tanya Evan.


"Umm, bagaimana keadaan istri mu?," Tanya Vina.


"Kenapa kau bertanya tentang istri ku?," Tanya Evan dengan melihat ke arah Vina.

__ADS_1


"Tidak ada. Aku hanya penasaran saja. Mungkin saja kau telah meninggalkan nya," Balas Vina. Pun mendengar pun menatap Vina dengan tatapan dingin nya. Perkataan Vina kali ini membuat Evan marah.


"Aku tidak akan pernah meninggalkan istri ku." Tegas Evan.


"Aku tidaj memaksakan kau meninggalkan istri mu. Tapi aku ragu jika istri mu lah yang akan meninggal kan mu," Ucap Vina sembari memotong daging di piring nya.


"Apa maksud mu?," Tanya Evan.


"Jika dia tau jika kau memiliki hubungan dengan ju dan akan segera menikah, aku tidak yakin jika dia mau bertahan dengan mu lagi," Jelas Angel dengan tersenyum.


"Bagaimana pun keadaan nya, aku tidak akan pernah meninggalkan istri ku!." Tegas Evan sembari berdiri dan berjalan meninggalkan Vina.


"Kau mau kemana?," Tanya Vina sembari ikut berdiri berjalan keluar restouran.


"Aku mau pulang untuk istirahat. Jangan mengganggu ku," Jawab Evan.


"Tapi kita belum selesai makan sayang," Ucap Vina dengan memegang tangan Evan.


"Kau bisa menghabiskan makanan mu sendiri. Aku sudah kenyang." Ucap Evan dengan melepaskan tangan Vina dari nya. Evan berjalan masuk kedalam mobil dan mengemudi menjauh dari restoran. Sementara Vina hanya menatap kepergian Evan dengan kesal.


"Aku hanya membahas wanita kampung itu tapi dia malah meninggalkan aku di sini." Kesal Angel sembari kembali masuk ke dalam restoran untuk melanjut kan makan malam nya.


Di dalam mobil, Evan teringat perkataan Vina. Bisa saja Angel diam-diam meninggalkan nya. Hal tersebut membuat Evan sangat terpikirkan dengan keadaan istri nya. Saat ini rasa nya Evan begitu ingin mengabari istri nya namun rasa marah nya pada istri nya lah yang membuat Evan terus menahan diri nya untuk tidak menghubungi Angel.


"Keras kepala, tidak mau di atur." Gumam Evan dengan helaan. Mengingat bagaimana Angel menolak untuk ikut dengan nya ke Amerika, membuat Evan ingin tetap menahan diri nya untuk tidak menghubungi istri nya tersebut. Rasa marah nya pada Angel lebih besar dari pada cinta nya. Hal itulah yang membuat Evan tidak mau sama sekali menghubungi Angel. Entah sampai kapan amarah nya akan hilang, Evan sendiri pun tidak mengetahui nya. Evan tak bisa mengontrol amarah nya.Bagaimana tidak marah?, sebab Sudah berulang kali Evan membujuk Angel untuk ikut dengan nya ke Amerika namun Angel dengan keras kepala nya tetap tidak mau ikut dengan nya. Bahkan Evan membujuk Angel semenjak Angel masih berkuliah hingga Angel telah selesai menyelesaikan kuliah nya, Angel tetap menolak untuk ikut ke Amerika. Hal tersebut tentu membuat Evan marah.

__ADS_1


__ADS_2