
“Lepaskan istri ku.” Ujar Skala, dengan mantap. “Aku datang kesini bukan untuk bertemu dengan Vivian. Aku datang ke sini untuk mengantar istri ku bertemu dengan raga nya.” Skala memandang sedih pada roh kakak nya yang di tahan oleh senior nya Aether itu.
Hati Skala masih tidak bisa menerima kalau kakak nya saat ini telah tiada hanya karena demi menyelamatkan nya waktu itu.
Skala ingat, jiwa nya hampir saja di makan oleh senior nya Aether yang bernama Sky itu. Jiwa Skala memang diincar oleh para malaikat maut untuk meningkatkan kekuatan mereka karena Skala adalah anak indigo level 5, dimana Skala bisa melihat, mendengar, berbicara dan bahkan bisa menyentuh makhluk astral.
Saat Skala mengalami kecelakaan tahun lalu, jiwa nya terlempar dan langsung menjadi rebutan para malaikat maut termasuk Aether dan Sky. Tapi Skala akhir nya berhasil tertolong karena kakak nya merelakan jiwa nya yang notabene masih jiwa manusia yang hidup untuk menggantikan jiwa Skala.
__ADS_1
Setelah jiwa nya kembali ke raga nya, Skala langsung kembali ke tempat ini untuk melepaskan roh sang kakak. Hanya saja Skala gagal karena roh kakak nya telah di lahap habis oleh Sky dan kini hanya tidak sisa roh nya saja yang tertahan di dalam cermin itu.
Skala pun sebenarnya hampir tidak selamat andaikan Aether tidak menyelamatkan nya. Walaupun Aether juga menginginkan jiwa Skala, tapi melihat pengorbanan kakak dan adik ini sisa jiwa manusia Aether tersentuh dan akhir nya memutuskan untuk menolong Skala.
Selain itu, Aether memang sudah lama mengamati Skala, bahkan sejak Skala kecil. Awalnya sebagai target pasti nya tapi lama kelamaan niat untuk memangsa Skala berangsur-angsur hilang.
Dalam keadaan takut, Mia mencoba membuka mata nya. Jari dan kuku panjang si pemilik Jembatan jiwa yang masih nemplok di pipi nya. Tapi karena mendengar Skala lebih memilih diri nya dari pada roh kakak nya Skala, Mia jadi tersentuh dan membuat rasa takut nya tadi sedikit berkurang.
__ADS_1
“Kau yakin Skala? Kau hanya akan numpang lewat saja?” tanya pemilik Jembatan jiwa sekali lagi.
“kau tidak perlu berulang kali bertanya hal itu pada ku. Sebab jawaban ku akan sama. Aku tidak ada maksud yang lain. Aku hanya ingin mengantarkan jiwa tersesat istri ku ke raga nya.” Ujar Skala penuh keyakinan.
“Skala..” ujar Mia pelan sambil menatap Skala dalam. Mungkin jika Mia di posisi Skala saat ini maka Mia pasti akan memilih kakak nya di bandingkan hantu yang dari antah berantah seperti diri nya.
Tapi Skala berbeda! Skala malah memilih Mia. Hal ini sungguh membuat Mia tersentuh.”Aku tidak akan pernah menyesal memberikan sesuatu yang paling berharga di diri ku pada mua Ska.” Ucap Mia dalam hati.
__ADS_1
Mata Mia yang berkaca – kaca itu menatap Skala dengan sejuta rasa senang di dalam nya. Satu persatu air mata menetes di pipi Mia. “Ternyata Skala adalah sosok pangeran berkuda putih yang Tuhan kirimkan pada ku!?” ucap nya lebai dalam hati.