My Little Secret

My Little Secret
#67


__ADS_3

"Aether!!!! apa yang kau lakukan!!" Teriak Mia sambil memijak kaki Aether yang berada dibelakang nya.


"Cepat buka tangan mu Aether!! Aku akan menghajar mereka berdua!!!" teriak Mia penuh emosi.


"wwah... kau menakutkan juga kalau sedang marah seperti ini!" Aether pun menjauhkan tangannya dari mata Mia...


Mia yang baru saja membuka mata langsung kehilangan keseimbangan nya sebab sekali lagi Aether membawa nya ke atas atap sebuah gedung yang sangat tinggi..


"Ups! Hampir saja kau jatuh!" Ujar Aether, menahan bahu Mia dari belakang.


Mia pun langsung memegang tangan Aether erat. Meski pun dia tahu jatuh sekali pun dia tidak akan terluka tapi bayang-bayang adegan terjun bebas yang diberikan oleh Aether kemarin lalu masih sangat jelas dalam ingatan Mia. Dia tidak ingin mengalami nya sekali lagi.


"Kenapa kau membawa ku kembali ke sini Aether??" Ujar Mia sewot.


"Bukannya kau lagi kesal? Maka aku membawa mu ke tempat dimana kau bisa meluapkan semua rasa kesal mu." Jawab Aether tanpa ada rasa bersalah sudah memindahkan Mia seenaknya.


"Teriak lah!! Teriak lah sekuat yang kau bisa ... Keluar semua amarah mu! Sebab meskipun kau tetap ada disana. kau tidak akan bisa memukul mereka sesuka hati mu. Jadi bukankah disini lebih baik?" Ucap Aether masih sambil tetap menahan tubuh Mia dari belakang.


"Ayoo Mia teriak lah!!! Apa kau tidak merasa kesal dengan pengkhianatan mereka??" Aether terpaksa mengompori Mia agar Mia bisa meluapkan isi hati nya.

__ADS_1


Dan akhirnya ..


"Rain!! aku sangat membenci mu!!!!" Teriak Mia sekuat tenaga.


"Aayook.. Teriak lagi Mia!! Keluar semua rasa marah dan benci di hati mu!!!!" Ujar Aether..


"Aku juga sangat membenci mu Maria!!!!!!! Aku sangat membenci kalian!! Semoga malaikat pencabut nyawa segera mencabut nyawa kalian!!" Rutuk Mia.


"Apa kau ingin aku mencabut nyawa mereka saat ini juga?" Tanya Aether sambil menolehkan wajahnya.


"Apa kau bisa melakukan itu sekarang?" MIa malah balik bertanya dengan tampang bodoh nya.


"SOP? Maksud mu standar operasional prosedur?" Tanya Mia.


"Benar sekali! Tumben kau pintar Mia." Jawab Aether, melepaskan pelukannya dari Mia sebab saat ini Mia sudah tidak memerlukan nya lagi.


"Setiap malaikat pencabut nyawa punya standard operasional prosedur nya masing-masing. Kami tidak boleh main sembarangan mencabut nyawa orang." Jelas Aether.


"Tidak seru!" Gumam Mia dan berjalan ke tengah-tengah taman itu sambil melihat ke arah jendela kamarnya.

__ADS_1


"Apa mereka masih berada di kamar ku!!!" Tanya Mia dengan wajah cemberut. Detik-detik Rain akan mencium Maria masih terekam di ingatan Mia.


"Heeem.... masih." Jawab Aether, apa adanya.


"Dasar manusia tidak tahu malu! Apa mereka tidak bisa mencari tempat lain untuk melakukan itu!! Kenapa harus di kamar ku! Kenapa harus di depan ku!!" Jerit Mia Frustasi.


"Kau masih ingin teriak Mia? Aku bisa membawa mu ke tempat yang lebih tinggi agar kau bisa berteriak dengan plong disana!" Tawar Aether dengan wajah yang benar-benar innocent.


Mia langsung melihat jengah pada Aether. Sudahlah Mia tidak tahu harus meluapkan kemana semua saja marahnya ini, eh si malaikat maut abal-abal ini malah membuat nya semakin kesal.


Mia menghembuskan angin kosong di mulut nya kasar, semua yang ada di depannya di tending nya meskipun semua tendangan nya hanya menembus semua benda-benda itu.


"Awas kalian!!!!!!!" Seru Mia geram, dan memandang kembali ke arah jendela kamarnya yang besar itu.


Setelah puas meluapkan semua amarah nya, Mia pun duduk di samping Aether dan menoleh pada malaikat maut yang menjadi teman nya dua hari ini.


“Apa??? Kau mau bertanya tentang Skala kan???” Aether hanya dengan melihat air muka nya Mia sudah dapat menebak apa yang ada di dalam kepala Mia.


*** jangan Lupa Like dan komen serta sajen kakak.....

__ADS_1


Dan follow ig kak upe @kak.upe


__ADS_2