
Bertemu
William tertawa mendengar perkataan Evan. Ia mengerti jika teman nya itu saat ini sedang cemburu pada nya karena memuji Angel.
"Hahahaha..."
"Apa yang kau tertawakan?, apa aku terlihat sedang melucu?," Evan menatap teman nya tersebut dengan kesal. Bagaimana bisa William berani tertawa di saat ia sedang serius.
"Tapi apa yang aku katakan itu memang benar, Evan. Istrimu sangat cantik," Ucap William. Namun tidak di acuhkan oleh Evan.
"Hmm. Bagaimana kau dan Vina?," Tanya William.
"Tidak ada bagaimana. Biasa saja," Jawab Evan santai.
"Biasa apanya?," Tanya William dengan heran.
"Dia tetap mengancam ku setiap bertemu," Balas Evan dengan nafas berat nya.
"Sebaiknya kau selesaikan satu persatu masalah mu itu. Aku yang tidak menjadi mu saja juga ikut pusing melihat nya," William memegang bahu teman nya tersebut dan melihat nya dengan serius.
Walaupun Evan yang mempunyai masalah, tapi tetap saja ia berteman dengan Evan. Tentu itulah yang membuat William mencari solusi dengan apa yang di hadapi Evan.
"Aku tau itu." Balas Evan.
"Menurut pandangan mata ku, aku tidak yakin jika istri mu pernah tidur bersama lelaki lain. Kau lihat sendiri tadi, i bersalaman dia tidak mau, apalagi sampai tidur bersama lelaki lain selain diri mu," Tutur William.
"Berbeda kasus William. Di hotel dia dalam keadaan mabuk, aku sudah mencari tau sedikit demi sedikit informasinya," Jelas Evan.
"Kau mencari tau dari siapa?," Tanya William.
"Aku mencari tau dari salah satu rekan bisnis yang hadir di peresmian hotel tersebut. Ia mengatakan jika Angel salah mengambil minuman, ia mengira hanya jus ternyata wine," Evan mengusap wajah nya dengan kasar. Membayangkan bagaimana Angel saat di hotel pun membuat Evan semakin frustasi.
__ADS_1
"Bagaimana dengan istri mu?, apa dia mengatakannya?," Tanya William.
"Dia menyangkal nya. Dia mengatakan tidak pernah tidur dengan lelaki itu," Jawab Evan.
"Jika aku sebagaimu, aku lebih mempercayai ucapan istri dari pada prasangka diri sendiri," Ucap William dengan menghabiskan jus di dalam gelas nya. Pun Evan hanya terdiam.
"Aku sudah lama di tempat mu. Aku harus ke perusahaan lagi," William berdiri dan merapikan jas nya.
"Kau kembali ke perusahaan?," Evan menatap William dengan heran. Evan ikut berdiri mengantarkan William ke depan apartemen.
"Iya, aku ada perkerjaan sangat banyak di perusahaan," Jelas William dan hanya di anggukan oleh Evan.
Setelah dilihat William sudah tidak terlihat lagi, Evan kembali masuk ke apartemen dan masuk kedalam kamar nya untuk beristirahat. Melihat sekarang sudah mulai malam, membuat Evan memutuskan untuk menidurkan diri nya. Namun di saat ia mulai memejamkan mata nya, tiba-tiba terdengar suara ketukan dari luar apartemen. Hal tersebut membuat Evan kembali terbangun dan beranjak keluar dari kamar. Secara tak sengaja, ternyata Angel juga sehabis keluar dari kamar nya untuk membuka pintu.
"Untuk apa kau keluar?," Tanya Evan dengan wajah datar nya.
"Aku ingin membuka pintu. Sejak tadi ku dengar ketukan pintu diluar membuat ku tidak bisa tertidur," Jelas Angel. Evan yang mendengar pun hanya terdiam dengan mengalihkan pandangan nya. Lelaki itu berjalan menuju pintu untuk membuka pintu. Ada pun Angel ikut berjalan untuk melihat siapa yang datang ke apartemen malam-malam begini.
"Untuk apa kau membawa dia kemari?," Tanya Evan yang menatap seorang wanita di hadapan nya. Wanita tersebut tak lain ialah Vina.
"Sayang, kau ini kenapa?, aku baru datang bukan nya di sambut dengan hangat, tapi malah di teriaki begitu," Ucap Vina dengan memangku kedua tangan nya.
"Hai Angel," Sapa seseorang lelaki di samping Vina. Lelaki itu langsung melambaikan tangan nya di saat melihat Angel. Lelaki tersebut tak lain ialah Bara.
"Apa yang kau lihat hah?, brengsek!," Tanpa aba-aba, Evan langsung saja memukul wajah lelaki di depan nya. Evan memukuli hingga lelaki itu tersungkur dan terjatuh.
"Bara!," Angel melihat lelaki tersebut dengan tersentak. Ditambah Evan yang tiba-tiba memukul Bara membuat Angel semakin terkejut.
"Apa yang kau lakukan, prof," Angel menahan Evan dengan memegang tangan lelaki itu.
"Heyy. Kau ini sudah kenapa?," Ucap Vina yang juga tak kalah terkejut. Vina membantu
__ADS_1
"Kenapa?, kau mengkawatir kan lelaki ini hah?," Tanya Evan dengan dengan sangat marah.
"Apa yang kau katakan. Tahan rasa marah mu, kenapa harus memukuli orang," Angel memegang kedua bahu suami nya berusaha untuk menenang kan nya. Namun sayang nya, melihat Angel yang menahan nya untuk memukuli Bara, membuat Evan semakin berpikir jika Angel melindungi lelaki itu. Membuat Evan semakin naik pitam.
"Kau brengsek!," Teriak Evan yang menarik kerah baju Bara dan kembali memukul nya membuat Bara kembali tersungkur. Melihat Evan yang terus memukuli nya, Bara membalas pukulan Evan.
"Kau juga tak kalah brengsek dari ku!," Teriak Bara. Kedua nya saling pukul. Membuat Angel dan Vina terlihat panik. Mereka tak tau harus berbuat apa dengan keadaan sekarang ini. Seisi apartemen ikut menonton perkelahian Evan dan Bara. Tidak ada yang berani menghentikan nya. Melihat hal itu, karena panik. Angel mengambil air sebaskom dari kamar mandi dan menyiramkan nya pada dua orang lelaki yang sedang berkelahi tersebut.
"Berhenti! Prof kau dengar aku!," Panggil Angel setelah menyiram kan air, namun Evan tidak memperdulikan nya. Dua orang lelaki itu masih saling memukuli satu sama lain hingga membuat wajah mereka berdarah dan membiru.
"Prof, jika kau tidak berhenti. Kita harus bercerai!," Teriak Angel. Mendengar begitu, Evan kemudian berhenti memukuli Bara. Lelaki itu terdiam sejenak kemudian mengalihkan pandangan nya ke Angel.
"Apa yang kau katakan?," Tanya Evan dengan mendekati Angel di pintu apartemen.
"Berhentilah berkelahi. Kau lihat orang-orang sudah berkumpul karena keributan ini," Balas Angel.
"Bukan itu alasan nya. Kau hanya takut aku membunuh laki-laki itu bukan?," Evan menunjuk ke arah Bara dengan penuh kemarahan.
"Tidak begitu. Ayo masuklah. Tenang kan dirimu," Angel memeluk suami nya berusaha untuk membuat Evan lebih tenang. Evan sejenak terdiam membiarkan Angel memeluk nya.
"Bara! Vina, kalian begitu juga. Kembali lah dulu kerumah kalian. Jangan terus berdiri di sana membuat situasi ini tidak dingin," Titah Angel yang masih memeluk Evan sembari mengelus-elus punggung suami nya.
"Berani sekali kau berkata begitu. Angel kau ingat, semua ini terjadi karena diri mu!" Vina menatap Angel dengan kesal.
"Bara!, menjauhlah. Bawa Vina untuk keluar dari sini. Ku mohon pada mu," Pinta Angel.
"Tidak. Kami tidak akan keluar dari sini!," Ketua Vina.
"Sudah. Vina, ayo kita pergi," Bara menarik tangan Vina untuk pergi.
"Angel, senang bisa melihat mu," Ucap Bara dengan senyuman. Walau bibir nya mengeluarkan darah akibat pukulan Evan, lelaki itu tetap masih bisa tersenyum ke hadapan Angel.
__ADS_1
Bara membawa Vina keluar dari gedung apartemen dan membawanya pergi.