My Little Secret

My Little Secret
#46


__ADS_3

“Skala?” Seru seorang wanita dari balik cermin besar di ruangan itu. Wanita itu terlihat sangat cantik. Tapi apa yang dilakukan oleh seorang wanita cantik di dalam sebuah cermin?


Mia berdiri di belakang Skala langsung mengeluarkan kepala nya dari sisi sebelah kanan Skala.”Apa wanita itu baru saja memanggil mu Skala? Apa kau mengenalnya?” tanya Mia yang sangat penasaran siapakah gerangan wanita cantik di dalam cermin besar itu.”apakah dia pemilik Jembatan jiwa ini?” celetuk Mia, pelan.


Skala tidak memperdulikan semua celotehan Mia. Dia berjalan mendekat ke cermin besar yang di dalamnya ada wanita cantik itu.


“Kakak? Apa kabar mu?” Skala menatap lekat mata wanita cantik yang dipanggilnya kakak itu.


Skala menempelkan tangannya ke cermin itu, seakan – akan dia sedang menyentuh pipi wanita cantik itu.


“Aku baik-baik saja Skala.” Jawab Vivian dari balik cermin.

__ADS_1


Kini Skala dan Vivian sama-sama menyentuh permukaan cermin itu. Tangan mereka seakan menyatu. Berusaha untuk saling melepaskan rindu.


“Maafkan aku. Aku tidak bisa menolong mu waktu itu! Sehingga kau-.” Skala tertunduk! Di ujung – ujung mata nya kini terdapat buliran air mata. Dan sang wanita cantik pun membalasnya dengan sebuah senyuman yang Indah.


“Tidak apa-apa Ska. Aku baik-baik saja kok!.” Jawab Vivian dengan mata yang mulai berkaca-kaca sama seperti Skala.


“Aku tidak pernah melupakan mu kak. Tidak sedetik pun dalam hidup ku.” Ungkap Skala.


“Skala?!!” Panggil Mia yang terdengar ketakutan. “apakah kau sudah selesai berbincang dengan wanita itu?” Suara Mia terdengar gemetar.


Skala pun langsung menoleh ke belakang. Mata nya langsung menatap tajam makhluk hitam besar yang sedang berdiri di belakang Mia dan tangannya yang memiliki kuku-kuku panjang itu sedang menyentuh pipi Mia. “Pantas saja Mia terdengar ketakutan. Rupanya dia ada di belakang Mia.” Gumam Skala dalam hati.

__ADS_1


“Skala...” sapa pemilik Jembatan jiwa itu pada Skala dengan suara parau yang menjadi ciri khasnya. “Tak ku sangka kau akan kembali ke tempat ini! Kau sungguh menyia-nyiakan usaha kakak mu untuk membebaskan mu.” Ujar nya pada Skala sambil masih menyentuh pipi Mia. Mia terlihat sangat ketakutan hingga dia tidak berani untuk membuka matanya.


Skala melihat tajam pada senior nya Aether itu. Walaupun wujud makhluk itu sangat menakutkan tapi Skala tidak pernah sedikitpun merasa takut berhadapan dengannya.


Pemilik Jembatan jiwa itu mengendus wangi dari tubuh Mia, kemudian dia tersenyum. “Hmmm Jiwa tersesat! Mengapa seorang manusia dan sesosok jiwa tersesat ada di tempat ku? Apa Aether yang mengirim kalian ke sini??.” Tanya senior Aether yang merupakan si pemilik Jembatan jiwa pada Skala.


“Atau apa kau ingin membebaskan kakak mu? Apa kau mau menukarkan jiwa tersesat ini dengan roh kakak mu??”


Skala melihat sekilas pada Mia yang sedang menutup mata nya itu. “Mia pasti sangat ketakutan saat ini?” Pikir Skala dalam.


“Aku bisa mendengar bisikan hati mu Skala. Seperti nya kau sangat mencemaskan sosok jiwa tersesat ini .. hahaha.. kau apa jatuh cinta pada sosok jiwa tersesat Skala? Apakah jiwa gadis ini lebih berharga dari jiwa kakak mu itu?” terdengar suara parau itu tertawa.

__ADS_1


“Lepaskan istri ku.” Ujar Skala, dengan mantap. “Aku datang kesini bukan untuk bertemu dengan Vivian. Aku datang ke sini untuk mengantar istri ku bertemu dengan raga nya.” Skala memandang sedih pada roh kakak nya yang di tahan oleh senior nya Aether itu.


__ADS_2