
Si hantu wanita yang bernama Peggya terlihat berpikir.
Melihat nya berpikir keras begitu sekali lagi Mia bertanya dalam hati apakah setelah mati kita juga harus berpikir sebelum bertindak? Huft kalau seperti ini apa beda sewaktu hidup dan sesudah mati? Mia pun menggaruk-garuk leher nya yang sebenarnya tidak gatal itu karena sungguh heran dengan dunia perhantuan ini.
“Ayo lah Peggy..kau tolong lah kami untuk yang satu ini. Setelah itu sisa nya kau serahkan saja pada kami.” Bujuk si Tejo.
“Baiklah. Pukul 3 sore ini kita kumpul lagi di sini. Karena jam pulang kantor biasanya hampir sekitar jam 4 sore.”
Setelah perbincangan yang panjang akhirnya si hantu wanita setuju untuk menolong Mia dan Tejo. Kalau boleh jujur sebenarnya Mia sedikit penasaran dengan pria yang dikatakan oleh si hantu wanita ini. Apa benar ada manusia seperti ini? Atau jangan-jangan dia adalah dukun berdasi? Ya siapa tahu kan gedung yang super besar seperti ini merupakan tempat praktiknya. Jadi pantas saja dia memiliki kemampuan seperti itu. Tapi apa dunia sudah secanggih itu? Huft kenapa tiba-tiba Mia jadi banyak berpikir. Hehehe.
“Kau memang sobat terbaik ku Peggya. Aku doakan kau selalu berumur panjang dalam dunia perhantuaan ini.” Balas si Tejo girang.
“Bagaimana umur ku bisa panjang kalau sampai aku berurusan lagi dengan si pria yang mengerikan itu!” balas si Peggy dengan wajah jengkel.
“ Sudah lah aku pergi dulu. Kalian jangan coba-coba intip ke dalam. Aku takut jika sial kalian malah langsung bertemu dengan nya.” Peggy kembali mengingatkan kami lalu setelah itu dia menghilang dari pandangan kami berdua.
“Tejo, Enak ya jadi Peggya. Bisa ngilang. Bisa terbang. Bisa lakukan apapun. By the way, si Peggya itu sudah berapa lama ya jadi hantu seperti itu?” Mia tiba-tiba ingin tahu lebih soal dunia perhantuan ini sebab bagaimana pun Mia merasa sudah menjadi bagian dari dunia perhantuan ini kan? Selain itu tentu saja penting bagi Mia untuk mengetahui apa-apa saja yang bisa dan tidak bisa Mia lakukan sebagai hantu dan kapanMia baru bisa memiliki semua kemampuan itu.
“Kalau menurut cerita nya si Peggya, dia sudah mati sejak 50 tahun.”
“What? 50 tahun yang lalu? Tapi kenapa sampai sekarang masih exist di bumi tercinta ini?” tanya Mia dengan kosa kata mind blowing nya.
“itu kosa kata biasa aja.” Ujar Tejo pada Mia yang kalau di pikir-pikir mungkin seumuran dengan mahasiswa tejo sewaktu Tejo masih hidup. Ya selain seorang pengusaha, Tejo juga ada seorang dosen di beberapa universitas. Dia mengajar kelas ekonomi bisnis sesuai dengan keahlian nya sebagai seorang pengusaha handal.
“Jadi cerita nya itu begini...........”
FLASH BACK Kisah Peggy
Tejo ingat kapan dan dimana dia bertemu dengan Peggy, hantu wanita yang terlihat sangat beda penampilan nya dengan kuntilanak pada umum nya. Hari itu adalah hari pertama Tejo menjadi hantu. Dan hantu pertama yang di jumpai nya adalah Peggy.
Tejo dan Peggy pun akhir nya ngobrol di pengkolan tempat biasa setan baru bermunculan. Disana seperti portal yang menghubungkan dunia manusia dan dunia gaib.
__ADS_1
"Kamu pasti dulu sangat cantik...", ucap Tejo kepada teman gaibnya baru nya itu
.
"Hiiiiii....hiiiii......hiiiiiii........", tawa Peggy cekikikan yang membuat raut wajah Tejo berubah seketika, maklum setan baru jadi masih suka lupa kalau diri nya juga adalah setan.
"Maaf.. maaf...aku lupa kebiasaan burukku...", sahut Peggy sambil meminta maaf.
"Mmmm...it's oke...tapi lain kali jangan tertawa kayak gitu lagi didepanku ya., aku agak kagetan orangnya. Maklum aku kan setan baru jadu suka kebawa- bawa kebiasaan waktu masih hidup dulu", jelas Tejo sebenarnya membuat diri Tejo menjadi sedikit takut.
"Apa boleh aku nanya - nanya dikit ke kamu..?"tanya Tejo kepada sosok Peggy.
"Oh tentu saja kamu boleh bertanya, silahkan..", sahut Peggy.
"Mmmm...tapi kamu jangan merasa tersinggung ya ?, sebenernya asal kamu dari mana..?, trus kamu mengapa bisa jadi seperti ini...?", tanya Tejo dengan ragu - ragu. Sebagai hantu baru, Tejo sangat penasaran dengan dunia perhantuan ini. Jika dia jadi hantu karena di bunuh istri nya, lantas hantu perempuan yang bernama Peggy ini menjadi hantu karena apa? apa semua orang yang mati akan jadi hantu? Apa tidak ada yang lewat jalan tol gitu?
" Aku tidak tersinggung, aku justru senang mempunyai teman cerita seperti kamu, baiklah aku akan menceritakan sedikit kisahku ...", ungkap Peggy dengan senyum tipis dibibirnya.
“Aku merasa senang dan bangga sekali bisa kuliah dikampus ini. Aku mendapatkan banyak teman disini, dan juga seorang kekasih hati.” Peggy menunduk dan tersenyum getir, seolah-olah sedang terbawa ke dalam kesedihann masa lalu nya.
“Namun semua itu berubah seketika, ketika aku bersama beberapa orang temanku memutuskan untuk pergi berwisata ke daerah Puncak untuk menghabiskan libur akhir tahun dengan menggunakan beberapa sepeda motor.”lanjut Peggy yang terdengar semakin getir.
“Peristiwa ini terjadi kira - kira lima puluh tahun yang lalu. Naas sekali waktu itu, motor yang aku kendarai terlindas Truk bermuatan berat. Teman yang aku bonceng tewas ditempat, dan aku mengalami luka parah dikepala, wajah, dan mata, yang mengakibatkan kedua mataku menjadi buta.” Ucap Peggy dengan tatapan nanar yang dia sembunyikan.
“Saat itu, aku benar - benar menyesal karena tidak mendengarkan permintaan kedua orangtuaku untuk menghabiskan libur akhir tahun dengan pulang ke kampung halaman.”
“Setelah kejadian itu aku tidak bisa melanjutkan kuliahku lagi karena cacat penglihatan. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang dulu kekampung halamanku.”
“Saat itu, aku sangat rindu pada kampusku, aku rindu teman - teman dan kekasihku. Nama kekasihku adalah Suryo, aku juga menyesal tidak sempat berpamitan kepadanya pada saat aku hendak pergi ke puncak, karena tentu saja dia tidak akan mengizinkanku kesana.”
“Selama dikampung halaman, aku tidak pernah keluar rumah sama sekali karena aku tidak bisa melihat lagi.” Lanjut Peggy terus bercerita.
__ADS_1
“Hingga pada suatu siang, tiba - tiba datanglah dua orang pemuda ke rumahku. Kepada kedua orangtuaku, mereka mengaku kalau mereka adalah teman - temanku dari kampus.” Ucap Peggy lagi.
“Sebenarnya aku hanya mengenali salah satu dari mereka.”
“Alasan Mereka datang kekampung ku adalah untuk melakukan penelitian. Karena mereka mendengar aku tidak lagi kekampus, jadi mereka datang sekedar mengajakku kesebuah tempat didesa sebelah, karena ada beberapa teman kampus ku dulu sedang berkumpul disitu dan mengatakan kalau mereka sangat ingin bertemu denganku.” Peggy kini terdiam untuk sesaat. Entah mengapa walaupun sudah lama mati Peggy tetap merasakan amarah dan kesedihan yang sama saat dia menceritakan kisah nya kembali pada Tejo.
“Sedikitpun aku tidak menaruh curiga karena aku kenal salah satu dari mereka. Dia adalah Suryo, kakak seniorku dikampus, yang pernah menaruh perasaan padaku.” Lanjut Peggy terdengar getir seperti sebelum nya.
“Mereka pun minta ijin kepada kedua orangtuaku untuk membawaku ke tempat itu. Agar rencana mereka tidak dicurigai, mereka memintaku untuk mengenakan jaket Alamamater sebagai identitas mahasiswa. Orangtuaku pun memberi izin, karena mereka tidak berburuk sangka pada kedua pemuda tadi. Mereka tidak menyadari akan kebohongan para pemuda itu.”
“Namun, sewaktu ditengah perjalanan, tanpa disangka - sangka mereka memperk*osaku secara bergantian hingga aku tewas. Supaya identitasku tidak dikenali, mereka menyayat - nyayat wajahku hingga tak lagi dikenali dan membawaku ke tempat yang lebih jauh, kemudian membuangku kedalam jurang yang sangat dalam.”
Kini Tejo tahu mengapa sedari tadi Peggy terus menunduk dan suara nya terdengar sedih dan pilu.
“Begitulah sepenggal kisahku hingga aku menjadi arwah penasaran seperti sekarang ini. Sejak kematianku, aku begitu dendam pada mereka yang sudah membunuhku dan sudah membodohi kedua orangtuaku waktu itu.” Ujar Peggy yang kini sudah mengangkat wajah nya kembali.
“Sebenarnya aku sudah membunuh salah satu dari dua pemuda itu, yaitu Suryo, kakak senior yang kuceritakan tadi. Namun aku kehilangan sosok pemuda yang satunya lagi.” Lanjut Peggy.
“Lho kok bisa?” tanya Tejo penasaran.
“Entah lah! Yang pasti aku tidak bisa menemukan keberadaannya dengan kemampuan yang aku miliki sebagai arwah gentayangan. Aku yakin sekali kalau dia meminta bantuan dari seseorang, dengan menggunakan semacam jimat pelindung diri, hingga aku tidak bisa menemukannya.” Jawab Peggy.
“ooo.. begitu?”
“Satu hal lagi yang membuatku amat sedih. Aku sangat yakin kalau sampai saat ini, orangtuaku belum mengetahui dimana jasadku dibuang oleh kedua pemuda jahat itu. Dan pelaku yang satu nya itu sampai sekarang belum medapatkan balasan atas apa yang dia lakukukan pada ku!”
"Sungguh malang benar nasib mu teman, mereka benar - benar biadap, mereka bukan manusia, malahan kelakuan mereka lebih parah dari bin*tang.", ujar Tejo dengan rasa kesal.
🥺🥺🥺
Kak Upe jadi kasihan sama Peggy 😭
__ADS_1