My Husband Cold Lecturer

My Husband Cold Lecturer
Di jemput Bara


__ADS_3

Di Jemput Bara


Pagi telah menyapa. Jarum jam telah berada dipukul 08.00 WIB. Kini Angel telah bersiap untuk berangkat kekampus. Sudah beberapa menit Angel berdiri didepan rumah untuk menunggu Bara menjemputnya namun, Bara sampai sekarang mobil Bara masih belum terlihat sampai sekarang. Hal tersebut tentu saja membuat Angel sedikit gelisah. Bagaimana tidak gelisah?, jam sudah menujukan jam 08.00 tapi Bara belum juga menjemputnya dan Angel ada kelas jam 08.30. Dalam waktu yang sangat sedikit ini tentu saja membuat Angel takut terlambat datang kekampus. Mana dosen yang mengajar pagi ini galak dan sangat tegas, hal tersebut membuat Angel bergidik ngeri membayangkan jika ia akan benar-benar terlambat.


" Si Bara sebenarnya jadi jemputkah?, aku bisa benar-benar terlambat ini. " Angel berulang kali melihat-lihat jam tangan yang melingkar dipergelangan tangan kirinya.


" Apa temanmu belum datang?, " tanya Evan yang entah sejak kapan sudah berdiri dibelakang Angel.


" Belum prof. " Jawab Angel singkat.


" Tak perlu gelisah begitu. Kudengar kamu memang tukang terlambat, " Evan tersenyum miring memperhatikan Angel.


" Prof, jangan mencari masalah. Jangan mengatakan apapun tolong. " Ucap Angel dengan wajah kesalnya. Ia kemudian membelakangi suaminya. Apapun yang keluar dari mulut Evan memang terdengar sangat menyebalkan bagi Angel. Disaat Angel masih berdiri didepan rumah, sebuah mobil terlihat berhenti tepat didepan rumah. Mobil tersebut ialah Bara. Ia mengklakson untuk memanggil Angel. Angel yang mendengatpun bergegas masuk ke mobil. Sementara Evan hanya berdiri di depan pintu memperhatikan Angel dengan marah. Bagaimana bisa Angel dijemput teman lelaki? sungguh ini sangat tidak bisa dibiarkan bagi Evan.


" Jadi maksud dijemput teman, ternyata temanya seorang laki-laki?, apa dia memang tak pernah menganggapku sebagai suaminya? istri macam apa begini?. " Evan memperhatikan mobil tersebut menjauh darinya. Evan tak suka jika Angel berteman dengan laki-laki. Bagaimana bisa perempuan berteman dengan laki-laki lain tanpa melibatkan perasaan. Itulah yang terlintas dipikiran Evan. Evan terus memperhatikan mobil tersebut yang telah menjauh dari penglihatanya dengan tidak suka.


Sementara didalam mobil, Bara mengemudi dengan kecepatan yang cukup tinggi untuk mengejar waktu. Pun Angel dan Vani hanya terdiam sembari memejamkan kedua mata karena takut. Bagaimana tidak takut?, Bara mengemudi seperti ingin cepat menuju jalan akhirat. Hal tersebut tentu saja membuat Vani dan Angel ketakutan namun tetap membiarkan Bara mengemudi dengan cepat dikarenakan waktu tidak tersisa begitu banyak. Lima belas menit lagi dosen akan masuk kekelas. Hal tersebutlah yang membuat keduanya pasrah dengan kecepatan tinggi yang dikemudi oleh Bara. Tak butuh lama hanya memakan waktu sepuluh menit perjalanan, sampailah mereka parkiran kampus. Tanpa menunggu Bara, Angel dan Vani membuka pintu mobil dan berlari masuk menuju gedung dan masuk. Dua perempuan tersebut berlari dengan cepat agar sampai lebih cepat dari dosen yang mengajar.


" Syukurlah kita tidak telat, " Vani menghela nafasnya sembari duduk dikursi sesampainya dikelas.


" Tetap bersyukur walaupun hampir berada di jalan akhirat, " ucap Angel, yang ikut duduk bersebelahan dengan Vani.

__ADS_1


" Benar, bersyukur saja dulu " balas Vani.


" Buk Lela udah jalan kesini!, " Begitulah kehebohan yang terdengar dari mulut kosma. Semua mahasiswa dan mahasisiwi dikelas tersebutpun duduk dengan tenang. Dosen buk Lela pun masuk dikelas dan mulai mengajar. Sebelum mengajar ia mengabsen mahasiswa dan mahasiswi dikelas.


" Angel?, "


" Saya buk. " Angel mengangkat tangan kanannya memberitahukan ke buk Lela jika ia berada di kelas.


" Tumben sekali kamu tidak telat Angel, " buk Lela meliha ke arah Angel. Orang-orang dikelaspun tertawa mendengar perkataan buk Lela. Memang Angel terkenal dengan terlambatnya. Hampir semua dosen yang mengajarpun mengenali sosok Angel yang keseringan terlambat.


" Berhenti tertawa!, " bisik Angel keteman-teman sekelasnya.


" Sudah-sudah. Sekarang lanjutkan absenya. Dan setelah mengabsen, buk Lela pun memulai pembahasan yang akan dibahas.


Sepulang kuliah. Sesuai janji, Angel dan Vani hari ini diajak Bara jalan-jalan. Bara mengatakan akan menunggu mereka dipaekiran mobil. Angel fan Vanipun mengiyakan dan bertemu diparkiran.Disaat sampai diparkiran, terlihat seorang laki-laki yang berdiri didepan mobil. Laki-laki tersebut tak lain ialah Bara. Disaat melihat Angel dan Vani, Barapun tersenyum sembari melambaikan tanganya ke arah Angel dan Vani.


" Hey, cepatlah kemari " teriak Bara.


" Lihat, itu Bara telah menunggu " Angel menggandeng tangan Vani dengan santai.


" Biarkan saja. Kita cukup berjalan dengan santai, " ucap Vani.

__ADS_1


" Benar. Untuk segala sesuatu termasuk jalan-jalan memang tak perlu terburu-buru, " balas Angel dengan tertawa. Begitupun Vani.


" Berhenti tertawa. Kita mau jalan kemana?, " tanya Bara sesampainya Vani dan Angel dimobilnya.


" Dia sendiri yang mengajak untuk jalan-jalan, dan sekarang dia malah bertanya. Sungguh membuat darah tinggi!, " ucap Angel. Sungguh hal seperti inilah yang membuat seorang Angel kesal.


" Bara, tolong jangan buat Angel emosi, " Vani melirik Bara dengan tatapan tajam.


" Baiklah. Kalian tenang saja. Aku hanya bercanda. Ayo masuk, aku tau tempat paling bagus, " Bara mempersilakan kedua temanya untuk masuk kedalam mobil.


" Hampir saja kamu membuatku darah tinggi kronis ku naik Bara!, " Angel membuka pintu mobil dan masuk kedalam mobil. Begitupun Vani yang ikut masuk. Angel dan Vani duduk bersebelahan dikursi belakang. Bara yang mendengar perkataan Angel, hanya membalas dengan tawaan. Bagi Bara, apapun yang dikatakan Angel padanya membuat dirinya begitu bahagia walaupun kadang Angel berbicara dengan sangat kasar. Tapi tetap saja Bara suka dengan suara yang keluar dari mulut wanita tersebut. Bara mulai mengemudikan mobilnya keluar kampus.


" Aku sudah membeli banyak makanan untuk kalian dikantong plastik itu, " Bara mengambil plastik hitam ukuran besar disebelahnya dan memberikanya ke Angel dan Vani. Angel yang melihatpun begitu terkesima dengan semua makanan tersebut. terlihat jelas diwajahnya yang berseri saat mendengar kata makanan. Bara bisa melihat dari kaca didepanya betapa bahagianya Angel.


" Bara, itulah kenapa aku sangat suka berteman denganmu " ucap Angel sembari membuka kantong plastik tersebut. Sementara Vani hanya memperhatikan Angel dengan heran.


" Angel, ingat usiamu sudah mau 21 dan kamu tetap masih seperti anak tk yang begitu menyukai makanan, " Vani menghela nafasnya. Ia tak habis pikir bagaimana bisa Angel begitu bahagia jika mendengar kata makanan.


" Benar Vani. Anggap saja aku anak TK dan kamu sudah dewasa. Karena kamu dewasa itulah kenapa aku mau berteman denganmu agar aku tidak tersesad disaat keluar rumah, " balas Angel.


" Terserah kamu saja anak TK. " Vani menyandarkan kepalanya dikepala kursi mobil. Pun Bara didepan hanya tertawa mendengar pembicaraan dua gadis belakangnya. Bara kemudian fokus mengemudi. Begitupun Vani yang terlihat tertidur, dan Angel yang menikmati makanan. Hingga tak terasa sudah satu jam perjalanan, sampailah ketempat yang ingin Bara tuju. Bara keluar dari mobil diikuti Angel dan juga Vani.

__ADS_1


" Waah, sungguh pemandangan yang luar biasa " Vani memperhatikan didepanya sekarang ini sungguh menakjubkan. Begitupun Angel.


__ADS_2