
Lalu tidak lama kemudian Mia tidak mendengar lagi suara kedua hantu itu. Mia berpikir pasti mereka sudah pergi. “baiklah!! Ini lah saat nya!” Mia pun melonggarkan pelukan nya pada Skala dan berlahan mengangkat kepala nya dari dada bidangnya Skala.
Namun baru saja aku akan menangkat wajah ku tiba-tiba....
“BAAAaa.....” Kedua hantu tadi mengagetkan Mia dan otomatis Mia pun berteriak sekuat tenaga dan langsung memeluk Skala kembali dan bersembunyi di dada Skala sekali lagi..
“Aaaaa..........!!!” pekik Mia kuat. “Dasar setan sialan!!” maki Mia dalam hati. “Bisa-bisa nya mereka menakuti ku.” Rutuk Mia.
“Ternyata dia memang hantu! Tapi hantu penakut!!!” ucap si hantu wanita yang wajahnya hancur lalu tertawa bersama si hantu wanita tua..
Kedua hantu wanita itu pun pergi. Tapi kali ini Mia tidak berani lagi untuk mengangkat wajah nya. “Aku akan menunggu Skala memerintahkan ku untuk melepaskan pelukan ku baru aku akan melepaskannya.”
Mia merasakan mobil itu berhenti. “apa kami sudah sampai?”pikir Mia dalam hati.
“Pak, kita sudah sampai.” Ujar sang supir.
“Kau dan Radit keluar lah dulu.” Ucap Skala, dengan suara beratnya.
Radit dan supir saling pandang. Dan sesaat kemudian mereka pun keluar dari mobil meninggalkan Skala yang sendirian di dalam mobil.
__ADS_1
“Apa kau akan terus memeluk ku?” Seru Skala pada Mia.
Tentu saja Mia tidak punya keinginan dalam posisi ini dalam waktu yang lama. Tapi bagaimana kalau dua hantu jahil tadi masih ada di sana dan bersiap-siap untuk mengagetkan Mia sekali lagi.
“Mereka sudah tidak ada.” Ujar Skala. Seperti nya Skala paham alasan mengapa Mia memeluknya sedari tadi.
“Benarkah?” Tanya Mia pada Skala sambil masih memeluknya erat.
“Untuk apa aku berbohong pada mu? Kau kira aku sama dengan hantu-hantu tadi?” ucap Skala.
Berlahan Mia melonggarkan pelukan ku pada nya, mencoba percaya perkataannya.
Mia pun menengadahkan wajah nya untuk melihat wajah Skala. “Benar sudah tidak ada.” Mia pun menjarak dari Skala sambil menelan saliva nya.
“Ayo masuk ke dalam bersama ku.” Skala membuka pintu mobil dan langsung keluar. Dia sengaja tidak menutup langsung pintu itu dan membiarkan Mia keluar baru setelah itu pintu itu dia tutup.
“Pak..” Seru Radit. “ apa di kamar mu hanya ada satu tempat tidur?” tanya Radit pada Skala.
Mia melihat ada yang aneh dengan asistennya Skala ini. “apa dia sedang ketakutan sekarang?” Pikir Mia dalam hati.
__ADS_1
“Hemm benar. Hanya ada satu ranjang di kamar ku. Jangan katakan kau mau tidur bersama ku Radit?” ujar Skala sambil tersenyum mengejek.
Radit tentu saja paham akan maksud perkataan bos nya itu. Dengan perasaan tidak berdaya, dia melangkahkan kaki nya menuju kamar yang ditunjukan oleh pelayan tadi pada nya.
“Jangan lupa untuk turun makan malam Radit.” Seru Skala pada asistennya.
“Dia baik juga.” Gumam Mia pelan.
“Kau kira aku orang jahat?” Tiba-tiba Skala membalas perkataan ku.
Mia langsung menoleh pada nya. Seakan-akan tidak yakin dia baru saja menjawab pertanyaan ku. “apa aku berhalusinasi?” batin Mia. “Dia berani bicara pada ku padahal ada beberapa pelayan disana bersama kami.”
Skala melihat sekilas pada Mia yang terlihat bingung.
“Antarkan dia ke kamar nya. Dan berikan dia pakaian yang layak.” Perintah Skala pada salah seorang pelayannya.
🤨🤨🤨🤨
Skala kamu baik atau gak sih?? Jangan bikin kak Upe penasaran dunk🤨🤨🤨
__ADS_1
Ayo kakak.. sajen nya di perkuaaat