My Husband Cold Lecturer

My Husband Cold Lecturer
Maafkan aku


__ADS_3

Maaf kan Aku


Di dalam kamar. Angel berusaha keras melepaskan diri nya dari Evan yang saat itu terus mendorong nya. Namun perjuangan Angel sia-sia. Kali ini Evan sudah terlanjur kehilangan kendali dengan diri nya sendiri. Dengan keadaan sadar, Evan telah melakukan nya secara paksa. Hari ini adalah hari dimana mahkota Angel hilang oleh suami nya sendiri. Setelah berjuang sangat keras untuk melepaskan diri, namun tetap saja ia tak bisa lepas dari Evan. Evan sudah terlanjur melakukan nya. Merasa tak berdaya, akhir nya Angel membiarkan dengan pasrah. Angel terdiam dalam tangisan. Tidak perduli bagaimana Angel menangis, Evan terus saja melakukan aksi nya dengan kasar. Sudah tidak ada sehelai benang yang melekat di tubuh Angel. Semua sudah selesai hari ini.


"Hikss. . .hiks." Angel menangis menahan sakit. Evan mencium bibir istrinya sembari terus melakukan aksinya. Hingga butuh beberala jam, akhirnya Evan menyelesaikan nya. Seusai melakukan nya, Evan memandangi wajah Angel yang sedang menangis. Ia dengan lembut menghapus air mata istri nya tersebut. Namun Angel menepis nya dengan kasar.


"Lepas kan!." Ucap Angel di sela tangis nya. Angel mengalihkan tubuh nya kearah lain membelakangi Evan. Evan pun menjauh kan tangan nya dari pipi mulus Angel.


"Maaf kan aku." Gumam Evan. Melihat Angel menangis begini sungguh membuat diri nya sangat hancur.


"Angel, berhenti lah menangis," Melihat Angel menangis karena ulah nya begini membuat diri nya sangat menyesal karena melakukan nya.


"Pergi dari kamar! aku tidak ingin melihat mu!." Teriak Angel. Sementara Evan yang mendengar pun beranjak dari kasur dan memakai kan kembali baju nya dan kemudian ia pun keluar dari kamar.


"Maaf kan aku Angel. Aku benar-benar tak mengendalikan diri ku." Ucap Evan sebelum benar-benar keluar dari kamar.


Ada pun Angel, setelah Evan keluar dari kamar. Tangis nya pun pecah. Ia menangis dengan sejadi-jadi nya. Bagi Angel, hari ini adalah hari yang paling hancur untuk diri nya. Angel menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuh nya.


"Hiks..hiks.. Kenapa dia melakukan nya disaat aku belum ingin melakukan nya." Gumam Angel di sela-sela tangisnya. Air mata nya mengalir dengan deras membasahi kedua pipi mulus nya. Angel sebenarnya bukan ingin tidak memberi hak suami nya atas diri nya, namun Angel ingin memberi hak suami nya ketika ia siap melakukan nya dengan suami nya.

__ADS_1


"Hiks. . hiks..Kenapa dia tidak mengendalikan diri nya seperti sebelum nya." Ucap Angel lirih. Angel terus menangis hingga tak butuh beberapa lama ia akhir nya tertidur karena kelelahan.


* * * *


Sementara di sisi lain. Seseorang terlihat duduk di mansion. Seseorang tersebut adalah Evan. Evan merenung sendirian dengan kedua mata yang memandangi Tv di depan nya namun sebenar nya ia sama sekali sedang tidak menonton TV. Isi kepala nya terus mengulang-ulang kejadian yang ia lakukan terhadap Angel. Mengingat hal itu membuat diri nya sangat menyesal karena melakukan nya. Mengingat bagaimana Angel menangis, membuat dirinya sangat sedih karena menyakiti Angel.


"Ya tuhan. Kenapa aku melakukan nya di saat dia tidak ingin melakukan nya.Arggggh." Evan mengacak-ngacak rambut nya dengan kasar. Ia kebingungan harus berbuat apa agar Angel tak membenci nya.


"Tidak ada yang bisa aku lakukan." Evan membaringkan tubuh nya di atas sofa di mansion sembari memandangi TV.


"Aku harus meminta maaf dengan cara apa pada nya?," Pikir Evan.


"Jika Angel tidak melihat ku, maka ia akan sedikit tenang. Kuharap begitu." Pikir Evan. Ia beranjak duduk dan menyadarkan punggung nya di kepala sofa.


"Jadi sebaik nya malam ini aku tidak tidur di rumah." Gumam Evan. Ia berdiri dan beranjak kembali kemar.


"Bagaimana cara nya aku mengambil kunci mobil di kamar?," Pikir Evan. Ia berjalan perlahan membuka pintu kamar, saat pintu terbuka terlihat Angel yang saat itu masih berada di size king. Tidak ada gerakan apa pun dari Angel. Evan yang melihat pun berjalan perlahan dan sangat hati-hati mengambil kunci mobil di atas lemari di samping Angel. Saat kunci mobil berhasil di ambil, Evan sejenak memandangi Angel, Wanita tersebut terlihat telah tertidur.


"Ternyata dia sudah tertidur. Dalam keadaan tidur pun dia tetap cantik," Gumam Evan. Ia mencium kening Angel dengan hati-hati.

__ADS_1


"Tidurlah. Aku tidak akan mengganggu mu." Evan berjalan dengan perlahan beranjak keluar kamar. Evan beejalan menelusuri ruang tamu menuju mobil nya di luar rumah. Sebelum masuk ke mobil, Evan sejenak melihat kembali ke dalam rumah. Ia sebenarnya tidak ingin meninggal kan Angel, namun jika Angel melihat diri nya hari ini akan memperburuk keadaan.


"Tenang kan diri mu dulu. Aku akan kembali," Ucap Evan sembari membuka pintu mobilnya dan masuk kedalam mobil. Evan menghidupkan mesin mobil nya dan mulai mengemudi dan menjauh dari rumah nya.


Di dalam perjalanan, Evan sedikit bingung harus kemana. Ia tidak mungkin ke rumah orang tua nya sendirian. Apa kata kedua orang tua nya jika diri nya tidak membawa Angel bersama nya. Begitu pun ke rumah mertua nya. Itu juga tidak mungkin.


"Aku harus kemana?," Pikir Evan dengan frustasi. Evan membanting stir mobil nya.


"Tidak ada pilihan lain. Sebaik nya aku menginap di hotel saja." Ucap Evan memutus kan. Evan pun mengemudi menuju sebuah hotel yang tak jauh dari rumah nya. Setelah sampai di hotel, ia memesan satu kamar untuk diri nya beristirahat.


"Mba, saya ingin memesan satu kamar." Evan memberikan ktp nya ke seorang Resepsionis. Wanita tersebut menyambut Evan dengan ramah dan tersenyum.


"Baik pak. Tunggu sebentar di ruang tunggu ya. Kami akan menyiap kan kamar nya," Titah seorang wanita muda tersebut pada Evan. Evan pun mengiyakan dan menunggu di ruang tunggu hotel.


Selang beberapa menit, Seseorang datang menghampiri Evan dan mengantarkan Evan menuju kamar hotel.


"Mari pak Evan. Saya akan mengantar kan bapak ke kamar hotel yang bapak minta," Salah satu pegawai hotel mengantar kan Evan menuju kamar hotel yang Evan ingin kan. Setelah sampai, pegawai tersebut pergi meninggal kan Evan. Evan membuka pintu hotel dan masuk.


"Hari yang sangat melelah kan." Evan membuka baju nya dan masuk kemar mandi untuk membersih kan tubuh nya dari keringat. Mengingat hari ini adalah hari yang sangat banyak menguras energi nya. Hal itu lah yang membuat Evan memilih untuk mandi dan setelah nya ia pun memilih untuk beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2