My Little Secret

My Little Secret
107


__ADS_3

Hai.. hayati numpang pamer karya baru ya🤭


☘️☘️☘️☘️


"Kau mau sampai kapan disini Will?" tanya Lou yang baru saja sampai di ruang kerja Will yang berada di lantai bawah.


Will yang sedang memejamkan mata pun akhirnya membuka mata nya saat tahu Lou sudah ada di dalam ruang kerja nya.


"Kau! berani sekali kau menjahili ku!" sungut Will sambil melempas bola karet milik nya pada Lou.


"Lagian siapa suruh kau bohong pada kakak ipar ku! Jelas-jelas kau ada di dalam rumah, suruh aku mengatakan pada nya kalau kau sedang pergi ke tempat Mr. D." Ujar Lou, geleng-geleng kepala.


"Ck.. kau tidak akan paham." Desis Will.


"TIdak paham? Bagian mana yang aku tidak paham? Apa bagian, kau sedang jatuh cinta pada Ariana Mirelia White saat ini? atau bagian kau yang sedang kabur karena takut malam pertama dengan nya?" Lontar Lou yang langsung membuat wajah Will merah padam.


"Apa kau bilang? Ck.. ma-na mungkin aku ta-kut akan hal itu." Ucap nya dengan tersendat-sendat.


"Aku hanya sedang sibuk. Ada banyak pekerjaan di CRC yang belum sempat aku selesaikan." Ujar nya beralasan.


"Benar kah? mana? Biar aku yang menyelesaikan nya." Lou tiba-tiba membalik layar komputer yang sedang menghadap ke arah nya. Dan.........


"Wow! Jadi ini pekerjaan di CRC yang membuat mu tidak kembali ke kamar mu malam ini?" Tawa Lou benar-benar rasa nya ingin meledak saat tahu Will sedang nonton film 25+ di komputer nya.


Will auto menutup wajah nya dengan telapak tangannya. Hancur sudah harga diri nya sebagai ketua geng TRIAD, Mantan pembunuh bayaran yang terkenal berdarah dingin, CEO berhati ES dan pengawal eksekutif seorang petinggi organisasi paling rahasia dan berbahaya di dunia ini.


"Ya.. segala sesuatu memang memerlukan sebuah pengetahuan!" Ucap Loun sambil menahan tawa nya dan mundur alon-alon ke arah pintu. "BAHKAN JIKA ITU BERASAL DARI VIDEO PORNO SEKALI PUN." Seru Lou dan langsung kabur.


"OH! SHITTT!" gumam Will dengan rasa malu yang tak terkatakan lagi seperti apa saat ini.


Setelah merenungi semua hal, akhir nya Will berpikir untuk menendang keluar semua pikiran nya yang sempat berpikir untuk benar-benar menjadikan Ariana menjadi sandaran hati nya. Ariana tidak akan pernah sanggup menjalankan hidup seperti apa yang kini Will jalani.


Dalam pikiran Will, kehidupan yang dia jalani tidak akan pernah bisa Ariana jalani. Ada banyak musuh Will bertebaran di luar sana. Musuh dari geng yang berlawanan dengan geng nya.


Belum lagi musuh dari masa lalu nya sebagai pembunuh bayaran. Belum lagi musuh yang berasal dari persaingan di dunia bisnisnya.


Dan ditambah lagi musuh Mr.D, yang juga secara tidak langsung pasti akan membuat perhitungan dengan Will, karena nyawa rekan mereka, bos mereka atau mungkin keluarga mereka telah di cabut oleh Will.


Semua ini membuat Will yang sudah kadung jatuh hati pada Ariana, berpikir ulang. Dia tidak ingin hal-hal yang buruk menimpa Ariana ke depan nya dan mungkin saja anak-anak masa depan mereka, mengingat latar belakang Will yang penuh dengan darah di mana-mana.


Terutama saat Will teringat keluarga asli nya yakni keluarga Hong yang telah menjadi momok bagi Will sampai sekarang.


Bagiamana kalau paman nya Zan Jin Hong belum melupakan nya dan suatu saat tanpa sengaja mereka bertemu? dan keadaan nya Will saat itu telah menikah dengan Ariana? Pasti Zan Jin Hong, tidak akan ragu-ragu untuk menghabisi keluarga kecil Will.


Karena teringat hal itu, Will langung mengusap kasar wajahnya.


Memang dia telah menjadi orang kuat sekarang dengan embel-embel pembunuh bayaran dan sebagainya. Tapi mungkin akibat traumatik yang begitu hebat saat dia kecil, sosok  Zan Jin Hong tetap menjadi orang yang paling Will takuti.


Will memejam kan mata nya dan membuka sebuah video yang diambil diam-diam dengan mini drone ciptaan nya.


Terlihat di layar monitor nya, seorang gadis belia nan cantik sedang menikmati sore hari nya yang ceria bersama seorang wanita yang setengah baya yang tidak bisa kemana-mana selain di atas kursi rodanya.


Kedua wanita itu tampak sangat bahagia walaupun ada begitu banyak bodyguard di kiri dan kanan mereka.


Ya, mereka adalah adik perempuan Will dan ibu nya Will nya yang dibiarkan hidup oleh Zan Jin Hong paman Will.


Dan sesuai dengan janji yang Zan Jin Hong katakan, dia akan membiarkan kedua orang ini hidup dengan baik dan bahagia selama Will tidak pernah muncul lagi ke permukaan.

__ADS_1


Dan itu lah yang Will lakukan saat ini. Menenggelamkan diri nya dalam identitas baru nya yang ia rubah dari William Joshua Hong menjadi William Cook. Larut dalam gelap nya dunia yang tak pernah tersentuh oleh orang biasa pada umumnya.


Ini juga lah salah satu alasan mengapa Will, tidak pernah memperlihatkan diri nya di depan umum bahwasa nya dia adalah pemilik CRC company. Will takut Zan Jin Hong mengenalinya.


Kalau di pikir-pikir, bukan Will terlihat sangat bodoh. Dengan kekuasaan nya kini orang -orang berpikiran seharus nya Will bisa sangat mudah menghancur satu orang seperti Zan Jin Hong.


Will seorang pembunuh bayaran.


Will seorang ketua Geng berbahaya.


Will salah satu anak buah dokter jenius yang misterius, yang dunia berada di bawah kekuasan nya.


Apalah arti seekor hama seperti Zan Jin Hong saat ini jika ditilik dari semua sudut itu.


Tapi permasalahan nya ada di diri Will sendiri yang sudah terlanjur mendokrin dirinya sendri bahwa dia, William Joshua Hong sampai mati pun tidak akan sanggup melawan atau mengalahkan Zan Jin Hong. That's the main problem nya.


Masalah nya ada di dalam diri Willl sendiri. Selama Will masih berusaha kabur menjauh dan bersembunyi maka dia tidak akan pernah mengalahkan rasa takut nya. Dan selama rasa takut nya tidak berhasil dia hadapi maka dia tidak akan pernah siap untuk menghadapi Zan Jin Hong sampai kapan pun. Meski telah sekuat apa dirinya saat ini.


Tapi bagaimana dengan Ariana. Bohong jika Will mengatakan kalau tidak sentruman-sentruman kecil di hati Will untuk nya.


Will berpikir dan terus berpikir hingga di suatu titik dia menemukan sebuah win win solution untuk nya dan Ariana. Yaitu, BERHENTI LAH BERPIKIR.


Ya itu lah win win solution yang lahir dari pemikiran panjang Will tadi. Berhenti lah berpikir. Atau jangan pikirkan apapun lagi. Coba saja jalani apa ada nya dengan Ariana. Toh yang Will rasakan saat ini baru sebatas sentruman-sentruman kecil kan?? Belum sambaran gledek yang besar.


Jadi kenapa tidak memulai hal ini dengan sesuatu yang lebih fresh, yakni pertemanan.


Will pun memutuskan untuk membangun hubungan yang lain dengan Ariana. Mungkin hubungan pertemanan pantas untuk di coba, batin Will.


Will pun masuk ke kamar mandi untuk ke segera membersihkan diri dan otak-otak kotor nya.


Will yang telah berhasil mendinginkan kembali kepala nya, akhrinya di subuh hari kembali ke kamar nya, dimana Ariana semalaman ini tidur. Dia duduk di samping Ariana sambil memperhatikan wajah Ariana yang tertidur pulas itu hingga hampir jam 6.30 pagi.


Setelah itu, Will pun memutuskan untuk segera mandi karena dia masih harus menemani Ariana ke perusahaan. Will khawatir, orang-orang yang mencoba mencelakai Ariana masih berusaha mencelakai Ariana. "Jangan sampai tragedi lift kemarin terulang kembali." batin Will, mengelus lembut kepala Ariana lalu mencium nya.


" Aku akan melindungi mu dengan nyawa ku Ariana! Tapi maaf aku tidak dapat meneruskan hubungan kita? Aku tidak ingin kau menjadi sasaran musuh-musuh ku dan musuh- musuh Mr.D." gumam Will dalam hati.


Tepat pukul 7 pagi, Will telah selesai mandi dan dengan isi kepala yang telah terbersihkan dengan sempurna menurut nya,ia mendekati tempat tidur di mana Ariana sedang tertidur pulas bak seorang bayi.


"Apa dia tidak ada niatan untuk ke kantor pagi ini?" seru Will sambil meletakan handuk yang dia pakai untuk mengelap kepala nya ke bahu nya.


Ya, Will baru saja selesai mandi dan sama sekali belum berpakaian saat ini. Handuk saja masih terlilit rapi di pinggang nya, menandakan kalau dirinya masih belum mengenakan apapun di dalam sana.


Will menghela nafas melihat kekhusukan tidur Ariana yang sepertinya walau gempa bumi terjadi, pasti tidak akan bangun dari tidur nya.


"Heiii..." WIll pun memegang pergelangan kaki Ariana, bermaksud untuk membangun kannya.


Ariana membuka mata nya sedikit, benar- benar sedikit, saat kaki nya di sentuh oleh sebuah tangan yang terasa dingin. Dengan mata nya yang hanya segaris itu, sayup - sayup Ariana mendengar suara Will yang sedang memanggil-manggil nama nya.


"Ariana, bangun! Sudah pagi! Apa kau tidak akan ke kantor?" Will menggoyang-goyang kaki Ariana yang sedang memeluk erat guling yangseharus nya semalam menjadi pembatas wilayah kekuasaan nya dan daerah kekuasaan Will di atas ranjang yang besar itu, Tapi karena Will tak kunjung kembali maka seluruh ranjang itu menjadi daerah jajahan Ariana.


"Hmm.. Sebentar lagi! Aku masih ingin tidur." Oceh Ariana, masih hikmat dalam tidur pagi nya, yang tidak ingin terusik oleh siapa pun..


Will pun pun berkecak kagum dan kesal saat mendapati respon Ariana yang aneh bin ajaib itu.


"Apa dia lupa kalau dia saat ini adalah seorang direktur sebuah perusahaan dan harus bangun pagi?" gumam Will dalam hati sambil geleng-geleng melihat tingkah Ariana yang malah memeluk erat guling nya.


"Bagaimana cara membangunkan gadis pemalas ini ya?" Willl berpikir keras, dan akhirnya Will kecil di dalam kepala nya membisikkan sesuatu pada nya.

__ADS_1


Will pun kembali ke kamar mandi. Sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh Will kecil, Will pun mengambil segayung air yang menurut Will kecil tadi akan di gunakan untuk menciprat-cipratkan air ke wajah Ariana.


Dengan masih menggunakan handuk yang ia lilitkan di pinggang nya, Will menyeringai di depan wajah Ariana yang sedang tertidur bak putri tidur itu.


Kemudian Will mulai menjentik-jentikan air ke wajah Ariana.


"Hmm.. apa-apaan ini!" gumam Ariana yang mata nya masih tertutup.


"Kau apa kau masih akan tidur? atau akan segera bangun Ariana Mirelia White!" Seru Will masih dengan keisengan nya menjentik-jentikkan air ke wajah Ariana.


"Will.. kau apa-apaan!!" Seru Ariana sambil melindungi wajah nya dari jentikan air yang Will arahkan ke wajah nya.


"Maka nya kau itu bangun Ariana?! Sekarang sudah pukul tujuh lewat tujuh belas menit dua puluh tujuh detik." Seru Will yang dengan semangat para peserta panjat pinang, menjentik kan air ke wajah Ariana.


"Will..!! hentikan! Kau sungguh mengganggu!" Sungut Ariana yang malah menutup wajah nya dengan bantal.


"Astaga bocah ini!" Seru Will, yang sedikit demi sedikit sudah mulai kembali seperti Will yang sebelumnya.


"Will, hentikan!!" Teriak Ariana sambil menahan bantal di wajah dengan satu tangan nya, sedangkan tangan yang lain nya menepis setiap cipratan air yang Will cipratkan.


"Hentikan Will!" Seru Ariana yang merasa Will benar-benar mengganggu kali ini.


Tapi Will yang mendengar sorak suara Ariana semakin gencar menyipratkan air ke wajah Ariana! Secara itu arti nya, Ariana sudah mulai terbangun total.


Will semakin mendekat dan mendekat sambil terus menciprat-cipratkan air ke sana kemari. WIll melihat wajah Ariana yang disebelah sana sedikit terlihat, "Itu dia sasaran ku berikut nya!" Sebuah senyuman jahil terbit di wajah tampan Will.


Tanpa ragu Will pun naik ke atas tempat tidur, dan berdiri dengan lutut nya di samping tubuh Ariana yang masih berusaha mengindar sebisa yang Ariana bisa lakukan sambil terus menggerakan tangan nya yang satu lagi random.


"Kena kau kali ini Ariana Mirelia White!!" Seru Will dalam hati, lalu maju satu langkah dengan lutut dan mulai menyerang wajah Ariana yang tidak terlindungi oleh bantal yang menutupi sebagian wajah Ariana.


"Will!! Jangan!! Nanti tempat tidur ini basah!!" teriak Ariana memalingkan wajah nya ke arah Will tengah bertumpu dengan lutut Will.


"Maka nya cepat bangun!! Atau air satu gayung ini akan aku guyur semua nya ke wajah mu!" Seru Will.


"Gayung? Dia bahkan sampai bawa gayung!! Waaaah. deaaabaaak! Kau sungguh terlalu Willam Cook!" Jerit Ariana dalam hati saking kesal nya saat tahu WIll membawa satu gayung penuh berisi air. "Pantas saja air di tangan nya tidak ada habis nya!!" Seru Ariana, yang tadi nya berpikir kalau Will tadi hanya membawa segelas air saja.


"OKE!! Kalau kau ingin main basah-basahan!! Hayooo kita serakkan saja semua air itu di tempat tidur mu ini!!!" Seru Ariana geram.


Ariana yang bermaksud merampas gayung itu dari tangan Will bahkan kalau perlu air itu tumpah sekalian biar tempat tidur itu basah, akhirnya menggerak-gerakkan tangannya random sambil mencoba meraih dan menggengam apapun yang ia dapat. Dan..


"Apaa ini? kenapa kenyal-kenyal seperti ini?" gumam Ariana saat tangannya meremas sesuatu yang terasa sangat kenyal, yang aneh nya di saat dia meremas benda kenyal itu, cipratan air tidak lagi mengenai nya.


Fisarat Ariana langsung buruk, otak nya pun langsung travelling kemana-mana, "Tidak mungkin benda itu kan?" gumam nya pelan. "Masa dia tidak memakai ****** ***** saat ini?" Otak Ariana makin menjurus ke sebuah benda yang bisa on off secara ajaib.


Ariana pun membuka penutup wajah nya yakni bantal tidur nya, Dan begitu bantal itu tersingkir kan, wajah Ariana ternyata berada tepat di depan paha Will, dimana tangan Ariana sedang memegang benda pusaka milik Will.


Ariana dan Will pun saling pandang dengan backgroun suara gajah yang menggelegar di kepala masing-masing."OOeeeennuuuuuuuuuunggggggggmmmmmmm..." (pening-pening dah baca nya, Hahahaha)


***


mau tau lanjutan nya..baca di paijo...tau kan paijo apa????😁


Yang udah tahu tolong bantu jawab di kolom komentar ya😎


Syarat untuk mampir, simple kok! dilaranh keras baca skip! kalai kamu niatan utk skip... monggo jalur lain aja😁


jangan lupa... cukup tekan lonceng dan tidak perlu masukan buku ke rak baca kamu☺️

__ADS_1


__ADS_2