
Mata Mia yang berkaca – kaca itu menatap Skala dengan sejuta rasa senang di dalam nya. Satu persatu air mata menetes di pipi Mia. “Ternyata Skala adalah sosok pangeran berkuda putih yang Tuhan kirimkan pada ku!?” ucap nya lebai dalam hati.
“Baiklah, jika itu adalah keinginan mu.” Pemilik Jembatan jiwa, membuka portal yang di cari oleh Skala. “Pergi lah. Dan jangan pernah kembali lagi ke tempat ini Skala..” Ucap si pemilik Jembatan jiwa.
“Tumben dia baik?” seru Skala heran. Tapi tentu saja hal ini tidak akan Skala sia-sia kan, karena bakalan gawat kalau sampai Sky berubah pikiran.
“Skala, lain kali katakan pada Aether, dia sudah aku izinkan kembali ke tempat ini.” ucap Sky lalu melepaskan Mia.
“Akan aku sampai pada Aether.” Jawab Skala langsung meraih tangan Mia. “Ayo pergi!” ucap Skala pada Mia.
“Tunggu dulu Skala.” Tiba-tiba Sky menahan Skala dan Mia lalu menjentikkan jari nya. “Berpamitan lah dengan kakak mu.”
Dalam sedetik sosok sang kakak muncul di depan Skala dan Mia. “Kakak??” seru Skala langsung meraih kedua telapak tangan sang kakak lalu memeluk nya erat.
“Hei!! Kenapa kau menangis! Bukan kah tadi sudah dengan tega nya memilih gadis ini dari pada aku??” Ucap Vivian pura-pura bersedih.
__ADS_1
“Maafkan aku kak! Aku tidak bermaksud seperti itu. Hanya saja aku tahu walaupun aku memilih kakak, kakak tetap tidak akan bisa kembali kan? Karena jiwa kakak sudah di makan oleh sosok itu.” Ujar Skala sambil melihat Sky dari ujung mata nya yang basah dengan air mata.
“Sky.. tolong kembali ke wujud asli mu! Kau menakuti adik ipar mu!” ucap Vivian pada Sky.
“Wooosh!”
Penampilan Sky pun berubah. Dari sosok hitam berbulu dengan jari-jari yang panjang kini terlihat sangat tampan mengalahkan oppa-oppa korea.
“Dia? Ehmmm Adik ipar? Tunggu! Biarkan otak ku menyimpulkan hal ini!” Ucap Skala yang masih dalam keadaan terkejut, sambil mengangkat tangan nya agar Vivian dan Sky tidak menjelaskan apa yang terjadi pada nya.
“Kau tidak menikah dengan Sky kan, kak?” ucap nya kemudian dengan sebuah tanda tanya besar di wajah nya yang dia tujukan pada sang kakak.
“Deabak!” seru Mia terkagum-kagum. Baru kali ini dia dengar hal aneh tapi nyata seperti ini.
“Tapi bagaimana bisa?”
__ADS_1
“Bagaimana ya? Cerita nya sangat panjang Ska. Lain kali saja kita cerita. Yang pasti kau hidup lah baik-baik dengan istri. Ooo iya, nama mu siapa?” tanya Vivian pada Mia.
“Mia, kak.” Jawab Mia, lembut.
“Gadis yang cantik dengan aura yang indah.” Puji nya. “Jaga adik ku baik-baik ya Mia! Kalau nakal gelitik saja, dia penggeli.” Bisik Vivian.
“Oo.. iya Skala! Jangan lupa sampaikan pesan Sky tadi. Suruh Aether kembali. Dia telah salah paham dengan kakak nya. Tapi salah Sky juga sih sebenarnya! Maka nya Aether jadi salah paham dan pergi.” Vivian menepuk pelan lengan Sky.
“Wait?! Adik? Jadi Aether itu-?”
“Ya! Dia adik nya Sky! Jadi singkat nya kau dan Aether itu saat ini adalah sama-sama ipar.” Jawab Vivian dengan senyum terkembang.
“Vivian! Sudah cukup ngobrol nya! Tangan ku lelah mempertahankan portal ini.” Sungut Sky, yang memang sedari tadi mempertahankan agar portal itu tetap bisa terbuka.
“Ya ampun, maaf! Aku sampai lupa. Sampai jumpa sayang!” Vivian memeluk Mia. “Dan kau Skala, aku dan Sky serius! Kau tidak boleh ke tempat ini lagi.” Vivian memeluk adik nya.
__ADS_1
“Tapi kenapa kak?”
“Ah! Kelamaan!” Ujar Sky, lalu menjentikkan jari nya dan membuat Skala dan Mia terdorong ke dalam portal.