
“Tidak masalah.” Aether pun menjentikakn jari nya sekali lagi, lalu pena di tangan Skala dan Mia menghilang namun bersamaan dengan itu di depan Skala dan Mia muncul papan bantalan cap berwarna merah.
“Tidak bisa tanda tangan? Maka kita pakai cap jari saja. Ayoo bubuhkan cap jari kaliam.” Perintah Aether .
Begitu Skala dan Mia membubuhkan cap jari mereka di atas surat kontrak pernikahan gaib itu, cincin yang tadi nya ada di dalam kotak di atas meja secara ajaib kini sudah melingkar di jari Skala dan Mia.
“Well! Selamat!! Kalian sudah resmi menjadi suami istri sekarang.” Ucap Aether dengan girang sambil bertepuk tangan. Sedangkan Skala dan Mia, hanya bisa terbengong dengan apa yang baru saja terjadi.
“Jadi kami sudah menikah?” tanya Mia antara yakin dan tidak yakin.
“Tentu saja. Itu surat kontrak pernikahan kalian. Itu cincin pernikahan kalian dan ya!” Aether lagi-lagi menjentikkan jari nya.
“Ini akta pernikahan kalian. Sudah semua kan? Baiklah terima kasih sudah mampir ke kantor ku! Sampai jumpa.” Aether menjentikan lagi jari nya dan dalam sekejap mata Skala dan Mia sudah berada di kantor Skala lagi.
“Dada....daadaa.. selamat pengantin baru,” Teriak Aether dari tempat nya yang terlihat bagiakan dalam sebuah kaca.
__ADS_1
“Apakah yang baru saja terjadi ini nyata?” tanya Mia pada dirinya sendiri.
“Kalau melihat dari cincin yang ada di jari manis kita berdua, dan surat -surat yang ada di atas meja, aku bisa dengan yakin mengatakan kalau ini nyata.” Sela Skala.
“Jadi aku sudah resmi menjadi istri mu?” tanya Mia pada Skala.
“hmmm.. benar!” jawab Skala langsung mengambil handphone nya dan menelpon Radit.
“Hallo Radit, aku mendadak ada urusan keluar kota selama 4 hari ini. Tolong kau tunda semua rapat dengan klien kita.” Perintah Skala pada Radit.
“WaH! Kalau anda tidak ada tuan, mana berani mah beta tidur di sana.’ Jawab Radit dengan versi bahasa nusantara nya. “Yang benar saja tuan Skala ini! tidur berdua disana saja sudah horor apalaggi sendirian. Iih.. mending pulang ama babang grab dah malam ini.” seru Radit.
“Oo.. baiklah kalau begitu. Hmm aku akan pergi sekarang. Tolong kau atur semua yang aku katakan tadi Radit.”
“Siap pak. Anda tenang saja. Selama ada Radit semua aman terkendali.” Jawab nya sangat yakin.
__ADS_1
“Hmm.. Aku percayakan pada mu.” Skala pun mengakhiri percakapan nya via telpon dengan Radit, lalu dia langsung menelpon pilot pesawat pribadi nya.
“Tolong persiapkan pesawat! Aku ingin pergi ke Inggris secepat nya. Kalau bisa-“ Skala langsung kebingungan karena secara ajaib handphone yang di pegang tadi, yang sedang ia pergunakan untuk menelpon pilot pribadi nya mendadak hilang.
“Butuh paket bulan madu ke Inggris? Aether tour anda travel jawaban nya.” Ucap Aether yang tiba-tiba kembali muncul di depan Skala dan Mia di kantor Skala. Dan tentu saja sambil memegang handphone milik Skala yang di hilangkan nya tadi dari tangan Skala.
“Agen travel kami bisa mengantarkan anda ke tempat tujuan anda hanya dalam lima detik saja. Di jamin lebih aman dan lebih cepat dari pesawat mana pun di dunia ini. Apakah kalian berdua tertarik? Biaya nya hanya gedung kosong yang sudah lama terlantar. Tidak mahal bukan? Apa lagi mengingat tuan Skala punya banyak sekali gedung kosong yang tidak terpakai. Dari pada menjadi tempat penampungan setan-setan gelandangan, lebih baik di serahkan pada ku. Aku jamin tempat itu akan sangat bermanfaat.” Ujar nya, dengan senyum ala kompeni kalau sedang bernegosiasi dengan pribumi.
“Aku yakin kau sudah tahu di mana tubuh gadis ini kan Aether? Ini hanyalah cara mu untuk membuat ku berangsur-angsur memberikan apa yang kau minta?” Skala berkomunikasi memalui pikiran nya. Tapi seperti nya Aether pura-pura tidak mendengar apa yang Skala katakan.
“Bagaimana? Apa anda berminat tuan Skala?” tanya Aether pada Skala.
“Ayoo lah Ska, semakin cepat, semakin baik. Apa kau tidak ingin segera menjadi manusia normal?” ucap Aether melalui pikiran nya untuk meracuni pikiran Skala.
🤭🤭🤭
__ADS_1
Ayo kamu nungguin siapa sih sebenarnya di novel kak Upe yang satu ini? skala - Mia atau jangan2 di Aether