My Little Secret

My Little Secret
#84


__ADS_3

"Leena!!" panggil Yuni dalam satu tarikan nafas. Yuni tidak dapat mengalihkan wajahnya dari wajah Maria yang masih menatapnya dengan creepy.


"Ih apaan sih!!" Lenna pun menoleh pada Yuni . Lalu Lenna menoleh pada Maria.


"Ihh...lo apaan sih Maria!! seneng banget lo gangguin si Yuni yang penakut itu." Lenna langsung meluruskan wajah Maria ke depan menghadap ke TV.


"Dan lo!! macam gak tahu aja kebiasaannya si Maria!! wes! nonton!! gak ada cemilan juga gak papa!!" seru Lenna yang melanjutkan menonton TV.


Kini Yuni, Lenna dan Maria kembali menonton TV dengan sangat hikmat. Acara yang sedang mereka tonton itu adalah acara prank hantu yang dilakuan oleh sekolompok anak muda.


"Yaa ampun!! Lucu banget sih!! Gitu aja takut!!" Ujar Lenna yang memang dasarnya adalah anak yang berani.


"Lucu banget ya?!" Ucap Maria yang entah sedang berkomentar atau sedang bertanya karena nada bicara Maria begitu datar.


"Bener Maria!! Lucu banget!! Ama setan gituan aja takut!!" Ujar Lenna yang sudah tertawa terbahak-bahak dari tadi.


"Kalau cuma seperti itu seharusnya tidak menakutkan! Coba kalau seperti ini," ujar Maria lalu berdiri.


Kedua teman Maria yang mendengar Maria mengatakan sesuatu auto mengalihkan pandangan mereka ke Maria. Mereka penasaran apa yang akan Maria lakukan.


Tiba-tiba Maria yang tadinya berdiri dengan lurus tegak, melakukan kayang sempurna hingga wajahnya tertutup dengan rambut Maria yang memang panjang sepinggang itu.

__ADS_1


"Busyeeet hebat banget lo Maria!!" seru Lenna yang masih belum sadar kalau makhluk yang ada bersama mereka saat ini bukanlah Maria sahabat mereka.


"Len.. Len!!" Yuni yang merasa ada yang janggal melihat Maria melakukan kayang yang tiba-tiba itu langsung menyenggol tangan Lenna.


"Yuni .. Yuni !! Cepat kamera!! Sebelum pinggang si Maria encok!!" Ucap Lenna asal.


"Yuni !!" Teriak Lenna pada Yuni yang kelihatan ketakutan melihat ke arah Maria.


"Maria!! Ntar gue traktir!! Lihat, si Yuni ampe takut beneran!!" Sorak Lenna yang merasa kagum dengan aktraksi Maria, yang menurut sangat perfek untuk menakut nakuti seseorang.


"Memangnya kamu gak takut?" Tanya Maria pada Lenna, dari sela-sela rambut nya yang menjuntai ke lantai karena posisi Maria saat ini masih dalam posisi Kayang.


“Jiaaah!! Kalau gitu doang mah gue kagak takut!!" Ungkap Lenna dengan mantap.


"Waah.. Luar biasa lo Maria!! Dimana lo belajar jalan sambil kayang gitu??" seru Lenna yang masih juga belum merasa takut.


Tiba-tiba kepala Maria lepas dan berguling hingga ke depan Lenna dan berkata," apa kalau seperti ini kamu belum takut juga? Hihihiiiiii... hihihiiiiii..... hihihiiiiiiiiiii " Ujar Maria sambil tertawa dengan tertawa khasnya ala mbak kunti.


Lenna yang melihat kepala Maria lepas dari kepala Maria langsung merasakan kedua lutut nya menjadi lemas. Dia ingin berlari tapi tangan nya tertahan oleh Yuni yang memang sudah berdiri mematung di samping nya.


Lenna pun ingat, untuk mengusir setan maka dia harus membaca ayat-ayat di dalam Alkitab. Lenna pun mulai membaca berbagai ayat demi ayat yang ada di kitab sucinya sekeras mungkin.. Namun bukannya menghilang, setan yang menyerupai Maria itu malah berkata," Mau aku bantuin baca ayat nya ...? Hihihiiiii.. hihiiiii....hiihihiii....

__ADS_1


Lenna dan Yuni pun auto jatuh pingsan.


*


*


*


*


*


Maria yang baru saja kembali dari ruangan bawah langsung kelimpungan sebab melihat kedua temannya tergeletak dilantai.


"Apa lagi yang terjadi?" seru Maria yang panik. Baru saja dia bisa masuk ke dalam kamarnya setelah pintu kamar ini terkunci dari dalam, dan tidak ada satupun dari temannya yang mendengar Maria berteriak-teriak dari luar seperti orang gila, kini kedua temannya malah bobol cantik di lantai kamar itu.


"Yuni ...Lenna!!" Teriak Maria sambil berjongkok, memastikan teman-teman nya masih hidup atau tidak.


"Kalian kenapa!" Seru Maria panik. Tapi tentu saja kedua orang itu tidak menjawab pertanyaan dari Maria.


"Bodoh nya aku bertanya kepada kedua orang yang sudah pingsan ini." Seru Maria.

__ADS_1


"Tim medis! Ya aku harus menelpon tim medisnya yang stand by untuk menjaga Mia. " Ujar Maria langsung menelepon tim medis yang stand by di rumah meraka. Yakni tim medis yang menangani Mia.


__ADS_2