
“Ibu mu ini memang tidak cepat berpikir seperti mu.” Ujar Tias. “Ibu berjanji, mulai sekarang ibu tidak akan menyebut-nyebut soal kecelakaan mobil itu lagi.” Tias pun mengunci mulutnya dengan tangan nya.
“heem.. bagaimana kalau kita membahas soal Rain diknlimh saja? Kau menyukai pria itu kan?” Tias yakin topik pembahasan mengenai Rain akan dapat membuat Maria lupa akan rasa kesalnya tadi.
Maria menarik nafas dalam lalu tersipu malu. ”benar! aku sangat menyukai Rain!” ungkap Maria sambil memilin-milin ujung rambut panjang nya itu.
__ADS_1
“Tapi ibu sendiri tahu kan, kalau Rain sangat mencintai Mia. Dan saat ini Mia masih hidup! Selama raga nya masih ada, itu tetap saja membuat Rain setia berada disisi nya.” Sungut Maria.
Wajah nya yang tadi tersipu malu karena sang ibu membahas tentang pujaan hati mendadak berubah suram ketika mengingat betapa laki-laki itu mencintai Mia walau Mia saat ini tidak lebih dari sosok mayat yang hidup dengan bantuan alat-alat kedokteran.
“Kau jangan kesal begitu Maria! Ibu yakin nyawa nya si Mia itu tidak akan panjang! Dia pasti sebentar lagi akan segera pergi dari dunia ini. Kau ingat apa yang dikatakan dukun itu kan??? Satu bulan saja roh Mia tidak pulang, dia akan langsung pergi ke akhirat. Nah yang terpenting saat ini kau harus selalu ada disamping Mia. Jadilah sosok sahabat yang baik hati agar semua simpati orang akan segera beralih kepada mu ketika Mia berangkat ke dunia barunya. Dan ibu yakin, Rain pun akan jatuh hati pada mu melihat semua ketulusan yang kau curahkan ketika menjaga Mia.” Jelas sang ibu panjang kali lebar.
__ADS_1
“Nah!! Itu sudah pertanda bagus Maria! Artinya Rain sudah mulai jenuh menjaga tunangannya yang koma itu.” Ujar Tias, menyemangati putrinya.
“Maria! Bagaimana pun Rain itu adalah seorang pria! Dia membutuhkan kasih sayang dari seorang wanita. Dan Mia yang terbujur kaku di ranjang itu tidak bisa memberikan semua itu pada Rain. Kau lihat! Tuhan saja sudah membuka kan jalan untuk mu. Sekarang semuanya tergantung bagaimana diri mu mengait Rain untuk jatuh ke pelukan mu.”
“Aku yakin kau bisa melakukannya Maria!! Kau gadis yang cantik dan pintar! Tidak ada seorang pria pun yang bisa menolak pesona yang kau miliki putri ku!” Tias menyelipkan rambut Maria ke belakang telinga Maria dengan penuh rasa kasih sayang. Dia tidak ingin putrinya bernasib sama dengan nya, yang selalu di rendahkan oleh orang-orang yang ada di lingkungan nya kita hanya karena dia berasal dari kalangan bawah.
__ADS_1
Tias tidak ingin Maria merasakan hal yang sama sebab memiliki ibu sepertinya. Itulah sebabnya dia ingin Maria menjadi anak nya Ansel. Selain mendapatkan Ansel, hidup Maria pun terjamin sebagai anak sambung Ansel.. Dengan begitu tidak akan ada orang yang berani merendahkan Maria karena latar belakang yang di miliki oleh Tias.
“ibu benar! Aku harus bisa berakting menjadi sahabat yang baik hati dan penuh empati agar Rain bersimpati pada ku lalu berlahan cintanya pada Mia akan beralih pada ku sedikit demi sedikit.” Sebuah senyum jahat muncul di wajah Maria membayangkan dia berhasil merebut Rain dan cinta Rain dari Mia.