
“Aku tahu siapa diri mu anak muda. Nama mu Sandiego Skala Anumerta, adik dari mendiang Vivian Anumerta. Aku benar bukan?” kata Ansel sangat komplit.
“Apa kau mengenal mendiang kakak ku tuan Ansel?” Tanya Skala, heran, mengapa aypa nya Mia bisa mengenal mendiang kakak nya yang telah meninggal.
“aku adalah kakak kelasnya dulu.” Terang Ansel.
“aaah.. maaf aku tidak mengenali anda, sebab aku memang masih sangat kecil saat kakak ku berada di bangku perkuliahan.” Sebut Skala.
“That’s oke !” jawab Ansel santai.
Semua mata terlihat menatap Skala dan Ansel yang asik bercerita di depan pintu kamar Mia.
“mengapa aypa tiba-tiba dekat dengan teman nya Saka.” Pikir Rain dalam.
“Skala apa kau keberatan minum secangkir kopi bersama ku?” Tawar Ansel pada Skala yang sebenarnya hanya alasannya saja untuk dapat berbicara berdua dengan Skala.
__ADS_1
“Tentu saja tidak.” Jawab Skala, ramah.
“Kalau begitu mari kita ke mansion ku!” Ansel pun mengajak Skala ke mansion nya yang berada di tengah- tengah komplek mansion ini.
Lea, sang ayma nya Mia tidak memiliki firasat atau kecurigaan apapun, sang suami mengajak Skala pergi. Dalam pikiran Lea, suaminya hanya ingin berbicara panjang lebar dengan Skala sebab Skala adalah adik Vivian, teman sekampus nya Ansel dulu.
“Rain apa kau mau masuk? Kalau tidak aku dan Saka yang akan masuk terlebih dahulu.” Ujar Lea pada Rain, tunangannya Mia.
“ayma dan Saka saja yang masuk lebih dulu. Aku tidak sedang tergesa-gesa, biarlah aku yang terakhir saja tapi aku dapat tinggal lebih lama bersama Mia.” Jawab Rain penuh kebohongan sebab alasan memilih untuk tidak masuk adalah karena dia ingin berbicara dengan Maria tentang suatu hal yang penting.
“Baiklah kalau begitu.” Sahut Lea yang kemudian menarik tangan Saka untuk ikut ke dalam kamar Mia bersama nya.
“Ikut aku sebentar Maria.” Ujar Arthu pada Maria, lembut.
“baiklah.” Jawab Maria yang sebenarnya juga memiliki sesuatu untuk dia diskusikan bersama Rain.
__ADS_1
Bangunnya Mia dari tidur panjangnya itu memang membuat segala Maria dan Rain berantakan.
“Pergi lah... Ibu tidak akan melarang kalian!” Ujar ibunya Maria.
“Terima kasih.” Jawab Rain, lalu menarik Maria meninggalkan ruangan ini.
****
“Maria,” seru Rain pada wanita yang telah menghiasai hari-hari Rain belakangan ini.
“Rain.. aku tahu, kau pasti mengajak ku kemari karena kau ingin mengakhiri hubungan kita yang memang tidak sepantasnya ini kan?” Maria si drama queen kembali ambil panggung kali ini.
“Tidak sayang! Malah sebaliknya, aku tidak ingin mengakhiri hubungan ku dengan mu! Aku tidak ingin kita berpisah, hanya saja aku tidak bisa melepaskan Mia.” Ujar Rain, sedih.
“Ma-maksud mu apa Rain?” tanya Maria hati-hati, sebab kalau salah-salah langkah maka ikan kakap nya saja terlepas.
__ADS_1
“Mau kah kau masih berhubungan dengan ku meskipun harus kita lakukan sembunyi-sembunyi di belakang Mia. Aku berjanji meski kau berstatus pacar rahasia ku, kau akan selalu menjadi yang pertama di hati ku Maria?” Ucapan Rain sungguh manis. Membuat Maria semakin yakin tanpa di jebak pun Rain tidak akan pernah menjadi milik Mia.
Saat Rain sedang mengokohkan hubungan terlarang nya bersama Maria, Saka dan ayma Mia sudah berada di dalam kamar Mia.