
“Ruangan yang aneh.”pikir Mia, terus memperhatikan semua keadaaan di sekitar nya.
“ Kau bingung dengan ruangan apa ini?” Tanya Skala tiba-tiba.
“Heem.. “Jawab Mia, ragu antara ingin berinteraksi dengan Skala atau tidak.
“Ini adalah kantor nya sampingan nya malaikat maut. Nama nya Aether, dia adalaha malaikat mau satu-satu nya yang membuka praktek di luar jam kerja nya sebagai malaikat maut.”jelas Skala.
“Jadi benar di dalam gedung ini ada seorang malaikat maut yang sedang buka praktek?” gumam Mia dalam hati nya. “Lalu kenapa semalam Peggy tidak bertemu dengan malaikat maut ini dan malah bertemu dengan laki-laki ini?” Mia melirik Skala dari ujung mata nya.
“Hmm.. Skala, apa aku boleh bertanya?” tanya Mia masih sangat berhati-hati dengan semua kata-kata yang akan di ucapka dari mulut nya.
“Apa kalau aku katakan tidak boleh kau tidak akan jadi bertanya?”
“Kalau tidak diizinkan ya aku tidak akan bertanya.” Jawab Mia menoleh kan muka nya ke tempat lain sambil mendumel.
__ADS_1
“Hm.. tanya lah! Aku tidak suka wanita menggurutu tidak jelas.” Ujar Skala.”Ayoo tanya!”
“Aku sudah lupa.” Jawab Mia setelah keki.Dan sudah malas untuk bicara.
“Ck.. ada ya hantu ngambekan seperti mu.” sindir Skala.
“Ada dong! Perkenalkan, aku lah hantu yang suka ngambekan.” Jawab Mia tapi dalam hati nya saja. Mana berani Mia melawan kata-kata Skala.
Mia pun akhirnya hanya bisa menatap Skala sambi mendummel tidak karuan dalam diri nya.
“Kau pasti mendummel dalam hati kan?” ucap Aether tiba-tiba muncul dan duduk di antara Skala dan Mia yang entah bagaimana cara nya dalam sekejap mata posisi duduk nya menjarak sehingga Aether bisa duduk diantara mereka.
“Kau baik-baik saja nona?” Tanya Aether sambil memegang bahu Mia.
Mia yang di pegang bahu nya sontak berteriak.”Aaaaaaaaaaaa........” teriak nya ketakutan.
__ADS_1
“Wow..wow.. tenang girl! Aku sudah lama tidak menggigit orang, hmm paling tidak dalam seratus tahun terakhir ingat ku!” Aether malah semakin menakut nakuti Mia.
“Ck.. kau ini iseng sekali Aether!” Skala menarik tangan Aether yang nangkring di bahu nya Mia.
“Hhahaahah.. oke-oke, katakan kenapa kau tumben datang ke kantor ku dan bawa seorang manusia bersama mu.” ujar Aether yang kini sudah berpindah posisi ke depan nya Skala dan Mia.
“Manusia? Apa maksud mu dia ini manusia?” tanya Skala terlihat bingung.
“Tentu saja dia manusia? Apa kau kira dia itu hantu?” jawab Aether.
Mia yang tadi nya ketakutan saat mendengar Aether mengataakan itu auto menoleh pada Aether. Dari sorot mata Mia terlihat Mia pun terkejut mengetahui hal ini. “Apa tadi dia baru saja mengatakan aku manusia?” ulang Mia dalam hati.
“Wajah kalian berdua kenapa?? Apa aku mengatakan hal yang salah?” Aether melihat Skala dan gadis yang di bawa oleh Skala itu bergantian. Rasa nya tidak ada yang salah dari apa yang dia katakan. Gadis yang bersama Skala itu memang adalah manusia. Dan Aether tidak mungkin salah mengenali gadis itu.
“Tapi aku ini hantu, kenapa kau bisa mengatakan aku ini manusia?” tanya Mia, penuh tanda tanya pada Aether. Tidak mungkin malaikat maut bisa salah mengenali manusi dan hantu.
__ADS_1
☘️☘️☘️
Mia...sini deh kak Upe bisikin🤭🤭🤭kamu itu..................