My Little Secret

My Little Secret
#23


__ADS_3

“Tapi kenapa aku takut? Bukankah aku juga hantu? Hantu takut sama hantu? Sungguh mempermalukan diri ku sebagai hantu.” Ujar Mia pada dirinya sendiri. Mia pun melepaskan tangan nya pada lengan Skala.


Walaupun sudah menyadari kalau tidak seharusnya dia takut pada hantu yang muncul tadi, tapi tetap saja Mia tidak mau menoleh ke kaca sebelah kanan nya sebab Mia yakin hantu nenek -nenek itu masih ada nempel disana.


Mia melihat ke arah jendela yang ada di sebelah kiri Skala. Berharap hantu itu tidak bertukar posisi tapi sayang –


“Aaaaaa!!!!” pekik Mia kuat sebab kali ini wajah wanita hancur yang nemplok di kaca mobil sebelah kiri Skala.


Dan apa kalian tahu, kali ini Mia tidak lagi menggenggam lengan Skala yang ada disebelah nya. Kalian pasti tidak berpikir kalau Mia sudah menjadi lebih pemberani kan? Sebab kalau kalian tahu apa yang baru saja Mia lakukan ketika Mia melihat wajah wanita hancur yang nemplok di kaca, kalian pasti akan sangat memandang rendah Mia sebagai hantu.


Sebab you know what???? Mia spontan langsung memeluk Skala dengan sangat erat dan bahkan membenamkan wajah nya pada dada bidangnya Skala. Awas kalau ada yang bilang itu so sweet karena Mia sendiri langsung merasa riwayat nya akan langsung tamat begitu diri nya melepaskan pelukan pada Skala. Tapi biar itu menjadi urusan nya nanti saja. Yang penting saat ini, Mia butuh tempat untuk bersembunyi, menghilangkan rasa takut nya.

__ADS_1


Laki-laki ini tetap diam. Tapi dapat Mia rasakna deru nafasnya tidak beraturan. “apakah dia marah?” Batin Mia.


“Aaah bodoh amat!! Udah terlanjur!!” teriak Mia dalam hati dan tetap memeluk erat Skala. Jujur saja wajah hantu wanita itu sangat menakutkan. Wajahnya hancur. Mia tidak bisa membayangkan apa yang menyebabkan wajahnya jadi hancur seperti itu.


Cukup lama Mia memeluk Skala dan dia hanya diam tak berkata apa-apa. Mia sih paham mengapa dia seperti itu. Apalagi kalau bukan karena di dalam mobil itu ada supir dan Asisten nya yang tidak bisa melihat Mia.


Dalam kesunyian di dalam mobil itu tiba-tiba Mia mendengar suara wanita yang terdengar sangat jelas di dalam mobil.


“Suara siapa ini? Apa jangan-jangan ini suara hantu??” batin Mia, yang mulai lupa kalau Mia juga hantu.


“Dia pasti hantu wania tua yang nemplok di kaca sebelah kanan ku tadi.” Gumam Mia dalam hati. Mia semakin membenamkan kepala nya di dada Skala. Terserah lah dia mau marah atau apa setelah ini, begitu pikir Mia.

__ADS_1


“Apa dia manusia?” kali ini yang bertanya pasti bukan hantu wanita yang tua sebab suaranya terdengar berbeda.


“Aku tidak yakin.” Jawab si hantu wanita tua. “Aku tidak merasakan kehidupan pada nya.” Lanjut hantu si wanita tua.


“Kalau begitu apa dia hantu sama seperti kita?” tanya hantu yang satu lagi yang Mia yakini adalah hantu si wanita dengan wajah yang hancur tadi.


“Tapi kenapa dia bisa menyentuh Skala?” tanya mereka serentak yang heran melihat Mia bisa memeluk Skala layaknya seorang manusia.


“Skala siapa wanita ini?” tanya si hantu nenek tua penasaran. Walaupun dia pasti sadar Skala tidak akan menjawab pertanyaannya.


“Sebaiknya kita bertanya nanti saja” Ujar si hantu yang berwajah hancur. “Skala tidak akan menjawab pertanyaan kita

__ADS_1


🤭🤭


Cuma disini ada hantu kepoin hantu😂😂😂


__ADS_2