
Peggy menarik tangan Tejo dan mengajak Tejo untuk berpindah ke depan Mia. Namun ajaib nya seolah dapat merasakan Peggy dan Tejo yang berpindah posisi, kepala Mia pun ikut bergerak ke arah mereka berpindah.
“Apa dia bisa melihat kita Peggy?” tanya Tejo sambil berbisik.
“Entah Tejo, tapi yang pasti seperti nya dia sangat sensitif.” Jawab Peggy dan menarik Tejo semakin jauh.
“Dia pasti Mia temanku Peg! Astaga! Jangan-jangan?!!” Seru Tejo sambil menarik jubah putih compang camping milik Peggy.
Tejo merasa tidak bisa hanya berdiam diri saja melihat sahabat nya di celakai oleh orang jahat. Apalagi Tejo sudah menjadi salah satu korban kejahatan dua orang itu. Tejo tidak ingin ada orang lain yang menjadi korban kejahatan duo racun itu.
“Ssst.. Jangan berisik! Seperti nya dia merasakan kedatangan kita.” Ucap Peggy.
Peggy dan Tejo pun melimpir ke samping, sebisa mungkin membuat jarak mereka dan Mia jauh. Dan tiba-tiba....
Sreet.. Pintu kamar Mia terbuka. Peggy dan Tejo pun serentak melihat ke arah pintu kamar yang terbuka itu.
“Ada orang yang datang.” Ujar Peggy sambil menarik tubuh Tejo ke belakang.
“Hi.. Mia?” Sapa Bia pada Mia. Ternyata yang datang adalah kakak nya Mia yang bernama Bia.
__ADS_1
“Loh, kak Bia kok sendiri? Kak Saka mana?” Tanya Bia yang memang sudah di kabari oleh orang tua nya kalau kakak nya yang bernama Bia itu telah menikah dan sepupu Mia yang bernaam Gyan Assaka Hardata.
Bia dan Saka bisa menikah karena Bia bukan lah kakak kandung Mia. Melainkan sepupu Mia dari pihak sebelah ibu. Bia diangkat menjadi kakak Mia karena orang tua Bia yakni kembaran ibu nya Mia sudah meninggal dunia. Jadi karena Bia sebatang kara maka dia pun diangkat anak oleh orang tuan Mia.
“Keadaan adik kecil ku ini bagaimana?” Jawab Bia tanpa menjawab pertanyaan Mia.
“Apa terjadi sesuatu antara kak Bia dan kak Saka?” batin Mia.
Setahu Mia, kakak nya ini sangat lah mencintai pria yang bernama Saka itu. Tapi mengapa setelah mereka menikah kakak nya terlihat menghindari percakapan mengenai sang kakak ipar.
“Ih! Aku tanya soal kak Saka, eh kak Mia malah tanya yang lain ke aku. Kelihatan banget lagi ada masalah ama kak Saka. Masa pulang-pulang honeymoon ngambekan.” Goda Mia.
“Bete-bete tapi tetap dia adalah abang ipar ku, kan?.” goda Mia lagi.
“Ih! Nih anak kecil ya! Pintar amat godaaain aku!” Bia langsung menggelitik Mia.
“Tok..Tok..Tok...”
Terdengar pintu kamar Mia di ketuk dari luar.
__ADS_1
“Siapa lagi itu?” seru Peggy dan Tejo yang sedari tadi hikmat mendengar obrolan ringan Mia dan kakak nya Mia.
“Sebentar! Kenapa aku seperti hapal bau nya ya?” seru Peggy tiba-tiba. Peggy pun terus berpikir bau siapa ini? Sebab bau ini memiliki kesan yang sangat mendalam bagi Peggy.
“Siaal! Ini bau nya! Ayoo pergi!” Teriak Peggy sambil menarik tangan Tejo dan pergi menembus dinding.
“Eh! Siapa tu??” Ujar Mia.
“Gak tau.” Jawab Bia.
“Bukaain gih kak. Mana tahu kakak Ipar.” Ucap Mia asal, menggoda kakak nya.
“Tambah malas aku bukain nya.” Tolak Bia yang langsung duduk kembali dan melipat tangan nya.
😱😱😱
Bau siapa Peggy?? bukan bau ketek kak Upe kan??
ih masa bau sih? padahal baru di shampo ini semua semak belukar di ketiak ini😵💫😂
__ADS_1