My Husband Cold Lecturer

My Husband Cold Lecturer
Mual


__ADS_3

Mual


Di perusahaan, seorang lelaki sedang duduk bersantai sembari menyandarkan punggung nya di kursi. Seseorang tersebut tak lain ialah Evan. Evan menikmati jam istirahat nya sendirian di dalan ruangan kerja nya. Di saat sedang bersantai, tiba-tiba seseorang membuka pintu. Evan pun mengalihkan pandangan nya ke arah pintu.


"Hai sayang," Sapa seseorang tersebut sembari berjalan menghampiri Evan. Seseorang tersebut ialah Vina. Gadis cantik berkulit bening dan putih bersih.


"Hmm, ada apa Vina?," Tanya Evan dengan masih menyandarkan punggung nya di kursi.


"Tidak apa-apa. Aku hanya ingin menemani mu," Jawab Vina sembari menarik satu kursi dan duduk bersebelahan dengan Evan.


"Kenapa? kau merindukan aku?," Tanya Evan.


"Sangat merindukan," Balas Vina sembari menyentuh dada bidang Evan.


"Kau sangat pandai merayu," Ucap Evan dengan memindahkan tangan Vina dari dada bidang nya.


"Apa aku tidak boleh merayu?," Tanya Vina dengan menggigit kuku nya sembari menatap Evan dengan tersenyum.


"Hmm, ada apa kau kemari?," Tanya Evan.


"Tidak ada. Aku hanya ingin memastikan mu jika kau tidak bersama wanita lain di dalam ruang kerja mu ini," Ucap Vina sembari melihat sekeliling ruangan.


"Sekarang sudah kau lihat jika aku sedang sendiri. Jadi pergi lah dari sini, aku sedang berkerja," Pinta Evan.


"Tidak. Aku akan menemani mu berkerja," Tolak Vina.


"Tidak baik di lihat orang-orang di perusahaan jika kau bersama dengan ku di satu ruangan tertutup begini," Ucap Evan. Pun Vina yang mendengar pun kemudian tertawa.

__ADS_1


Hahahaha


"Sejak kapan kau memikirkan apa kata orang-orang?, bukan kah selama ini kau selalu bersama wanita yang berbeda setiap hari nya?," Ucap Vina sambil tertawa. Sementara Evan tang mendengar pun sejenak terdiam memikirkan perkaraan Vina. Apa yang dikatakan Vina memang benar ada nya. Evan memang bukan lah orang yang perduli dengan apa kata orang-orang di perusahaan. Dari dulu memang Evan selalu membawa wanita yang berbeda masuk ke ruangan nya setiap bulan bahkan terkadang hari.


"Ada apa dengan ku?, kenapa semenjak sudah menikah dengan gadis yang tidak cinta dengan ku, aku malah tidak begitu tertarik untuk bersama wanita lain?," Pikir Evan sembari memegang dagu nya.


"Sayang, kenapa malah diam? Kau sedang memikir kan apa?," Tanya Vina. Pun Evan yang mendengar pun akhir nya tersadar dari lamunan nya.


"Umm, tidak ada. Aku hanya sedang lelah," Jawab Evan dengan mengusap wajah nya.


"Lelah?, apa kau mau jika aku memijit mu?," Tawar Vina.


"Tidak perlu." Tolak Evan.


"Kenapa? apa kau takut aku menggoda mu?," Tanya Vina dengan tersenyum.


"Kau mengusir ku untuk pergi?," Tanya Vina yang terdengar kecewa.


"Aku tidak mengusir mu. Aku hanya ingin kau membiarkan aku istirahat sebentar," Jelas Evan.


"Itu arti nya kau sedang mengusir ku secaa halus," Ucap Vina.


"Vina tolong lah. Aku sedang benar-benar tidak ingin di ganggu. Tolong beri aku waktu sendiri," Titah Evan dengan melihat ke arah Vina dengan tatapan yang dingin.


"Baiklah. Jika kau tak ingin bersama ku di perusahaan, aku akan menunggu mu di apartmen malam nanti." Tegas Vina sembari berdiri dan berjalan beranjak keluar dari ruangan.


"Menyusahkan aku saja." Ucap Evan setelah Vina tak terlihat lagi.

__ADS_1


* * * *


Di tempat lain, seseorang terlihat sedang duduk termenung di dalam kamar sendirian. Seseorang tersebut tak lain ialah Angel. Angel duduk sembari menatap dinding dengan tatapan kosong. Sudah beberapa hari ini Angel hanya berada di rumah sendirian tanpa suami nya. Rasa nya begitu bosan. Semenjak Evan terbang ke Amerika beberapa hari lalu, sampai sekarang Angel tak mendapat kan kabar apapun dari suami nya. Angel sudah mencoba untuk mengirim pesan di ig, namun tetap tak ada balasan dari Evan.


"Apa jangan-jangan dia benar-benar meninggalkan aku?," Pikir Angel. Entah mengapa timbul rasa khawatir di dalam diri Angel. Di saat Angel masih termenung, tiba-tiba ia merasa mual. Angel dengan cepat berlari ke kamar mandi.


Huak. .huak..huakk..


Semenjak bangun pagi tadi, Angel sebenar nya memang merasa sedikit pusing dan tidak enak badan. Namun Angel tak begitu menghiraukan nya. Saat sekarang lah ia benar-benar merasa mual dan pusing.


"Apa aku salah makan sesuatu?," Pikir Angel sembari membersihkan mulut nya dan mengeluarkan nya kembali.


"Kepala ku juga pusing. Aku rasa aku memang salah makan sesuatu." Ucap Angel sembari memijit leher nya sendiri. Angel keluar dari kamar mandi dan kembali duduk di atas sofa di dalam kamar nya. Sembari duduk, Angel tiba-tiba teringat dengan foto pernikahan nya. Entah mengapa ia begitu merindukan wajah suami nya. Angel ingin sekali memandangi wajah suami nya tersebut. Angel kemudian membuka galeri handpone nya untuk melihat foto pernikahan nya. Di sana. terlihat wajah mengesalkan diri nya yang saat itu sangat membenci suami nya. Terlihat juga foto suami nya yang memeluk nya di hari pernikahan tersebut. Angel memandangi foto-foto tersebut dengan tersenyum. Entah mengapa saat ini Angel sangat merindukan sosok suami nya tersebut. Angel begitu rindu dengan pelukan hangat suami nya.


"Apa dia benar-benar tidak berniat untuk mengabari ku?," Pikir Angel dengan memandangi foto suami nya tersebut.


"Apa prof tidak berniat untuk menelpon ku?," Ucap Angel.


"Apa prof benar-benar marah pada ku?, apa penolakan ku untuk tidak ikut ke Amerika sangat membaut prof kecewa?, padahal aku hanya tidak ingin ke Amerika saja. Aku tidak pernah mengatakan jika aku tidak ingin bersama mu prof,". Gumam Angel sembari menatap gambar-gambar kenangan di hari pernikahan nya dulu. Di Saat Angel masih menatap gambar-gambar suami nya, tiba-tiba ia kembali merasa mual lagi dan akhir nya Angel kembali ke kamar mandi.


Huakkk..huakk...huakk


" Ada apa dengan diriku? apa sefatal itu karena makanan?," Pikir Angel.


"Aku seperti nya juga masuk Angin." Ucap Angel sembari keluar dari kamar mandi dan kembali duduk di atas sofa di dalam kamar. Saat sampai di kamar, Angel pun berpikir untuk menelpon dokter pribadi suami nya dan meminta dokter tersebut untuk memeriksa kan keadaan nya. Angel hanya takut jika keadaan nya semakin parah jika tidak di tangani dengan cepat oleh dokter. Tidak butuh waktu lama, dokter pun sampai bersama asisten nya ke rumah. Dokter mulai memeriksa keadaan Angel.


"Bagaimana Dok? apa aku salah makan sesuatu atau bagaimana dok?," Tanya Angel. Pun dokter tersebut pun kemudian membuka kaca mata nya dengan tersenyum. Begitu pun asisten nya.

__ADS_1


__ADS_2