
yang rindu skala dan Mia sabar y...
Aether lg main di rumah Andhin..
yuk rame- rame...
😘😘
#Hari ke empat
Mata Andhine menscane ke seluruh ruangan. Sekilas ruangan tempat ia berada saat ini tidak ada ubah nya seperti sebuah ruangan kantor.
"Apa neraka seperti ini wujud nya?" Seru Andhine dalam hati setelah puas mengamati kiri dan kanan.
"Kau itu belum sampai neraka. Kita masih transit di kantor ku. "Sebuah suara berat tiba- tiba muncul di belakang Andhine.
Andhine auto menutup mulut nya. Mendengar sosok yang membawa paksa jiwa nya itu tiba- tiba muncul di belakangnya, membuat badan nya geter istilah anak anak zaman sekarang.
Sosok itu berpindah sangat cepat. Baru beberapa saat yang lalu sosok itu ada di belakang nya, tidak sampai beberapa detik kemudian dia telah sampai di depan nya.
Andhine menunduk, tidak sanggup bertatapan langsung dengan sosok itu. memang sih, secara look, wajah pria yang berdiri di depan nya saat ini terlihat bagai kan aktor lee Soo Hyuk dedemenan para ciwi- ciwi seantero dunia pengkoreaan. Namun fakta dia adalah malaikat maut tetap saja membuat bulu kuduk Andhine bergidik.
Ini lah pertama kali nya dalam hidup nya Andhine, Andhine merasa diam itu adalah emas. Selama ini siapapun dia semprot jika memang itu tidak berkenan di hati nya. Mau itu cewek atau pun cowok tetap saja di perlakukan sama.
"Kau tahu apa salah mu?" tanya sosok itu pada Andhine.
"Apakah kau benar- benar ingin mendengar pendapat ku?" Andhine masih tetap menuduk.
"Aku tidak paham dengan cara manusia berpikir yang aku tahu hanya satu hal, kau masuk ke dalam tubuh yang bukan milik mu. Dan dalam rule yang aku pegang, itu adalah hal yang salah." Tegas sosok itu.
"Tapi itu sama sekali bukan lah salah ku. Memang nya aku yang minta untuk masuk ke dalam tubuh ini?!!!" Bela Andhine.
"Duaaaar!!! " Bunyi petir yang datang bersamaan dengan cahaya terang mengalihkan perhatian Andhine.
__ADS_1
"Kau teledor sekali Aether !!!!!" Berang suara dari sosok asap hitam yang sedikit demi sedikit berubah dan menjadi sosok pria berjubah hitam.
"Siapa lagi ini? " Gumam Andhine dalam hati, dia lupa kalau kedua sosok itu bisa mendengar suara pikiran.
"Aku bisa jelaskan apa yang terjadi Sky! Kau tidak perlu khawatir ini sedang aku selesai kan- Aaaaahk!!"
"Kau jangan main- main Aether!!! Apa kau tahu, salah memasukkan kan jiwa dan salah mencabut nyawa manusia adalah kesalahan fatal seorang malaikat pencabut nyawa?!!!" Sentak sosok yang baru datang itu sambil. Mencekik makhluk yang membawa jiwa Andhine pergi.
"Malaikat tidak melakukan kesalahan seperti yang manusia lakukan!!! " Dia memperkuat cekikan nya di leher sosok yang pertama.
"S - s- Sky! Lepaskan dulu tangan mu! Kau bisa memisahkan kepala dan ba- dan ku!" Suara makhluk itu tercekat karena saking kuat nya tenaga mahluk yang satu nya.
"Ooo.. Jadi sosok yang membawa ku dengan paksa itu nama nya Aether?! Lalu sosok yang datang kemudian ini nama nya Sky? Tapi mereka sebenarnya siapa? " Sambil mengamati dia sosok ini, Andhine terus bermonolog dalam diri nya.
"Mungkin sesekali kepala dan badan mu ini memang harus di pisah, Aether !! Agar kepala mu ini bisa berpikir dengan baik!! " Tegaskan sosok yang di panggil Sky itu.
"Ahk!! Sky kau jangan main-main!!! Ini sangat berbahaya!! " Aum sosok yang di panggil Aether berusaha melepaskan tangan Sky yang masih mencekik leher nya kuat.
"Kau harus segera menyelesaikan masalah ini!! " Sosok berjubah hitam itu melemparkan sosok yang satu nya ke lantai.
"Aaarhg!!! Bukan kah sudah aku bilang akan aku bereskan?!!! Kau saja yang terlalu bersemangat ingin memusnahkan ku!! " Gerutu Aether.
"Membereskan? Membereskan apa maksud mu?!! Lihat lah jiwa kesasar yang kau bawa telah kabur!!!" Ujar nya dengan jengah.
"assah!! " Aether melesat cepat dan tidak sampai sepersekian detik dia sudah kembali sambil menjinjing Andhine di tangan nya.
"Bisa- bisa nya kau kabur!!!" Seru nya dan mendudukan Andhine kembali di kursi awal nya.
"Aku kira kalian masih lama!!" Jawab Andhine asal.
"Jadi mau kau apakan jiwa ini? Kau tahu, jiwa yang kau kirim ke jembatan jiwa waktu itu telah menyebrangi jembatan !" Sky melihat jam yang melingkar di tangan nya.
" lima menit yang lalu dia sudah menyebrangi jembatan!" Sky menatap tajam pada Aether.
__ADS_1
"Apakah kau juga akan menjemput jiwa yang satu itu?! Ck! Aku sungguh ingin mencabut kehidupan mu saat ini juga Aether!! " Geram Sky yang benar- benar kesal.
"Apa kau bilang? Bukan kah aku sudah melarang nya untuk menyebrangi jembatan tersebut?!! Kenapa dia masih saja menyebrangi nya!!!" Kesal Aether.
"Aether! Jangan coba - coba melemparkan kesalahan mu ke orang lain! Kau yang salah kirim jiwa ke jembatan jiwa dan kau juga yang telah salah memasuk jiwa ini ke dalam tubuh yang salah. Jadi jangan coba- coba melemparkan kesalahan mu!!!" Cecar Sky.
"Kalau sudah begitu, hmm...artinya sudah tidak ada yang bisa aku lakukan. " Ucap Aether dengan mudah nya.
"Kau-? " Sky memijat- mijat pelan pelipis nya.
"Kau tahu, malaikat seperti kita tidak pernah merasakan migren! Tapi hari ini kau membuat ku merasakan migren, Aether!! " Cicit Sky benar-benar migren.
"Lalu apa yang harus aku lakukan??" Tanya Aether pada Sky.
"Selama tiga bulan kau di non aktifkan sebagai malaikat pencabut nyawa. Dan sebagai ganti nya kau akan aku turun kan ke dunia sebagai manusia. Selama tiga bulan ini kau harus mengawasi langsung segala gejolak yang terjadi di sekitar dia. " Tunjuk Sky ke Andhine.
Andhine yang tidak paham dengan apa yang kedua makhluk ini bicarakan hanya bisa mengedipkan mata berkali-kali.
"Tunggu!! Apa maksud mu, aku akan menjadi manusia ? Begitu? Oh no! No!! Itu sama saja kau menambah masa kerja ku, Sky!!" Tolak Aether.
"Aku tidak sedang meminta persetujuan mu! Ini adalah perintah! Kau mau atau pun tidak mau, tetap jalan kan perintah ku ini. Setelah tiga bulan berjalan, baru kau bisa putuskan dia akan masuk ke tubuh yang mana! Ingat!"
Usai mengatakan hal itu, Sky pun menghilang dan meninggalkan Andhine dan Sky di ruangan itu begitu saja.
"Jadi ini semua terjadi karena kesalahan teknis dari mu?!! " Cecar Andhine yang kini sedikiy lebih berani bicara dengan Aether setelah tahu kalau ini adalah murni kesalahan Aether.
Aether tidak merespon apa yang Andhine katakan. Dia malah menjentikkan jari nya dan Tek..... , mereka telah sampai kembali ke rumah Hannah.
Kemudian dia kembali menjentikan jari nya dan dalam sekejap mata Andhine kembali masuk ke dalam tubuh Hannah.
🐞🐞🐞
Hanya di paijo ya teman- teman.. judul nya rahasia kecil di sekolah.
__ADS_1