My Little Secret

My Little Secret
#65


__ADS_3

Dengan cepat Aether menahan tangan Mia."Hei!!! Apa yang kau lakukan??! Apa kau sudah gila Mia!!!" Teriak Aether yang tak habis pikir kenapa Mia ingin mengulangi hal seperti tadi padahal dia sendiri sudah merasakan akibat nya.


"Lepaskan tangan mu!! Jika memang ini adalah cara nya untuk aku dapat kembali ke raga ku maka aku wajib mencoba nya.. Jangan kan dua kali, dua juta kali pun aku bersedia untuk mencobanya. Dan aku ingatkan pada mu, kali ini kau jangan ikut campur. Mungkin saja proses nya memang begitu. Dan karena kau menarik paksa jiwa ku tadi proses nya jadi terganggu!" Simpul Mia seenak nya.


"Sepertinya tidak hanya jiwa nya yang setengah, otak nya pun pasti juga cuma setengah!!" ujar Aether dan menarik tangan Mia agar gadis itu menjauh dari raga itu."Kalau aku tidak cepat menarik kau keluar dari raga mu itu maka sudah pasti jiwa mu akan hancur dalam sekejap!!" Saking emosinya Aether sampai menunjuk-nunjuk hidung Mia.


"Glek..."Mia menelan Saliva nya.


"Apa yang kau bilang barusan Aether? jiwa ku akan hancur dalam sekejap?" Ulang Mia terkejut.


"Kau pasti sengaja ingin menghancurkan jiwa ku kan!!!" Tuding Mia pada Aether.


"Ini lah kenapa aku malas berurusan dengan hantu setengah matang seperti ini ..emosi manusianya masih banyak yang tersisa di dalam pikirannya." Gumam Aether dalam hati. “Kalau bukan karena Sakla yang meminta ku untuk mengecek keadaan nya ke sini, maka sudah pasti aku lebih memilih melayani klien-klien ku di apartemen.” Aether melihat jengah pada Mia.

__ADS_1


"Jangan terlalu banyak mengoceh! Kau membuat telinga ku sakit!!" Ujar Aether sambil menarik-narik daun telinga nya."Sebentar akan aku cari tahu dulu penyebab kenapa raga mu menolak jiwa mu itu." Aether mengeluarkan buku pegangan nya yang berwarna hitam legam dari balik jubah hitam yang ia kenakan.


Aether terlihat membolak balik halaman demi halaman. Terkadang terlihat dia seperti membaca dengan fokus suatu halaman sambil mengernyitkan dahinya. Lalu tiba-tiba dia menggeleng... seakan-akan itu bukan lah informasi yang dia cari.


"Apa kau menemukan yang kau cari?" Tanya Mia yang sudah tidak sabar melihat Aether yang sibuk mencari tapi tak kunjung ketemu itu.


"Sebaiknya kau diam saja!! Kau mengganggu konsentrasi ku!" Seru Aether tanpa mengalihkan pandangannya dari buku pegangan nya.


"Waah.. dimana ya informasi itu. Aku rasa aku pernah membaca nya ketika didiklat menjadi malaikat pencabut nyawa dulu??" Gumam Aether pelan tapi masih dapat terdengar dengan sangat jelas oleh Mia.


"Apa kau kira hanya PNS saja yang ada diklat nya??” ujar Aether dengan enteng nya setelah dia mendengar suara yang berasal dari dalam pikirannya Mia.


“Hmmm .. Sepertinya aku harus mencari tahu mengenai hal ini Mia. Aku pergi dulu! Kalau sudah tahu jawaban nya aku kembali lagi! Kau jangan main jauh-jauh dari raga mu ya!” ucap Aether lalu langsung hilang.

__ADS_1


“Aether! Aether!! Astaga! Kok main ngilang aja sih!!” Gerutu Mia kesal. “Huff.......!”


Mia pun kembali termenung. Saat Mia sedang termenung, ayma dan aypa nya masuk lagi ke dalam kamar Mia.


“Sayang, apa kita batalkan saja kepergian kita ke Belanda?” tanya Ansel pada Lea.


“Mia sudah gak papa, sayang. Lagi pula Dennis dan Nathalie akan tidur di sini. Kau jangan khawatir. Aku tidak tenang kalau Bia sendirian disana. Aku ingin Bia tinggal bersama kita di Jakarta. Jadi sebaiknya kita tetap saja ke Belanda. Dan membawa Bia pulang ke Jakarta.”ujar Lea sambil menyentuh wajah Mia. “Mia, ayma ke Belanda dulu ya sayang. Papa Denis dan mama Nathalie akan ada di sini untuk menjaga mu.” Lea pun mencium kening Mia.


Mata Mia pun berkaca-kaca begitu ayma dan aypa nya menyebutkan nama kakak nya itu. Mia ingat, sudah hampir setahun ini Mia tidak berjumpa dengan Bia. Pasti Bia sangat shock begitu tahu keadaan Mia sekarang.


“Ayma, Mia rindu sama Bia.. Jemput Bia Ayma! Mia gak papa kok sendiri sini.” Ucap Mia pada ibu nya walaupun dia tahu kalau ibu nya pasti tidak dapat mendengar perkataan nya.


“Kalau memang kau merasa itu yang terbaik, aku rasa kita berangkat hari ini sayang. Makin cepat kita ke Belanda, makin cepat kita bisa membawa Bia pulang.” Ujar Ansel.

__ADS_1


*** jangan Lupa Like dan komen serta sajen kakak.....


Dan follow ig kak upe @kak.upe


__ADS_2