
“Aku tidak bisa mendengarkan suara hati mu. Tapi paling tidak aku tidak bodoh untuk tidak paham raut wajah yang kau pasang itu.” Ucap Skala yang membuat Mia benar-benar yakin Skala bisa mendengarkan suara hati nya. Dengan cepat Miaberhenti berpikir yang bukan-bukan tentangnya.
“Skala! Siapa gadis itu? Apakah dia manusia? kenapa dia bisa melihat kami?” tanya salah satu pocong yang berdiri disudut ruangan.
“Aku rasa dia bukan manusia.” Timpal wanita yang membuat ku mati ketakutan di mobil tadi.”sebab aku tidak bisa melihat bayangannya di mobil mu tadi Skala.” Lanjut wanita itu.
“Kalau bukan hantu dan juga bukan manusia, sosok apa dia sebenarnya?” Tanya sosok besar berwarna hitam.
Andaikan Skala tidak ada sini, Mia yakin Mia pasti sudah mati sekali lagi karena saking takutnya dengan wujud mereka.
“Aku pun tidak tahu siapa dia sebenarnya atau sosok apa dia sebenarnya.” Ujar Skala yang membuat seisi ruangan mendadak menjadi hening. “Itulah sebab nya aku membawa dia kesini agar kalian bisa membantu ku untuk mencari tahu sosok apa sebenarnya wanita ini.” Seru Skala.
Mia lihat ada sosok kakek-kakek yang melayang ke arah diri nya dan Skala. Spontan Miamenggenggam tangan Skala lebih erat.
__ADS_1
Kakek itu memperhatikan Mia dengan seksama. Lalu dia berkata,” dia bukan hantu Skala dan bukan manusia.” Ujar si kakek.
Dalam hati Mia bukan kah semua yang ada di ruangan ini juga berpikir seperti itu tadi. Apa setan kakek-kakek ini budeg sehingga mengulang hal yang sudah dikatakan berkali-kali di ruangan ini.
“Aku rasa kau harus membawa nya ke Aether. Dan bertanya pada nya jika kau ingin tahu sosok apa wanita ini sebenarnya.” Lanjut si kakek dengan wajah seriusnya.
“Aether ?” ulang Skala yang terlihat seperti egan untuk datang ke sosok yang di katakan oleh si kakek tua itu.
.
“Heem.. ternyata dia memang sangat penakut!!hahahaha....” ujar si kakek sambil tertawa setelah membuat Mia hampir mati sekali lagi karena ketakutan.
Mia merasakan jantungnya yang entah ada entah tidak itu terasa berhenti setiap kali hantu-hantu disana mulai menakutinya.
__ADS_1
“Skala, bisa kah kau meminta mereka untuk bubar?” Tanya Mia pada Skala sambil masih memeluk Skala.
“Aku akan menyuruh mereka untuk pergi tapi kau lepaskan dulu tangan mu dari ku.” Ujar Skala dengan wajah datarnya.
“Tidak!! Bagaimana kalau mereka tiba-tiba menakuti ku lagi seperti si setan kakek itu!” Protes Mia yang sudah tidak mau melepaskan pelukannya kali ini.
Skala sadar kalau kali ini Mia akan terus menempel pada nya jika ia tidak segera membubarkan semua setan yang ada di ruangan itu.
“Kalian boleh keluar sekarang.” Ujar Skala dengan suara lantang. Dan dalam sekejap semua setan tadi pun menghilang.
“Mereka sudah pergi. Kau bisa melepaskan pelukan mu sekarang.” Skala menatap lurus ke depan dan tidak melihat ke arah Mia sama sekali.
☘️☘️☘️☘️☘️
__ADS_1
Aduh mia... itu babang Sky pekukable banget ya .. soal nya diikit..dikit peluk.. hahahaay.. dah rasa bantal guling ndiri ya mia...🤭🤭🤭
Itu yang senyam senyum.. booming like dan komen serta lempar sajen atuh akak...biar semangat nulis nya