
**setelah menunggu cukup lama, akhirnya para dokter itu pun datang.
"Cepat kalian kemari!! Teman-teman ku pingsan." Perintah Maria pada dokter yang menerima telpon Maria di ruang medis.
Salah satu dokter itu memandang kesal pada Maria. " Dasar anak orang kaya!! Suka main teriak-teriak." Ujar di dokter kesal.
"Aduh ...kalian ini kenapa sih!!" seru Maria yang benar-benar tidak habis pikir apa yang menyebabkan teman-teman nya pingsan di dalam kamarnya.
"Permisi nona, kami akan membawa teman-teman anda ke ruangan kami untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut." Terang salah seorang dokter pada Maria
"Terserah kalian..." jawab Maria yang terkesan acuh dan sombong.
"Baik nona.."Jawab dokter itu dan langsung membawa Yuni dan Lenna bersama nya.
Setelah semua orang pergi kini Maria tinggal sendiri di kamar itu.
__ADS_1
"Maria....." Terdengar suara seseorang seperti sedang memanggil nama Maria.
"Maria......"Kembali terdengar suara yang sama memanggil nya.
Maria menoleh ke kiri dan ke kanan. Mencari tahu, dimana sumber suara itu berada. Namun tidak dapat Maria temukan.
Ketika Maria sibuk mencari sumber suara itu, tiba-tiba lampu di kamar Maria mati, membuat Maria ketakutan. Bukan sosok Hantu yang ditakutkan akan muncul dari gelap nya suasana di kamar nya itu. Melainkan Maria takut ada seorang penjahat yang muncul dan membunuhnya.
Tapi di luar ekspektasi Maria, ternyata yang muncul dari arah gelap nya malam di kamar itu adalah sesosok wanita yang terbang menembus dinding dari arah luar jendela kamar Maria yg menghadap ke arah dalam kamar Maria.
Makhluk itu berjalan semakin mendekat dan mendekat ke arah Maria. Lalu entah mengapa, makhluk itu pun ikut berjongkok di depan Maria yang sudah tidak dapat mengatakan mengapa kedua kakinya tidak bisa di gerakkan.
Andaikan diperbolehkan pingsan seperti kedua temannya tadi, pasti Maria akan bermain aman dengan memilih option pingsan di tempat seperti Yuni dan Lenna.
Tapi sayang nya Maria tidak juga kunjung jatuh pingsan bahkan disaat ini dia bisa melihat dengan jelas makhluk yang melayang masuk melalui jendela kamar nya tadi itu
__ADS_1
Kini makhluk itu sedang tersenyum pada Maria. Yang menurut Maria, sudah dapat dipastikan bahwa itu bukanlah sebuah senyuman kebahagiaan karena berjumpa teman baru melainkan senyum creepy dari setan untuk menakut-nakuti target operandi nya..
Dan...
“AAAAAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....!!” teriak Maria dan langsung terbangun. Dengan nafas yang masih terengah-engah Maria melihat sekelilingnya. Ada begitu banyak orang. Ayah, ibu, serta kakek dan neneknya pun ada di kamar Maria saat ini.
“Kau sudah sadar nak?” Tanya Tias pada putrinya yang masih terlihat panik di atas tempat tidur itu. “ kau sudah pingsan selama dua jam!” Ujar Tias
Maria langsung memeluk ibu nya itu, lalu dia menangis sesenggukan.”Ibu- “ ucapnya yang kelihatan ketakutan dari suaranya.
“Kau kenapa Maria?” Tias merasa tidak tenang melihat anaknya sehingga dia pun kembali bertanya.
“Aku – aku takut bu! Ada hantu di kamar ini!” Ujar Maria sambil melihat ke sekeliling kamarnya.
Orang-orang yang ada di kamar Maria saat itu melihat Maria dengan tatapan bingung. “Hantu? Mana mungkin.” Itulah yang ada di benak mereka saat itu.
__ADS_1
“Hantu? Apa yang kau katakan Maria? Mana ada hantu di rumah ini.” Seru Tias yang merasa anak nya ini mengada-ada.