My Little Secret

My Little Secret
#93


__ADS_3

Para dokter dan perawat langsung panik saat pasie VVIP yang hampir setahun ini mereka obati dan rawat sudah tidak lagi bernafas. – apa mungkin karena alat bantu kehidupannya di cabut maka nya Mia berhenti bernafas.


Para dokter dan perawat pun saling pandang. Mereka tahu apa yang akan menimpa mereka kalau sampai pasien VVIP ini meninggal.


Tapi syukurnya hal itu tidak benar-benar terjadi sebab sejurus kemudian Jari-jari Mia bergerak disusul oleh bola matanya yang juga bergerak di balik kelopak mata nya yang terpejam.


Dari situ lah para dokter dan perawat mendapat semangat hidup mereka kembali. Mereka segera memindahkan Mia di ruangan lainnya yang masih berada di dalam mansion Mia.


“Apa dia akan bangun bu?” Bisik Maria pada Tias, -ibunya Maria.


“Entahlah! Tapi aku sungguh berharap gadis itu tidak pernah bangun untuk selama nya.” Ujar Tias sambil berbisik.


“Semoga saja bu! Kalau tidak usaha kita selama ini akan sia-sia!” Jawab Maria sambil berbisik pula.

__ADS_1


“Rain.. “Seru Maria pelan, ketika melihat pria yang dicintainya datang. “Apa dia datang karena mendengar Mia telah sadar?” batin Maria.


Maria meras acemburu, Rain datang menjenguk Mia. Padahal Maria tahu, Mia lah tunangan sah nya Rain, jadi sudah sepantasnya Rain datang menjenguk Mia.


“Rain..”Sapa Lea, memeluk tunangan putri nya itu.


“Kabar Mia bagaimana ayma?” tanya Rain, cemas.


“Aypa menelpon ku dan mengatakan kalau Mia sudah bangun dari koma nya. Apakah itu semua benar? Aku ingin bertemu dengan Mia sekarang.” Rain hendak masuk ke dalam ruangan itu tapi ayahMia mencegahnya.


Rain memundurkan langkahnya. Dan bergabung dengan keluarga Mia yang lain yang sedang menunggu.


“Ayma!” Panggil Saka yang baru saja datang teman nya. Sedangkan papa nya (Dokter Dennis) belum sampai ke rumah Mia.

__ADS_1


“Ooh.. Saaka!! Mia .. Mia akhirnya sadar!!” Ujar Lea sambil memeluk Saka, sepupu nya Mia.


“Dimaana Mia sekarang ayma?” tanya Saka melirik sebentar pada Bia, tunangan nya yang terlihat sengaja pergi karena tidak ingin bertemu dengan Saka padahal besok pagi jelas-jelas mereka akan menikah.


“Siapa ini Saka?” Tanya ayma Mia pada Saka ketika melihat ada seorang laki-laki tampan berdiri di belakang Saka.


“Maaf, aku lupa memperkenalkan nya. Pria ini adalah teman ku ayma! Nama nya Skala.” Ujar Saka .


“Kebetulan saat aku mendapatkan telpon dari ayma tadi, aku sedang berada dalam perjalanan kembali ke rumah sakit bersama nya. Karena dia tidak keberatan untuk menemani ku ke sini, maka disinilah dia bersama ku.” Jelas Saka panjang kali lebar.


“Skala..” Skala mengulurkan tangannya pada Lea.


“Aku ayma nya Mia. Kau panggil saja aku ayma! Sebab hanya aku lah satu-satu nya ayma -ayma disini! Tidak ada yang lain.” Jawab Lea setengah berbisik membuat Skala tertawa, walaupun masih malu-malu.

__ADS_1


“Tuan Skala! Ayma nya Mia ini orang nya asik! Aku sudah menganggap nya sebagai ayma ku sendiri. Dibandingkan dengan keluarga nya sendiri, ayma jauh lebih menyayangi ku!” ujar Saka bergurau. Tapi memang benar Lea sangat menyayangi Saka apa lagi setelah ibu nya Saka yang merupakan sepupu Lea, meninggal dunia.


__ADS_2