
Mia yang mendengar perkataan tunangannya serta sahabatnya ini auto berhenti menangis dan menatap ke dua orang ini dengan tatapan tidak percaya. “kalian tidak sedang mendoakan agar tuhan segera menjemput ku kan?” Seru Mia dengan ekspresi yang sulit untuk digambarkan karena saking out of box nya.
Tapi sayang, ucapan Mia tidak dapat di dengar baik oleh Rain maupun oleh Maria.
Mia berjalan mendekati Maria dan Rain. “kalian tidak sungguh-sungguh akan mendoakan agar aku cepat kembali ke pangkuan yang maha kuasa kan?” Ucap Mia sekali lagi.
“Hei!! Sudah jangan menangis. Mia bisa sedih kalau dia tahu kita menangis seperti ini.” Ujar Rain sambil mengelap air mata di matanya Maria.
“Benar Maria! Aku sangat sedih melihat kalian menangis seperti ini.” Timpal Mia tanpa merasa cemburu sedikit pun atas perlakuan Rain ke Maria.
Dalam pikiran Mia, Rain membersihkan air mata Maria karena Rain merasa iba pada Maria. Apalagi Rain yang Mia kenal memang laki-laki yang suka berbuat baik pada semua orang. Rain bahkan tidak pernah pilah pilih dalam berteman. Itulah mengapa Mia jatuh cinta pada Rain walaupun usian mereka cukup terpaut jauh.
__ADS_1
Maria mengangguk sambil sesekali masih terisak tapi tentu saja bukan karena ucapan dari Mia tadi
“Sudah-sudah!!"Rain meletakkan kedua telapak tangan nya ke pipi Maria, membuat wajah Maria yang hampir sama mungilnya dengan wajah Mia semakin lebih kecil.
Mia hanya terdiam melihat perlakuan Rain ini. Dia teringat dulu Rain selalu melakukan itu pada nya setiap kali Mia menangis. Mia pun tersenyum melihat adegan ini. Dia benar-benar terbawa ke dalam masa lalu ketika dia masih bisa berbicara dan tertawa bersama Rain.
Sebentar lagi dokter Maria akan datang, tapi aku tidak dapat menemani Mia disini sebab ada rapat direksi yang harus aku hadiri. Kau tidak keberatan kan untuk tetap menjaga Mia sampai dokter dating, Maria?” tanya Rain pada Maria tanpa melepaskan tangan dari pipi Maria.
“Kau tidak perlu khawatir tentang hal itu. Tanpa kau suruh sekalipun aku pasti akan tetap berada disini. Aku datang ke rumah Mia memang khusus untuk menemi Mia.” Jawab Maria sambil tersenyum.
“Kau baik sekali Maria??” Mia langsung ingin memeluk Maria. Dia sangat terharu mendengar perkataan Maria yang mengatakan kalau Maria selama ini telah menjaga tubuh nya yang terbaring di atas ranjang besar itu.
__ADS_1
“Astaga aku lupa!!” seru Mia sambil menepuk jidatnya setelah tubuhnya menembus tubuh Maria begitu saja. “Jelas -jelas diri ku kini tidak lebih dari hologram yang ada pilem-pilem.” seru Mia pada dirinya sendiri.
Suatu hal aneh terjadi. Entah mengapa Maria terlonjak kaget ketika Mia menembus dirinya. Dia langsung melepaskan tangan Rain.
“Ada apa Maria?” Tanya Rain yang melihat Maria seperti terlonjak karena sesuatu.
Maria memegang kuduk nya dan mengelusnya perlahan. “Entah lah, aku merasa ada hembusan angin yang baru saja melewati ku.” Jawab Maria sambil memperagakan nya dengan tangan kanannya. Dia memang benar-benar merasakan ada semilir angin yang menembus melewati dirinya.
Mia yang mendengar itu hanya bisa tersenyum sendiri. "Ups!! Sorry aku lupa! hehehehee" seru nya sambil menutup mulutnya. Dia tidak menyangka kalau dia membuat Maria merasakan kehadirannya.
☘️☘️☘️☘️
__ADS_1
Mia buka mata baik-baik... lihat! Itu bukan sahabat!! Itu siluman kutu kupreeet🔪😡