
"Lho kok buku nya hilang?"Gerutu Mia yang melihat buku itu langsung lenyap begitu Aether
menutup nya.
"Aku kan belum selesai membaca nya!" Protes Mia dengan wajah yang tertekuk.
"Sudah kau tidak perlu membaca nya sampai habis.. otak mu yang minim itu tidak akan bisa memahami nya."Tukas Aether sambil tertawa melihat perubahan wajah Mia mendengar Aether mengejek nya tadi.
"coba aja kalau dia bukan malaikat pencabut nyawa!!! akan aku pites kepala nya." Seru Mia dalam hati sambil menatap lurus ke depan dengan kesal. Dia tidak mau melihat ke arah Aether.
"Ini .."Ujar Aether menyerahkan sesuatu langsung ke tangan Mia.
"Terima kasih." Jawab Mia yang auto tersenyum ketika menerima barang yang diberikan Aether tanpa melihat barang apa yang Aether berikan pada nya.
"Sama-sama.." Jawab Aether yang berupa hanya kepala saja yang saat ini berada di tangan Mia.
__ADS_1
"Aether!!!!!!!" Teriak Mia sambil melempar kepala Aether ke belakang hingga menembus tembok yang ada di belakang mereka.
"aaahk! Kau hampir merusak wajah tampan ku!" seru Aether sambil mengecek apakah kepala nya sudah terpasang dengan baik atau tidak.
"Kau!! kau!!” Saking geram dan panik serta rasa takut yang masih tersisa di diri Mia, Mia bahkan sampai tidak bisa berkata-kata untuk memarahi perbuatan Aether yang jahil itu.
Melihat Mia yang sangat geram pada nya, bukan nya minta maaf, niat Aether untuk mengerjai Mia malah semakin berapi-api.
"Mia tenang!" Ujar Aether dengan wajah serius."Ikuti aku.. tarik nafas mu dalam-dalam...lalu buang perlahan...Ya seperti itu. Nah ayo lakukan lagi." Aether memberikan arahan pada Mia sambil menahan tawanya.
Tapi dengan bego nya Mia malah mengikuti semua instruksi yang Aether berikan hingga setelah cukup lama baru dia tersadar-
"Aether!!!!! Kau mengerjai ku lagi!!!" Teriak Mia yang kali ini disertai pukulan ke tubuh Aether.
"Hahaha... kau memang setan terbodoh yang pernah aku temui Scarlet Damia Hardata." Seru Aether sambil menangkis pukulan Mia yang datang bertubi-tubi padanya.
__ADS_1
"Awas kau malaikat pencabut nyawa gesrek!! "teriak Mia dan memperkuat tenaga nya memukul Aether.
"Oke! cukup!! kali ini aku serius!" ujar Aether setelah berhasil menangkap tangan Mia.
"Nah dengar kan aku. Aku sudah tahu roh mu tidak bisa kembali ke tubuh mu. Itu semua karena..."Ujar Aether yang tidak lagi dalam mode jahil seperti tadi berniat untuk menyampaikan temuan nya pada Mia. Tapi melihat wajah serius Mia, Aether pun berbuah pikiran sejenak.
"Martabat ku sebagai malaikat maut seketika hilang jika berada di dekat mu!" Tukas Aether sewot sebab Mia mentowel kepalanya. "Coba saja arwah lain, sudah ku lenyap itu dari muka bumi ini." Lanjut sambil terus ngedumel, tidak mungkin dia melenyapkan sahabatnya sendiri. " Setelah semua yang terjadi apa aku harus membantu mu??"
"Iish! Kau ini Aether! Kau ini banyak sekali syarat ketentuan berlaku nya!!!" teriak Mia kesal.
"Hahaha.. aku hanya bercanda Mia. Sekarang Mia coba lihat ini." Aether mendekat pada Mia dan memperlihatkan kan sesuatu yang bersinar di saat Aether mengangkat kepala Mia di angkat oleh Aether hanya dengan satu jentikan jari Aether.
"Ini apa Aether??" tanya Mia sambil ingin memegang benda yang bersinar bawah kepala nya yang diangkat secara gaib oleh Aether.
"Jangan sembarang!!" Aether reflek memukul tangan Mia.."Kau dengar kan dulu penjelasan ku."sambung Aether dan menjauh tangan Mia dari benda itu.
__ADS_1
"Ogheey..." sebut Mia tanpa ada rasa bersalah sedikitpun atas perbuatannya tadi.