
"Ogheey..." sebut Mia tanpa ada rasa bersalah sedikitpun atas perbuatannya tadi.
"Nah... Sekarang dengar kan aku baik-baik Mia. sebab aku tidak akan mengulangi penjelasan ku." Ucap Aether dengan wajah serius.
Mia pun mengangguk.
"Permasalahannya, kenapa kau tidak bisa kembali ke tubuh mu adalah karena benda yang ada di bawah kepala mu itu Mia. ." Ucap Aether sambil pada benda yang ada di bawah kepala Mia.
Mia pun melihat ke bawah kepala nya dan aneh nya kali ini dia melihat benda sebuah benda yang bersinar disana. “Apa itu?” Seru Mia hendak menyentuh benda itu. Dan....
“Aaaaaaaaaa... seketika itu juga Mia terpental.
“Kau baik-baik saja Mia?” tanya Aether panik. Kalau sempat terjadi apa- apa pada Mia maka Skala pasti akan memarahi nya.
__ADS_1
“Ya!” jawab Mia semakin penasaran ingin menyentuh benda itu agar dia dapat melihat benda apa yang sebenarnya itu.
“Hei!!! Kau ini! Apa kau tidak belajar dari pengalaman mu barusan. Baru sebentar ini kau terpental dan kau masih ingin untuk mencoba nya lagi?? Kau ini bodoh atau sudah gila hah??!!” Teriak Aether.
“Maafkan aku Aether! Tapi aku sungguh penasaran benda apa itu!” jawab Mia.
“Itu adalah jimat. Jimat yang di pasang oleh seseoran yang tidak ingin diri mu kembali ke tubuh mu Mia. Apa kau bisa menebak siapa kira- kira yang tidak ingin kau kembali sadar?” Aether sengaja menuntun Mia untuk dapat menyimpulkan siapa dalang dari semua hal gila ini.
“ Apa mungkin ini adalah perbuatan Maria dan tante Tias....?”
“Apa kau bisa membantu ku Aether untuk menyingkirkan jimat itu?” tanya Mia pada Aether.
“Aku memang tidak bisa menyingkirkan jimat itu Mia, tapi itu bukan berarti aku tidak bisa membantu mu. Bak pepatah kata pepatah, bukan satu jalan saja menuju Roma. So walaupun aku tidak bisa menyentuh jimat itu, tapi aku bisa menyentuh diri mu. Jadi kita cukup pindahkan tubuh mu ke tempat lain. Baru setelah itu kau masuk ke dalam tubuh mu. Hanya saja..” Aether menghentikan perkataan nya.
__ADS_1
“Hanya saja apa Aether?” tanya Mia penasaran dengan kelanjutan perkataan Aether.
“Hanya saja kau akan melupakan segala sesuatu yang kau lakukan selama jiwa mu keluar dari tubuh mu. Kau akan lupa tentang pengkhianatan yang dilakukan Rain, tunangan mu itu bersama sahabat mu." Lanjut Aether.
“Dan juga kau akan juga akan lupa dengan diri Skala dan aku." Tambah nya, tak bersemangat.
Mia menjauhkan tempat tidur nya. Dalam pikiran Mia, untuk apa dia kembali hidup jika harus kehilangan ingatan nya dan melupakan segala nya. Bukankah itu berarti dia hidup sekali lagi hanya untuk kembali di bodoh-bodohi oleh Maria dan ibu nya Maria serta dibodohi oleh tunggangannya sendiri. Selain itu yang membuat Mia merasa berat dia tidak akan bisa bertemu dengan Skala dan Aether lagi
"Bagaimana? Apakah sudah siap untuk kembali ke tubuh mu?" Tanya Aether dengan tangan yang sudah ready untuk di jentik kan untuk memindahkan tubuh Mia ke tempat yang lain.
"Aether tunggu .."Seru Mia
"Apakah setelah kau memindahkan tubuh ku, aku harus segera masuk ke dalam raga ku? tak bisa kah aku menunggu sedikit lebih lama?" Tanya Mia penuh harap.
__ADS_1
"Secara teknis sebenarnya tidak ada masalah akan hal itu. Terserah pada mu kapan kau mau masuk ke dalam tubuh mu. Hanya saja, jika orang-orang menyadari tubuh mu tidak ada di atas tempat tidur itu, maka mereka pasti akan panik. Aku benar kan? Jadi sebaiknya kau harus segera masuk ke tubuh mu setelah tubuh mu aku pindahkan. Setelah itu aku akan berusaha agar tubuh mu tidak bisa diangkat dari tempat itu sampai kau sadar kembali." terang Aether.
“Dan kalau kau memilih untuk tidak segera masuk ke dalam tubuh mu, coba kau perhatikan berapa banyak lagi waktu yang kau punya. Saat ini kau berjauhan dari Skala, otomatis tidak ada yang memasok jiwa manusia nya untuk mua. So semakin lama kau di luar tubuh mu maka akan semakin sulit kau nanti untuk kembali.” Tekan Aether.