My Little Secret

My Little Secret
#58


__ADS_3

“Kau sudah sampai Rain?” sapa Maria sambil membawa sebuah novel di tangan kanan nya.


Ya, setiap hari Maria memang selalu datang ke kamar Mia untuk membacakan cerita-cerita dari novel yang dibawa nya. Jika ada orang yang bertanya mengapa ia melakukan itu maka Maria akan menjawab, sebelum kecelakaan, Mia suka sekali membaca novel.


Itu lah mengapa saat Mia kini sudah tidak bisa membaca lagi maka Maria akan dengan senang hati membacakan nya untuk Mia, berharap dengan begitu Mia dapat merasakan bahwa dia tidak sendiri di kamar ini sebab selalu ada Maria di sisinya untuk menemani Mia dalam tidur panjangnya.


Rain melihat ke arah buku yang dibawakan oleh Maria dan berkata. “Aku baru saja sampai. Heem.. buku apa lagi yang kau bawa hari Maria untuk Mia?” Rain penasaran cerita apa lagi kali ini yang akan dibacakan oleh Maria untuk Mia.

__ADS_1


Maria mengangkat buku itu hingga menutupi wajahnya. “Kau bisa baca sendiri judulnya kan Rain?.” Jawab Maria dengan suara manja nya. Dia sengaja meniru gaya bicaranya Mia setiap ngobrol dengan Rain. Apa lagi tujuan nya kalau bukan untuk membuat Rain merasa Maria sama Mia adalah orang yang sama. Dengan begitu Maria berharap Rain dapat melepaskan Mia dan meraih tangannya.


“Mia sangat beruntung memiliki sahabat seperti mu Maria. Kau selalu ada untuk nya.” Rain menatap sendu pada Mia yang terbaring koma di atas ranjang itu. Mata yang selalu memandang Rain penuh cinta kini hanya bisa tertutup dalam tidur lelapnya.


Sudah sebelas hari hari sejak Mia mengalami kecelakaan. Dan sejak itu pula Rain tidak pernah lagi mendengar suara manja dari milik tunangannya itu. Rain yang sudah lama mengenal Mia, sangat mengenal sosok pribadi gadis ini.


Walaupun dia adalah gadis yang sangat penakut tapi dalam urusan lain dia sangat bisa untuk di andalkan. Bahkan Mia tidak akan ragu-ragu untuk maju di garis depan demi membela teman-temannya. Meski tak jarang sikap sok pahlawan yang dimiliki oleh Mia acap kali membuat Rain yang lebih tua lima tahun darinya turun tangan untuk mengatasi semua hal yang tak bisa Mia bereskan.

__ADS_1


Mia tidak masuk sekolah untuk anak para konglomerat seperti yang dilakukan oleh Maria. Dia lebih memilih untuk masuk sekolah negeri biasa dan menggunakan mobil kelas rakyat jelata untuk pergi ke sekolah.


Bukan bermaksud untuk menutupi siapa dirinya yang sebenarnya, hanya saja Mia tidak ingin ada yang namanya persahabatan yang di ukur dengan uang. Itu lah mengapa Mia jarang membawa teman-temanya bermain di rumah nya. Agar dia tidak perlu repot-repot untuk berbohong atau mengarang cerita di depan teman-temannya.


Sifat rendah hati Mia ini terus ia bawa bahkan ketika ia menjadi mahasiswa sebuah Universitas di Inggri nya. Mendaftar nya pun ke Universitas pun melalui jalur LPDP sehingga dia mendapatkan beasiswa.


Tapi orang tua Mia melarang keras Mia tinggal sendirian di luar negeri maka nya terpaksa Mia tinggal di apartemen milik ayah nya. Karena sendirian, Mia pun mengajak Maria.

__ADS_1


☘️☘️☘️


Weekend perlu crazy up gk y? takut nya daku kamu tinggal libur bestiiie 😩😩😂🤭


__ADS_2