
“Apa kau sibuk Saka?" Tanya Skala pada temannya yang merupakan anak pemilik salah satu rumah sakit besar di kota itu. Skala sudah tidak bisa menunggu Aether lebih lama lagi, entah mengapa Skaal merasa benar-benar rindu pada Mia. Walau pun tidak dapat menyapa Mia, paling tidak dia dapat melihat Mia. Itu cukup bagi Skala.
"Tidak terlalu sibuk. Aku sedang di Belanda Skala. Apa ada yang bisa aku bantu Skala?" tanya Saka. Tumben-tumbenan Skala menelponnya.
"Aku ingin minta tolong sesuatu." ujar Skala to the poin.
"Apa yang bisa aku bantu?" Saka balik bertanya. Sangat jarang seorang Sandiego Skala Anumerta memintai nya tolong.
"Aku ingin mencari seseorang. Tapi aku tidak tahu nama orang itu. Satu-satunya yang aku ketahui tentang orang yang aku cari itu adalah dia sedang koma saat ini." Jawab Skala jujur.
"Jangan katakan kau mencari orang ini karena permintaan teman-teman mu yang beda dunia dengan kita." Ujar Saka yang memang sudah tahu kalau Skala bisa berinteraksi dengan para arwah.
"Katakan lah begitu." Skala tidak berniat untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai alasan meminta pertolongan dari Saka.
"Baiklah. Aku akan menolong mu untuk mencari orang yang kau maksud kan itu, tapi sebagai gantinya kau juga harus menolong ku untuk mengusir para setan di bangunan terbengkalai yang akan dijadikan rumah sakit baru oleh ayah ku. Bagaimana, cukup adil kan?" Skala memang sudah merasa hawa-hawa tidak enak ketika Saka dengan mudah nya menerima permintaan tolong nya. Sebab ini bukan pertama kali nya Saka meminta nya berurusan dengan para hantu yang menggangu di rumah sakitnya atau lahan yang akan di jadikan sebagai rumah sakit.
__ADS_1
"Entah kapan aku bisa menerima pertolongan dari mu dengan tulus Saka!!" Seru Skala, sambil menghela nafasnya.
"Kalau begitu datanglah sejam lagi ke gedung kosong di sebelah mall XP. Kau tentu tahu dimana Mall itu berada kan Skala. Untuk menemani mu, aku akan perintah Nick untuk berangkat ke sana sekarang. Kalau urusan mu di gedung itu sudah selesai, besok dia akan membawa mu berkeliling ke semua sakit sesuka mu. Maaf Skala, aku ada urusan mendadak. Ingat satu jam lagi!" Saka langsung mematikan telpon itu tanpa mendengarkan terlebih dahulu jawaban dari Skala.
"Dasar!! " seru Skala yang kaget Saka mematikan telpon itu begitu saja.
Skala pun langsung mengambil kunci mobilnya dan menuju ke gedung kosong yang Saka katakan di telpon tadi.
"Kau mau kemana bos?" Tanya Radit pada bos nya yang seperti akan pergi ke suatu tempat.
"Apa tidak perlu akau temani, bos?”
“No! kau disini saja.”.
*
__ADS_1
*
*
*
Jarak gedung tua itu cukup jauh dari kantor Skala, dan setelah cukup lama mengemudi, akhirnya Skala sampai di gedung kosong itu. Skala melihat dari luar seluruh tampilan gedung itu dari depan. Dan benar saja, aura mistis sangat kental disini.
Ketika asik melihat-lihat kearah gedung dari dalam mobil, tiba-tiba terdengar suara klakson mobil dari arah belakang mobil Skala. Skala pun melihat ke arah spionnya. Seperti dugaan Skala itu adalah Nick dan mobil nya.
Karena Nick sudah datang, Skala pun keluar dari mobilnya. Dan jam saat itu sudah hampir jam sembilan malam.
📢Udah senin aja nih ...ayoooo yang belum vote! Lempar vote nya dong cinta ....lempar ke alhen dan Arka ya
Makasih cinta
__ADS_1