
Mia masih menimbang-nimbang. Hal ini sungguh berat. Dia ingin kembali ke hidup sebagai manusia tapi dia tidak ingin melupakan segalanya. Tapi kalau seandainya itu memang tidak bisa, paling tidak dia ingin sedikit lebih lama di alam ini hingga dia tahu penyebab kecelakaan nya. Mencari cara supaya bisa meninggalkan catatan untuk dirinya yang sudah jadi manusia untuk mengungkapkan semua kebusukan keluarga Maria dan juga Arthur.
Dan tentu saja dia ingin sedikit lebih Lama dengan Skala dan Aether. Tapi kalau berlama-lama disini, siapa yang akan membantu nya memasok jiwa manusia untuk nya sedangkan Skaal tidak ada di sisi nya.
Mia pun menimbang-nimbang kembali segala sesuatunya. “andai saja aku bisa menuliskan semacam surat wasiat untuk diri ku sendiri setelah aku terbangun kelak maka aku pasti akan dengan tenang kembali ke raga ku!” pikir Mia, dalam. Dia lupa tidak ada guna bicara dalam pikirannya saat ini. Toh semua tetap akan kedengaran oleh Aether.
“Kau tidak boleh maruk Mia. Semua hal di dunia ini ada aturannya, baik itu dunia manusia atau pun dunia para makhluk tak kasat mata. Semua itu ada untuk menjaga keseimbangan dunia. Jadi tentukan lah pilihan mu sekarang.” Jelas Aether pada Mia.
Aether menatap dalam ke Mia, jiwa separung hantu yang sudah beberapa saat ini selalu dia dampingi. Dalam hati Aether berkata, pasti dirinya akan merasa sangat kehilangan jiwa setengah hantu yang oon ini, saat Mia kembali ke raga nya. Tapi Aethera sadar itu lah hal yang terbaik untuk Mia. Dan ini juga lah yang diinginkan oleh Skala. Skala ingin Mia segera kembali ke raga Mia.
__ADS_1
“Aether, baiklah. Aku siap! Meskipun aku tidak bisa mengingat semua kebusukan Maria dan tunangan ku sebenarnya aku tidak lah mengapa sebab yang nama nya bau amis pasti akan tercium juga akhirnya nanti. Hanya saja aku berat jika harus melepaskan kenangan diri ku saat bersama Skala dan mu dan petualangan ku yang lain waktu masih aktif sebagai hantu tanpa arah tujuan.” Mia menundukkan kepalanya.
“Aether mau kah kau berjanji satu hal pada ku?” Mia melihat Aether dengan mata nya yang saat ini dipenuhi dengan genangan air mata.
“Katakan dulu permintaan mu apa, baru setelah itu aku pertimbangkan.” Jawab Aether.
“Setelah aku kembali ke raga ku nanti, kau harus datang di empat puluh hari pertama ku. Kau harus melindungi ku! Dari orang -orang jahat yang ingin menyakiti ku seandai nya Skala tidak ingin menemui ku lahi. Paling aku akan merasa aman jika kau berada di dekat ku! Terserah diri mu bagaimana cara nya, aku tidak mau tahu. Yang pasti kau harus ada di dekat ku selama empat puluh hari pertama ku.” Ujar Mia.
“Saat ini aku tidak bisa menjanjikan apapun pada mu Mia. Tapi yang pasti, kalau memang ada cara untuk mengabulkan permintaan mu itu maka pasti akan aku lakukan.” Jawab Aether.
__ADS_1
“Terima kasih Aether.. Walaupun aku tidak melihat adanya kepastian dalam jawaban yang kau berikan, paling tidak aku bisa merasakan janji tulus mu di dalam ucapan mu tadi.” Mia memegang tangan Aether.
Aether dapat merasakan kesedihan dalam diri Mia melalui pegangan tangan Mia. Sisa-sisa perasan manusia yang masih tersisa di dalam diri Aether pun mendorong nya untuk membuat sebuah janji ke Mia.
“Akan ku pastikan Skala yang akan datang melindungi mu Mia. Percaya lah pada ku.” Ujar Aether.
“Bagus jika dia masih ingin melihat diri ku. Aku tidak ingin terlalu berharap.” Ujar Mia.
“Sudah! Jangan di pikirkan lagi! Kau siap untuk tinggal landas?” ujar Aether pada Mia, sahabat jiwa tersesat nya.
__ADS_1
“Sekarang kau bisa memindahkan raga ku, aku siap untuk kembali ke raga ku saat ini juga.” Ujar Mia.