
Di tempat lain
Mia pun membuka matanya. Dan saat itu juga dia bisa melihat samar-samar wajah aypa dan aymanya.
“Ya Tuhaan terima kasih!! Sayang! Lihat lah putri kita akhirnya membuka matanya!” Teriak Lea histeris.
“Mia sayang!” Lea pun langsung memeluk Mia.
Mia yang baru sadar persis seperti orang bingung. Dia mengenali semua orang yang ada di dalam ruangan itu hanya saja ada sebuah perasaan aneh yang menghinggapi perasaannya.
Sekelebat -sekelabat memori yang tidak dia kenal muncul di dalam ingatannya membuat kepala Mia terasa sakit.
“Kepala ku!” Seru Mia membuat aypa dan ayma serta orang-orang yang ada di dalam kamar Mia panik.
Mereka pun segera memanggil dokter yang baru saja keluar dari ruang kamar Mia.
__ADS_1
“Cepat panggilkan dokter!” Seru Ansel pada pelayan nya yang juga berada di kamar itu bersama, Bia, Lea, Maria dan ibu nya Maria.
“Apa dia beneran sadar?” Ketus Maria dalam hati.
Maria yang penasaran dengan kondisi sahabatnya itu bela-belain untuk tetap berada di kamar itu nungguin perkembangan kesadaran Mia.
“Semoga setelah koma sekian lama dia menjadi wanita idiot!” Doa Maria dalam hati. Dia akan kesal kalau sampai Maria kembali sadar dan kondisi nya kembali seperti semula.
“Mohon semua nya keluar dulu dari kamar ini.” Dokter yang memeriksa Maria mengusir secara harus semua orang yang ada di dalam kamar itu.
Dokter pun memulai pemeriksaannya terhadap Mia.
Meskipun ini adalah kasus langka, seorang pasien yang hampir saja di nyatakan mati kembali hidup setelah sambaran petir pada alat-alat yang terpasang di tubuh Mia, tapi para dokter tetap sangat bersyukur Mia tetap hidup bahkan bangun dari tidur panjangnya.
“Aku masih ingat peristiwa semalam dok.” Ujar salah seorang perawat yang kebetulan sedang lewat di depan di kamar Mia, dan melihat tubuh Mia tidak ada di atas tempat tidur.
__ADS_1
Dia berteriak dan orang-orang mulai mencari Mia. Dan tidak lama kemudian tubuh Mia mereka temukan walaupun di ruangan yang cukup jauh dari ruangan semua.
Walaupun bingung dengan situasi yang terjadi mereka tetap membawa tubuh Mia ke tempat tidur Mia semula.
Dan sini lah keanehan mulai terjadi. Sesaat setelah tubuh Mia di letakan dan semua orang keluar tiba-tiba terdengar suara seorang wanita yang menjerit-jerit kesakitan dari dalam kamar Mia.
Karena takut terjadi sesuatu yang dapat membahayakan nyawa Mia saat itu maka orang-orang yang telah keluar tadi pun memberanikan diri mengecek ke dalam kamar Mia.
Dan alangkah terkejutnya mereka ketika melihat semua alat media yang membantu Mia untuk tetap hidup sampai saat ini mengeluarkan percikan api.
Salah seorang perawat itu segera menelpon rekan-rekan medis nya yang lain untuk datang membantu. Termasuk dokter Dennis.
Dengan hati -hati para petugas media itu pun menarik paksa semua alat bantu kehidupan Mia sambil menunggu Mr. D datang. Dan saat itu juga tubuh Mia terhempas dan kaku bagai kan tidak bernyawa.
Para dokter dan perawat langsung panik saat pasie VVIP yang hampir setahun ini mereka obati dan rawat sudah tidak lagi bernafas. – apa mungkin karena alat bantu kehidupannya di cabut maka nya Mia berhenti bernafas.
__ADS_1