My Little Secret

My Little Secret
#82


__ADS_3

Mia pun gabut sendirian. Padahal dari Aether menghilang tadi barud dua jam berlalu.


“Bagus nya aku bisa ngomong ama si Aether kayak telepati gitu! Jadi walaupun dia tidak ada disini, aku kan tidak kesepian. Ini setelah si Aether pergi, aku kayak hantu bengong gak ada kerjaan itu! Mau ngajak ngobrol sesama hantu, eh disini minim banget setan nya. Huf! Coba ada Tejo dan Peggy pasti aku tdiak akan kesepian. Eh kog aku malah jadi tiba-tiba teringat si Tejo??” Mia pun jadi teringat Tejo dan mbak kunti kenalan Mia.


Karena teringat Tejo, Mia pun jadi kepikiran mungkin begini lah yang dirasakan oleh Tejo waktu itu. Dia ingin membalas kebe jatan sang istri tapi sayang nya dia tidak bisa melakukan hal itu. Jangan kan membalas apa yang mereka lakukan, memperlihatkan diri di depan mereka saja Tejo tidak bisa.


“Coba aku bisa memperlihatkan diri ku sesuka hati! Pasti aku tidak akan sebosan ini.”Gumam nya sambil duduk bosa di samping tubuh nya.


“Kau ingin sedikit hiburan ya Mia?” tiba-tiba suara Aether terdengar di dalam kamar Mia.


“Aether? Kau dimana?” tanya Mia sambil melihat ke segala arah mencari keberadaan Aether. Tapi percuma, Aether benar-benar tidak terlihat.


“Dia dimana?” Tanya Mia sekali lagi.


“Aku sedang berada di jembatan jiwa Mia. Apa kau perlu bantuan dari ku? Maaf aku belum bisa ke sana karena aku sedang mencari penyebab kenapa tubuh mu menolak Jiawa mu.” ujar Aether.

__ADS_1


“Kapan kau kembali Aether? Aku kayak hantu bodoh, bengong sendirian disini!”


“Belum pasti. Tapi begitu aku sudah tahu apa yang menyebabkan jiwa mu tidak bisa kembali ke dalam raga mu, aku akan kembali. Baru setelah itu aku akan menemui Skala dan melaporkan kalau kau sudah sadar.” Jawab Aether.


“Jadi kau belum ada ke tempat Skala?”


“Belum ada. Andaikan aku bisa berkomunikasi dengan Skala seperti aku berkomunikasi dengan mu saat ini maka aku bisa dengan mudah melaporkan segala nya pada Skala. Tapi sayang nya tidak bisa. Karena bagaimana pun Skala itu manusia.” Jawab Aether lagi.


“Tadi kau katakan kau bosan, kan?? Ingin sedikit bantuan ku untuk bersenang-senang disana??” tawar Aether.


“Aku memang bosan. Tapi apa coba yang bisa aku lakukan? Kayak nya gak ada deh! Disini gak ada setana nya.” Ujar Mia lemah.


“Main dengan manusia? Bagaimana cara nya??” Mia langsung bersemangat.


“Cara nya mudah! Kau hanya perlu fokus, maka kau dapat memperlihatkan diri mu pada manusia. Tapi tentu saja manusia yang kau benci. Karena rasa benci mu itu lah yang akan membuat aura mu makin negatif. Maka nya hanya hantu yang punya dendam lah yang sering kelihatan oleh manusia.”Ujar Aether.

__ADS_1


"Jadi maksud mu, aku hanya perlu fokus supaya aku bisa menampakkan diri ku di depan Maria dan Rain?" Sebuah senyuman usil mulai terlihat di wajah cantik gadis mungil itu.


" Ya , begitu lah kira-kira." Ujar Aether yang tentu saja sadar apa yang akan diperbuat oleh Mia.


"Markicob...."Seru Mia dengan semangat empat lima


*


*


*


*


*

__ADS_1


Mia dengan semangat membara berjalan menuju kamar nya Maria yang sejak pulang dari Inggris waktu itu, tinggal di mansion orang tua Mia dengan alasan Maria ini menjaga Mia.


"Tunggu!! Akan ku balas perbuatan kalian. Dan sekarang akan ku mulai dari Maria terlebih dahulu!" Seru Mia yang sudah ready untuk mencoba saran dari Aether. “Akan ku buat jantung mu minta pensiun diri Maria.”


__ADS_2