My Little Secret

My Little Secret
#20


__ADS_3

“Kau tuli ya!!!!”teriak Mia di telinganya yang tepat berada di sebelah Mia, ya walaupun Mia harus berjinjit untuk dapat memposisikan mulut nya tepat di telinga pria itu.


“cepat lepaskan aku!!!” Mia terus berteriak tapi sama seperti sebelumnya, dia hanya diam dan terus berjalan.


Mia sempatkan untuk menoleh ke belakang melihat Tejo yang masih berdiri di tempat yang sama, yang memperhatikan Mia dibawa pergi oleh si pria misterius itu.


Dengan terpaksa Mia mengikuti si pria sampai ke lantai atas perusahan itu. Dia langsung melemparkan Mia ke sofa yang ada di ruangannya.


Mia memegang pergelangan tangan nya yang terasa sangat sakit karena di cengkram kuat oleh nya. Wajah Mia meringis menahan rasa sakit itu.


Saat ini Mia wanti-wanti diri nya untuk tidak membuka mulut nya, takut akan menyebabkan laki-laki itu terprovokasi.


“Pak...”Tiba-tiba seorang laki-laki lainnya datang. Kalau melihat dari tatapan matanya yang tidak menoleh pada Mia maka Mia yakin dia tidak dapat melihat Mia. “Tunggu? Apa dia pasti manusia?” Batin Mia.


Mia memperhatikan kembali interaksi kedua pria ini dan ...“Benar??! Dia manusia?” Mia menutup mulut nya dengan kedua tangan nya saking terkejut nya.


“Yang satu adalah laki-laki yang membawa ku! Dan satu lagi adalah laki-laki yang baru saja masuk. Kalau mereka bisa berinteraksi maka mereka berdua pasti- MA- NU-SIA.”


“Pak, soal tawaran yang kau berikan pada ku tadi pagi, setelah aku pikir-pikir aku memutuskan untuk menginap di apartemen mu untuk sementara ini tuan. Itung-itung penghematan!! Hemat uang bensin dan uang sewa rumah.” Ujar laki-laki yang satunya.


“Terserah pada mu saja.” Jawab si laki-laki misterius pada laki-laki yang baru datang itu.


“Heem.. baiklah!! Kalau begitu, aku akan melanjutkan pekerjaan ku dulu tuan Skala.” Tukas laki-laki itu lalu meletakan map yang dibawanya tadi di atas meja si laki-laki misterius kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.

__ADS_1


Spontan melihat kejadian tadi mulut MIa tidak dapat Mia kontrol dan kata-kata itu keluar begitu saja lancar jaya tanpa hambatan.”Apa kau manusia?” tanya Mia pada nya membuat si laki-laki misterius itu mengangkat wajahnya dan melihat ke arah Mia.


Mia lagi-lagi menelan saliva nya mengingat kebodohan yang baru saja dia lakukan.” Bodohnya kau Mia!!!” maki Mia pada diri nya sendiri dalam hati.


“Menurut mu? Kalau bukan manusia apa mungkin aku malaikat?” jawabnya menyelengit persis seperti meniru perkataan MIa sebelumnya di taman.


“Kalau kau manusia bagaimana bisa-“ mata Mia membulat sempurna bahkan sebelum Mia menyelesaikan perkataan nya.


“Matilah kau Mia!! Mati lah kau Mia!!” teriak Mia dalam diam pada diri nya sendiri sebab Mia baru menyadari dia adalah pria yang diceritakan oleh si Peggya tadi. Pria yang Mia dan Tejo ini temui.


Memang Mia dan Tejo berniat mencarinya tapi siapa sangka malah bertemu dengan cara seperti ini. Mia harus berbuat apa sekarang?


“kau harus bagaimana ini Mia?” batin Mia menatap pria yang bisa saja membuat nya mati dua kali.


“Kau akan ikut dengan ku!!” ujar nya begitu saja.


“Kenapa aku harus ikut dengan mu!!!” kontan Mia marah sebab dia seenaknya saja membawa Mia kemana dia mau.


Pria itu menatap Mia tajam membuat Mia menelan saliva ku untuk kesekian kalinya.


“Pa-Paling tidak sebutkan nama mu, agar aku mudah untuk memanggil mu.” Ucap Mia dengan bego nya sambil menunduk. “Kenapa aku malah bertanya nama nya????? Ini semua karena dia menatap ku dengan tatapan es nya itu. Membuat nyali ku pada kabur meninggalkan ku.”


“Nama ku Sandiego Skala Anumerta. Panggil saja aku Skala.” Jawab nya singkat.

__ADS_1


Mia mengintip sesekali ke arahnya lalu kembali menunduk dan manggut-manggut.


“Nama mu, Mia kan?” Ucap nya terdengar sedikit agak bersahabat.


Mia pun mengangguk pelan. Mia sungguh takut kalau Mia sampai berbuat kesalahan.


”tamatlah riwayat ku kali ini.” Gumam nya tidak bersemangat.


“Skala..”Panggil Mia pada nya, “Kenapa aku harus ikut dengan mu?” tanya Mia ragu-ragu.


Laki-laki yang bernama Skala itu tidak menjawab pertanyaan Mia. Dia hanya sibuk membaca berkas-berkas yang dibawakan oleh bawahannya tadi.


“Oke, mungkin ini saat nya ku untuk diam.” Mia langsung membungkam mulut nya.


Cukup lama Mia dan laki-laki bernama Skala itu berada dalam ruangan itu dengan saling diam. Mungkin sekitar dua jam ada mereka tidak ngobrol apapun.


“Aku sudah selesai. Kau akan mengikuti ku dengan kaki mu sendiri atau aku harus menahan tangan mu seperti tadi agar mengikuti ku?” Seru Skala pada Mia.


“Tentu saja aku tidak ingin dia memegang tangan ku seperti tadi, selain itu menyakitkan, aku merasa ada sesuatu yang aneh ketika dia memegang tangan ku.” Batin Mia.


“aku akan berjalan sendiri.” Jawab Mia akhirnya lalu mengunci mulut nya rapat. Jangan sampai mulut ini berbuat kebodohan serupa.


Sebenarnya tidak buruk juga kejadian ini sebabkan hasil akhirnya sama saja yaitu Mia dapat berjumpa langsung dengan pria yang dia cari walaupun cara nya yang sedikit membuat hati squat jump tak karuan.

__ADS_1


“Kalau begitu ayo ikut aku. Dan jangan pernah berpikir untuk kabur dari ku!”Ujar nya.


__ADS_2