My Little Secret

My Little Secret
#6


__ADS_3

" Bersembunyi? Untuk apa bersembunyi? Aahha.. aku paham! Kau pasti mengira setan dan hantu hanya bisa keluar malam hari ya?Ne.. ne.. ne! Kau salah. kita bisa keluyuran sepanjang hari. Ayo lah, kita ini setan... bukan vampire! Jangan bilang selama ini kau kalau siang sembunyi Mia!! " Ejek Tejo. Kemudian dia bangkit, mengikuti istrinya yang mengantarkan selingkuhannya ke gerbang depan.


Mia pun ikut berdiri ketika melihat Tejo berdiri dan mengikuti istrinya. "Apa kau tidak ada kerjaan lain selain mengikuti istri mu!" Seru Mia kembali merasa bosan. Mia bosa jika kerja nya hanya mengikuti Tejo yang mengikuti istri Tejo kesana kemari


"Kalau kau bosan! Kau boleh pergi!" Ucap Tejo dengan nada kesal. Sebenarnya Tejo bukan kesal pada Mia hanya saja karena tidak bisa meluapkan nya pada sasaran yang tepat maka jadi lah Mia sasaranya.


“Huff! Dia pasti kesal karena istri nya mencium selingkuhan nya di depan mata nya si Tejo. Malah aku yang jadi sasaran nya.” Ungkap Mia dalam hati.


"Huft! Bukan begitu, bukan kan lebih baik kalau kita pergi mencari anak Indigo yang bisa melihat sekaligus mendengar suara kita. Dari pada kau dan aku menghabiskan waktu tidak jelas mengikuti wanita pembunuh ini." Mia terpaksa baik- baikin si Tejo, karena saat ini hanya Tejo lah teman Mia.

__ADS_1


Tejo melihat ke arah Mia, lalu dia memutarkan badannya menjauhi sang istri."Kau benar! Ayo kita pergi keluar dan mencari anak indigo yang dapat membantu ku."


“Nah gitu dong!! Kan muanteep! Full semangat!” guyon Mia.


Mia dan Tejo pun meninggalkan rumah besar nan cantik itu. Seharian mereka terus mencari orang indigo yang bisa mereka mintai tolong. Tapi ternyata hal itu tidak lah semua yang mereka bayangkan. Karena kebanyakan orang-orang yang memiliki kemampuan khusus ini berpura-pura tidak mengenali mereka. Kebanyakan dari mereka mengindari segala jenis makhluk tak kasat mata seperti Mia dan Tejo.


“Kemana kita akan mencari mereka ya?? Kenapa dari sejuta orang yang kita temui hari ni tidak ada satu pun dari mereka yang kelihatan nya mengenali kita. Huuuuuuuuuuf! Melelahkan sekali.” Mia yang kecapeaan akhirnya memutuskan untuk duduk disalah satu bangku yang ada di taman itu.


Mau nebeng bus kota eh di dalam nya sudah penuh dengan setan-setan yang malas berjalan kaki di siang hari ini.

__ADS_1


Andaikan ada razia kendaraan transportasi umum khusus para setan, Mia yakin semua bus pada kena tilang sebab tu para setan menuhin bus sampai ke atap-atap bus. Bahkan bus yang kelihatan nya kosong, bisa saja ada banyak setan yang duduk di dalam dan di atas bis itu.


“ya kali ya, setan zaman sekarang pada pemalas semua! Kagak mau jalan! Lihat aja tu bis pada penuh!” gerutus Mia.


“Sudah jangan banyak ngomel Mia, mending kamu jalan nya aja yang di cepatin. Biar kita bisa cepat sampai nya.” Tejo menarik Mia untuk melanjutkan perjalanan mereka melangla buana.


“ Tenang saja! Aku ini atlit lari cepat kok!” Balasa Mia asal.


Tejo hanya bisa mengerlipkan mata nya. Dia sudah pasti tahu kalau apa yang Mia jawab barusan hanyaa bualan Mia saja. Bagaimana Mia bisa ingat kalau diri nya adalah seorang atlit sedangkan

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺


Taburrr bunga di sini dong betieee


__ADS_2