
Tejo kini sudah siap-siap untuk mengisengi si pria berkaca mata hitam. Namun ketika ia meletakan tangan nya di depan wajah si pria berkacamata hitam...tiba-tiba.....
“apa yang kau lakukan!!!” tangan Tejo tiba-tiba ditangkap oleh laki-laki itu.
Mia pun tersentak melihat hal itu. “apa dia juga hantu?” Pikir Mia dalam hati. “kalau benar dia hantu pasti di hantu level tinggi sebab ia sudah bisa memegang benda sebab sedari tadi Mia melihat dia memegang sebuah buku ditangannya.
Tejo yang kaget karena pria itu memegang erat tangannya sampai saat ini masih tidak bisa berkata-kata dan hanya bisa menatap lurus ke mata pria itu yang saat ini ditutupi oleh kacamata itu.
“siapa kau!!!cepat lepaskan teman ku!!” Teriak Mia sambil memegang pergelangan tangan pria itu.
“Aku bisa memegang nya! Fix, pasti pria ini juga adalah hantu seperti aku dan Tejo. Tapi mungkin saja dia sudah lama matinya sehingga kemampuannya jauh diatas kemampuan kami yang asih remahan peyek ini.” gumam Mia dalam hati.
Pria yang Mia pegang tangannya ini malah menoleh kepada Mia sambil melepaskan kacamatanya.
Kini Mia dapat melihat wajah seorang pria yang sangat tampan terpampang jelas di hadapan nya. Hanya saja dari pancaran mata nya terlihat sebuah kebingungan yang ia arahkan pada Mia.
“Kau bisa menyentuh ku?” ujar si Pria diikuti beberapa kerutan yang muncul di keningnya yang putih mulus itu.
“Tentu saja aku bisa menyentuh mu !! kau saja bisa menyentuh teman ku!! Mengapa aku tidak bisa menyentuh mu!”balas Mia sambil nyolot.
Pria itu kembali menatap Mia tajam. Dan tatapannya itu membuat Mia menelan saliva ku,.”dia memang tampan tapi aura nya mengerikan sekali.” Gumam Mia dalam hati.
“Mia...la-ri!!!”Seru Tejo. “pria in berbahaya!!” Tejo meminta Mia untuk melarikan diri tapi sayangnya pria itu dengan cepat membuang kacamata yang ada di tangannya dan segera menangkap tangan ku yang sedang memegang tangannya.
Kini mereka bertiga saling berpegang tangan atau lebih tepatnya si pria yang sudah tidak berkacamata itu memegang tangan Mia dan Tejo.
“Siapa kau sebenarnya!” tanya pada Mia sambil menatap tajam dan memberontak ingin lepas dari pegangan tangan si Pria.
“Cepat lepaskan kami!!” Seru Mia sambil terus meronta.
“Aku tidak akan melepaskan diri mu sebelum kau mengatakan pada ku makhluk apa kau sebenarnya! Mengapa kau bisa menyentuh ku!!”tanya si pria itu sekali lagi.
“Kau!! Aku!! Dan dia!! Kita semua sama!! sama-sama hantu!!!” jawab Mia dengan wajah sewot. “Apa dia tidak tahu kalua kami ini juga hantu seperti dirinya!!” gumam Mia dengan suara pelan tapi Mia yakin pasti masih dapat didengarnya.
__ADS_1
“Kau hantu??” tanya si Pria itu seakan-akan tidak yakin dengan apa yang baru saja Mia katakan.
“Tentu saja!! Memangnya kau saja yang bisa jadi hantu di dunia ini!! Cepat lepaskan tangan ku!! Sebagai sesama hantu dilarang saling melukai!” sungut Mia pada nya yang terlihat semakin bengong setelah Mia katakan bahwa Mia adalah hantu seperti dirinya.
Si pria itu pun mengalihkan pandangannya pada Tejo yang masih dalam mode terpaku.
“Apa kau juga hantu?”tanya pada Tejo.
Tejo mengangguk cepat seakan-akan dia sangat ketakutan.
“Kalau begitu coba sentuh aku dengan tangan mu yang satu lagi!!” perintah si pria itu pada Tejo.
Tejo menatap Mia seakan-akan bertanya pada Mia apakah dia harus melakukan itu atau tidak.
“Tejo!! Lekas lakukan yang dia minta! Kalau perlu sentuh dengan tenaga super! Alias tonjok!!!” dengus Mia kesal.
Tejo pun berlahan mengangkat tangannya.
Mia dapat melihat tangan itu seperti mengigil. “ya ampun Tejo!! Kau itu hantu! Masa hantu takut sama hantu!!!!” ujar Mia kesal yang melihat tindakan pengecut Tejo.
“Aku tidak bisa menyentuhnya!” gumam Tejo sambil mengulang memukul tangan pria itu berkali-kali. Tapi hasilnya tetap saja nihil.
Mia yang sudah mati itu merasakan aliran darah nya berhenti mengalir melihat kejadian itu,”bagaimana bisa Tejo yang lebih senior sedikit dalam dunia kematian ini tidak bisa menyentuh pria itu sedang kan aku seorang hantu kemaren sore bahkan bisa menyentuh bahkan menggengam tangan pria itu.” Mia bertanya-tanya dalam hati.
“Kau lihat!! Sekarang cepat katakan siapa diri mu! Mengapa kau bisa menyentuhku!! Bahkan memegang ku!! Cepat jawab!! Atau ku musnahkan roh kalian berdua!” ancam pria itu dengan tatapan dinginnya yang membuat Mia dan Tejo bergidik. Mereka pun saling pandang dengan wajah mereka yang sudah pasti lebih pucat dari sebelum nya.
“A-aku!!”saking ketakutannya Mia tidak bisa berkata dengan lurus lagi. Keberanian nya sirna melihat tatapan matanya bagaikan tatapan mata seorang pembunuh.
“Kau akan mengatakan siapa diri mu atau aku akan menghancurkan arwah mu!!!!” ancam pria itu sekali lagi.
“Apa jangan-jangan dia adalah malaikat maut yang kami bicarakan tadi bersama Peggya?” batin ku. “Ooh tuhan!! Tamatlah riwayat ku saat ini!!” hati Mia ketar ketir memikirkan Mia akan mati untuk kedua kalinya.
“Siapa kau sebenarnya?” Aneh, kenapa malah pertanyaan itu yang meluncur dari mulut Mia, padahal sudah jelas dia adalah malaikat maut!”Bodoh!! Untuk apa aku menanyakan hal itu lagi pada nya. Sungguh aku merasa sangat bodoh!” sentak Mia dalam hati.
__ADS_1
“Kau sungguh bosan hidup sepertinya!” Ujar pria itu sambil menyeringai. Sebetulnya karena wajahnya sangat tampan Mia tidak terlalu takut dengan ancamannya tapi karena tatapan matanya yang berlebihan itu seakan-akan dia akan menelan MIa dan Tejo hidup-hidup membuat nyali Mia semakin menipis.
“Baiklah aku akan-“ Pria itu mencengkram tangan MIa dengan sangat kuat. Mia rasa pasti dia juga melakukan hal yang sama pada Tejo sebab wajah Tejo kini penuh dengan ekspresi yang sudah tidak dapat Mia gambarkan.
“Nama ku Mia!!!” jawab Mia cepat, sebelum ia benar-benar menghilangkan arwah kami berdua.
“Aku hantu.” Jawab Mia lagi, yang sekilas menurut Mia adalah keterangan yang sia-sia. Pasti dia tahukan kalau Mia adalah hantu.
“Kau hantu?” Tanya laki-laki itu heran dan melonggarkan cengkraman tangannya pada Mia dan Tejo.
“Be-benar!! Menurut mu kalau bukan hantu, apa aku ini bidadari.” Ups!! Bodohnya, jawaban apa yang baru saja Mia katakan pada nya. Bagaimana kalau temperamennya naik lagi dan mulai menghancurkan arwah Mia dan Tejo sekali lagi.
“Cih!! Aku lebih percaya kalau kau adalah gembel!!” jawab pria itu nyelengit. Benar-benar penuh dengan kesombongan dan sungguh menyakitkan harga diri Mia walaupun kalau dipikir-pikir penampilan Mia saat ini memang lebih kurang sama dengan gembel sih.
“Sekarang lekas lepas kan aku dan teman ku!” Pinta Mia pada nya sambil menggoyangkan tangan Mia yang pria itu pegang.
Mia merasa sedikit lega saat Mia melihat dia melepaskan tangan Tejo. Tapi, what?!!!! Dia ternyata tidak melepaskan tangan Mia . “Apa ada perkataan ku ada yang menyinggungny?”. Kini perasaan Mia jadi tidak tenang.
Tejo yang sudah dilepaskan oleh nya segera mundur ke belakang. Mia sempat mengira Tejo itu akan meninggalkan ku. “benar-benar tidak setia kawan.” Pikir Mia untuk sesaat.
Tapi syukurnya dia tidak pergi kemana-mana hanya mengatur jarak saja dari pria itu. Ya, wajar saja memangnya siapa yang mau ditangkap lagi oleh pria bertemperamen buruk ini.
“Terima kasih sudah melepaskan teman ku.” Ucap Mia berbasa basi, berharap ini dapat menyentuh hatinya. “sekarang aku mohon lepaskan juga tangan mu dari tangan ku.” Mia sangat berhati-hati saat mengucapkan ini.
“Aku tidak akan melepaskannya karena aku tidak ada urusannya dengannya.” Jawab pria itu dengan suara datar.
“Hah? Apa maksudnya itu? Apa maksud nya dia melepaskan Tejo karena tidak ada urusan dengan Tejo? Lalu memangnya sejak kapan dia ada urusan dengan ku? Bukan kah kami baru saja bertemu? Lagi pula yang menganggu nya itu Tejo?!! Bukan aku! Aku kan dari tadi duduk anteng di samping nya! Bernafas pun aku tidak ada selama aku duduk di samping nya tadi, karena kan aku memang tidak bernafas!” Batin Mia terus bertanya-tanya, kenapa nasib sial ini malah memilih Mia.
“Kau ikut dengan ku.” Tiba-tiba pria itu berdiri dan menarik tangan ku.
Dia meletakan tangannya pas disebelah tubuhnya membuat Mia jadi menempel pada nya.
“Lepaskan aku!!” ronta Mia yang tentu saja keberatan mengikutinya. Tapi pria itu tetap diam. Dia berjalan lurus menuju perusahaan yang tadi nya ingin kami tuju.
__ADS_1
“Kau tuli ya!!!!”teriak Mia di telinganya yang tepat berada di sebelah Mia, ya walaupun Mia harus berjinjit untuk dapat memposisikan mulut nya tepat di telinga pria itu.