My Husband Cold Lecturer

My Husband Cold Lecturer
Tidak Ada Kabar


__ADS_3

Tidak Ada Kabar


Setelah kejadian itu, Evan tidak pulang beberapa hari. Bahkan di kampus pun Evan tidak terlihat sama sekali. Tidak ada kabar sama sekali dari Evan. Angel mencoba menghubungi namun telpon nya tidak aktif sama sekali. Angel sudah mencoba mencari ke rumah mertua nya beralasan sekedar menjenguk mertua, namun tetap saja ia tidak melihat keberadaan Evan di rumah. Hal tersebut tentu membuat Angel berfikiran yang tidak-tidak terhadap suami nya.


"Apa prof mencampa kan aku setelah mendapat kan apa yang dia ingin kan?." Begitu lah yang terfikir kan oleh Angel.


Angel duduk menghadap balkon dari kamar nya. Ia merenung sembari memandang ke arah luar. Angin terdengar berisik, begitu pun suara para lalu lalang motor yang terdengar di luar sama hal nya dengan keberisikan yang ada di kepala nya. Sama-sama tidak ada ketenangan yang tersedia untuk diri nya. Banyak sekali ketakutan-ketakutan yang sedang berputar di dalam kepala nya.


"Bagaimana jika Evan meninggal kan nya dan hanya sekedar mempermain kan diri nya saja." Pikir Angel. Angel mengha nafas sejenak dan menghembis kan nya secara perlahan.


Namun disaat Angel sedang merenung memikir kan keberadaan Evan. Tiba-tiba terlihat sebuah mobil masuk ke perkarangan rumah. Mobil tersebut ialah milik Evan. Angel melihat dari balkon suami nya yang turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.


"Aku kira prof sudah lupa dengan jalan pulang." Ucap Angel sendirian. Angel melangkah masuk ke kamar untuk menunggu Evan. Sembari menunggu suami nya masuk ke dalam kamar, Angel duduk dengan tenang dan berusaha untuk tetap tenang. Tak beberapa lama, orang yang di tunggi-tunggu pun masuk kemar. Evan membuka pintu kamar dan pemendangan pertama yang ia lihat adalah istri nya yang duduk di atas sofa sembari melihat ke arah nya. Sempat Evan melihat ke arah Angel sejenak, dan kemudian mengalihkan pandangan nya dengan cepat. Evan berjalan menuju lemari dan mengambil satu handuk setelah itu iapin melangkah menuju kamar mandi tanpa menyapa Angel terlebih dahulu.


"Apa prof tidak melihat ku di sini?." Pikir Angel dengan heran. Bagaimana bisa suami nya tidak melihat nya. Tentu saja itu suatu hal yang mustahil.


"Bukan dia tidak melihat ku. Tapi dia memang sengaja mengabaikan aku." Angel beranjak mengikuti Evan menuju kamar mandi kecil yang ada di sebelah kamar. Angel berdiri di depan pintu dan mengetuk pintu kamar mandi tersebut.


Tok..tok.


"Ada apa?," Tanya Evan tanpa membuka pintu tersebut.


"Prof, kau dari mana saja?," Teriak Angel dari luar.


"Kenapa? apa kau mengkawatir kan aku?," Tanya Evan.


"Tidak. Aku hanya takut jika prof di culik, aku takut jika aku harus bersusah payah mencari mu prof." Angel bersuara dengan nada kesal. Pun Evan yang mendengar pun tersenyum mendengar nya.


"Aku sedang mandi. Kita berbicara nanti saja. Namin jika kau ingin mandi bersama ku, maka masuk la." Ucap Evan dengan tersenyum. Sementara Angel yang mendengar pun, tanpa berpikir panjang ia melangkah kembali menuju kamar.

__ADS_1


"Dia terdengar cukup sehat. Syukur lah." Gumam Angel. Angel duduk di pinggiran sofa sembari membaca novel islami.


Tak butuh beberapa menit, Evan keluar dari kamar mandi dengan memakaikan sebuah handuk yang melilit di bagian perut sispack nya. Angel yang melihat pun dengan cepat mengalih kan pandangan nya.


"Apa yang ingin kau bicara kan?," Tanya Evan sembari berjalan ke arah lemari untuk mengambil baju yang ingin ia pakai.


"Prof kemana saja beberapa hari ini?, Tanya Angel.


"Tidak jauh-jauh. Aku masih berada di dalam bumi ini saja." Jawab Evan santai.


"Prof!." Angel duduk sembari memangku kedua tanga n nya.


"Aku tidur di hotel tidak kemana-mana." Jawab Evan.


"Hotel?." Angel menautkan kening nya dengan heran.


"Dengan wanita mana lagi ia beberapa hari ini?," Pikir Angel di dalam hati nya.


"Apa?," Tanya Angel.


"Aku minta maaf soal beberapa hari kemaren. Aku tidak bisa mengendalikan diri ku." Evan duduk bersebelahan dengan Angel sembari menggenggam tangan Angel dengan perlahan.


"Jangan membahas apa pun tentang hari kemaren. Aku tidak ingin mengingat nya lagi." Angel melepaskan tangan nya dari genggaman tangan suami nya.


"Kenapa?, apa kamu sebegitu nya menyesal?," Tanya Evan.


"Berhentilah membahas hari kemarin dengan ku, prof. Aku tidak ingin mengingat apa pun menyangkut kemaren."Jelas Angel.


"Baik lah. Sekarang apa masih ada yang ingin kamu tanya kan pada ku?," Tanya Evan

__ADS_1


"Tidak ada. Aku sudah selesai." Angel beranjak dari duduk nya berniat untuk keluar dari kamar. Namun tiba-tiba Evan kembali menarik Angel untuk kembali duduk kembali duduk


"Tungu dulu. Duduk lah kembali," Titah Evan. Pun Angel duduk bersebelahan dengan Evan.


"Ada apa lagi?," Tanya Neyya dengan serius.


"Buat kan makanan untuk ku. Aku sangat lapar," Pinta Evan. Pun Angel yang mendengarpin hanya menghela nafas panjang nya. Angel sungguh heran dengan kelakuan suami nya tersebut. Ingin makan pun berbicara seolah ada sesuatu yang penting saja.


"Baik lah prof. Aku akan ke dapur untuk memasak," Pamit Angel. Ia kemudian pun beranjak dari duduk nya dan berjalan menuju dapur.


"Tunggu. Prof ingin makan apa?," Tanya Angel sebelum benar-benar keluar dari kamar.


"Apa saja. Buatkan saja apa yang kau bisa me.buatnya," Jawab Evan.


"Baik lah, prof."


Angel mulai memasak di dapur untuk suami nya. Sementara Evan masih berada di kamar sembari menunggu Angel selesai memasak. Evan duduk di atas sofa sembari memain kan ponsel nya bermain game. Setelah beberapa menit lama nya, Angel pun memanggil suami nya untuk makan.


"Prof! makanan nya sudah siap. Ayo cepat makan," Ucap Angel sembari berdiri di depan pintu kamar memanggil suami nya.


"Baik lah. Apa memasak menu apa?," Tanya Evan sembari menghampiri Angel.


"Ayam goreng saja." Jawab Angel. Mereka berjalan bersama menuju meja makan. Sesampai nya di meja makan, Evan menari satu kursi untuk duduk dan menikmati makanan yang di siap kan Angel Begitu pun dengan Angel. Kedua nya makan bersama-sama dengan tenang.


"Ternyata masakan ku cukup enak." Gumam Angel. Evan yang mendengar pun tertawa.


"Kenapa? apa yang prof tertawa kan?," Tanya Angel heran.


"Bukan apa-apa. Makan lah," Jawab Evan.

__ADS_1


"Apa prof kira aku duduk di meja makan ini untuk berkebun? tentu saja aku ingin makan." Ucap Angel. Pun Evan yang mendengar pun hanya tersenyum dengan menahan tawa.


Mereka menyelesaikan makanan tersebut dan menghabiskan nya hingga selesai.


__ADS_2