My Little Secret

My Little Secret
#8


__ADS_3

Radit yang kaget mendengar teriakan tuan nya, langsung berlari menghampiri bos nya.


"Ada apa Pak?"Tanya cemas. Mencoba mengingat-ingat apa yang barusan bos nya ucapkan karena ia tidak dapat mendengarkannya dengan jelas sebab headset yang dipakai nya.


" Ayo kita pulang. Tinggalkan saja semua berkas ini disini. Besok kita lanjutkan lagi.. Aku sudah lelah!" Seru Skala, dan mengambil jasnya


Ditatapnya si hantu wanita yang masih terlihat takut di atas meja kerjanya.


"Apa tidak apa-apa Pak?" Tanya Radit, melihat semua berkas yang berserakan ini.


"Tidak apa-apa! Kalau ada berkas yang hilang, aku tahu kemana aku harus bertanya!!" Skala menatap tajam hantu wanita yang masih ada di meja nya itu.


Hantu itu menelan Saliva nya, mau tidak mau, seperti nya dia harus bergadang di ruangan ini menjaga berkas-berkas itu. Karena jika sampai berkas-berkas itu kenapa - napa, mungkin besok sisa-sisa roh nya bertebaran entah kemana-mana di buat oleh pria yang baru saja di kenalnya ini.


Skala dan Radit pun meninggalkan ruangan tersebut.


"Hei.. kau hantu baru ya disini!" Tiba-tiba sesosok pemuda berjas hitam dengan wajah rupawan muncul di hadapan hantu wanita yang baru saja kehilangan marwahnya sebagai seorang hantu.

__ADS_1


Hantu wanita itu menolehkan wajahnya, yang lebam karena dihempaskan ke meja oleh Skala.


"Wuidiiih... muka mu.. beuh!" Hantu pemuda itu menutup matanya."Cepat perbaiki posisi mata mu itu. Merinding aku melihatnya."


Dengan wajah sedih, hantu wanita itu turun dari atas meja. "Heem.. aku hantu baru di gedung ini." Jawabnya, duduk di sofa di ruangan itu.


"Hahahaha... pantas saja kau berani menganggu Skala! Untung kau tidak dilemparnya dari lantai 12 ini."


"Memangnya siapa pria tadi?" Tanya hantu wanita itu, sambil membetulkan letak bola matanya yang hampir tanggal karena ulah Skala.


"Entahlah.Aku pun tidak tahu siapa dia sebenarnya. Yang aku tahu, dia punya kemampuan untuk melihat kita, mendengar kita dan bahkan menyentuh kita. Seperti yang dia lakukan tadi pada mu."


"Bukan kah, kau sudah merasakannya sendiri tadi!" Ucap si pria misterius yang tidak lain dan tidak bukan adalah Aether.


Aether tersenyum mengejek pada setan baru ini. “Dasar anak baru! Minim pengalaman.” Seru nya dalam hati.


"Kau tau apa yang mind blowing nya lagi? Kita tidak bisa menyentuhnya!" bisik Aether, pelan, yang berniat untuk menakut- nakuti setan baru ini.

__ADS_1


"Apa? Kenapa bisa tidak adil seperti itu!!!" Protes si hantu wanita


"Ya mana aku tahu." Aether berjalan lurus menembus pintu. Lalu kepala nya muncul lagi. "Sebaiknya kau jaga baik-baik semua berkas ini, kalau sampai ada yang hilang, kau pun akan hilang tak berbekas dari dunia ini.


" Hahahahahaa.... "Ucapnya sambil tertawa, dan menghilang begitu saja.


Kini tinggallah si hantu wanita yang menyesali perbuatannya yang sembarangan menakuti orang. Andaikan tadi dia tidak usil untuk mengganggu Skala dan Asisten nya maka ia tidak akan berakhir menjadi satpam malam ini ruangan ini.


"Sungguh sial nasib ku!!" gerutunya sambil mondar mandir di ruangan itu. Tidak ada yang bisa ia kerjakan. Hanya bisa melihat-lihat berkas-berkas di atas meja.


"Akan ku pastikan tidak akan berurusan lagi dengan pria galak itu" Ucap si hantu wanita, bosan sendirian di ruangan itu menunggu fajar tiba.


☘️☘️☘️


#Yang mengatakan cerita ini horor nya lebih banyak...ayoo komen di sini(.....)


#Yang mengatakan cerita ini komedi nya lebih banyak...ayoo komen di sini (....)

__ADS_1


Itu yang silen reading.. hayooo tulis komentar kamuuh


__ADS_2