My Little Secret

My Little Secret
#13


__ADS_3

Satu hal yang Skala pelajari dari pengalamannya sejak ia bisa berinteraksi dengan para makhluk ini, mereka akan mendatangi orang-orang yang bisa melihat, mendengar atau berinteraksi dengan mereka. Lalu mereka akan mulai menceritakan kisah sedih mereka yang berujung dengan sebuah permintaan yang kalau tidak dikabulkan, mereka akan menghantui orang tersebut seumur hidup orang tersebut. Sungguh makhluk yang sangat merepotkan,pikir Skala dan memasang kaca mata hitamnya.


Skala dan Radit pun masuk ke dalam lift untuk turun ke lantai bawah.


"Silahkan Pak," Radit mempersilahkan Skala untuk keluar lift lebih dulu.


Skala berjalan lurus tanpa ekspresi sedikitpun mesti semua orang yang berselisih jalan dengan mereka menyapanya. "huft, ternyata rumor tentang Pak Skala yang sombong itu benar adanya." Dengus Radit dalam hati, karena melihat sikap cuek bos nya.


Berbeda dengan Radit yang mengejeknya dalam hati, sebenarnya Skala di balik kacamata hitamnya sedang menyembunyikan pandangan matanya dari makhluk-makhluk yang dari tadi seliwiran di sepanjang jalan yang tentu saja tidak tampak oleh Radit yang tidak memiliki keistimewaan seperti diri nya.


Hal itu Skala lakukan supaya diri nya tidak berpapasan langsung dengan mereka. Selain itu juga demi menghindari salah komunikasi dengan makhluk- makhluk ini. Dahulu terkdaang Skala sering salah menjawab panggilan dari makhluk-makhluk itu.


Itu lah mengapa dengan memakai kaca mata hitam seperti ini Skala bisa menghindari kontak mata dengan para demit dan jurig tersebut.

__ADS_1


"Pagi Skala? Apa kau juga akan mengabaikan ku?" Ucap Pria tampan dengan stelan jas hitam dan berwajah pucat yang sudah pasti adalat Aether


"Wah-wah... sepertinya kau benar-benar minta di hajar Skala." Ujar Aether yang merasa di cuekin oleh Skala.


"Andaikan aku bisa menyentuh mu, akan ku hajar kau karena berani mengabaikan teman shared room mu ini." Aether pun mempercepat langkahnya menyusul Skala.


"Dasar bocah teng*ik!!! Setelah mengabaikan ku, kau malah menutup pintu ruangan kita! Kau kira aku tidak bisa masuk kalau pintu ini kau tutup!!" Sungut Aether, sambil masuk ke dalam dan langsung berdiri diantara Skala dan Radit.


"Hemm.. apa kau sengaja membawa nya ke apartemen kita tadi malam?" Lanjut Aether bertanya, walaupun dia tahu Skala akan tetap diam. Tidak menjawab semua ocehannya selama Radit berada disana.


Skala melirik ke Aether.


“Radit, kau kembali saja dulu ke ruangan mu dan umumkan kalau rapat tidak jadi di adakan di ruangan ku! Kita rapat di ruang rapat saja.” Ujar Skala pada radit.

__ADS_1


“Baik pak.”


Setelah Radit pergi Skaal baru sadar kalau di ruangan nya ada sosok lain. Sosok itu ia lah hantu wanita yang semalam di jadikan satpam sementara di ruangan nya itu.


Dilihatnya hantu wanita itu sedang berjongkok di samping mejanya.


"Syukurlah kau sudah datang Pak. Aku kira aku akan selamanya menunggu mu disini!" Ujarnya sambil merenggangkan otot-otot punggung nya.


Terkadang dalam hati Skala selalu bertanya apa yang sebenarnya dirasakan oleh makhluk-makhluk ini. Mereka terkadang juga berteriak kalau Skala memukulnya atau melempar mereka.


Seperti hantu wanita yang mencoba mengganggu semalam. Kini ia berdiri sambil merenggangkan otot-otot nya, apa dia pikir dia masih memiliki otot? Entah lah.


Setelah si hantu berdiri dia segera kabur dari pandangan Skala padahal Skala sama sekali belum berkata apa-apa.

__ADS_1


"Huft aku sungguh sial bertemu dengan nya." Sungutnya sambil menendang udara di hadapannya.


__ADS_2